-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Anggarkan Rp 250 Juta, Kota Batu Bangun Batu Tourism Mall (BTM)

Tuesday, November 3, 2020 | 10:05 PM WIB Last Updated 2020-11-03T15:05:47Z

 


Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq

KOTA BATU (DutaJatim.com) - Disparta Kota Batu menganggarkan Rp 250 juta dari P-APBD 2020 untuk pembangunan Batu Tourism Mall (BTM). Diyakini, BTM sebagai magnet wisata di Kota Batu sehingga animo pengunjung semakin meningkat.

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq menargetkan, infrastruktur penunjang akan rampung di akhir 2020. Dan diharapkan bisa dioperasikan pada awal tahun 2021. Lokasinya yang ditunjuk berada di Jalan Kartini, Ngaglik, Kota Batu atau berdekatan dengan Alun-alun Kota Batu.

Arief menambahkan, keberadaan BTM bisa menjadi wadah berkumpulnya pegiat pariwisata di Kota Batu. Diharapkan, desa wisata yang terdapat di Kota Batu juga bisa terjamah secara menyeluruh dengan keterlibatan semua elemen pariwisata.

BTM dijalankan dengan layanan satu pintu dengan menggandeng seluruh pelaku usaha pariwisata mulai dari homestay, hotel, UMKM, tour and travel dan lainnya.

"Jadi nanti bisa menjadi pusat berkumpulnya pelaku usaha pariwisata dan  saling mengisi. Sekaligus sebagai pusat informasi selain di bangunan stroberi Alun-alun Batu," ungkap Arief.

Tenaga Ahli Walikota Batu Bidang Pariwisata, Ahmad Faidlal Rahman, mengatakan BTM merupakan layanan pariwisata yang disediakan oleh Pemkot Batu untuk menginformasikan wisatawan tentang pariwisata di Kota Batu. Atau dengan tujuan untuk mempertemukan antara para pelaku usaha pariwisata dengan wisatawan.

“Nanti layanan ini mengarah kepada integrasi pelayanan dengan mengedepankan one gate system atau satu pintu,” katanya.

Terdapat berbagai layanan seperti informasi, promosi, konsultasi dan transaksi. Konsultasi yang dimaksud wisatawan bisa bertanya mengenai tempat-tempat wisata di Kota Batu dan akan diberikan ulasan oleh petugas yang ada.

“Untuk layanan transaksi tentunya akan menyambungkan pembayaran antara wisatawan dengan provider atau pelaku usaha pariwisata,” katanya.

Dan, nantinya sistem ini akan dikembangkan melalui bentuk aplikasi supaya memudahkan masyarakat. Serta untuk pelaku usaha pariwisata tidak dikenakan biaya atau gratis untuk ikut dalam program BTM. (ndc)
×
Berita Terbaru Update