-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Debat Publik Pilkada Lamongan Berlangsung Seru

Sunday, November 15, 2020 | 10:58 PM WIB Last Updated 2020-11-15T15:58:46Z




LAMONGAN (DutaJatim.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan gelar acara debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lamongan 2020, dengan diikuti 3 Pasangan Calon. Mereka adalah Paslon Cabup dan Cawabup nomor urut 1 Suhandoyo - Astiti, nomor urut 2 Yuhronur Efendi - Abdul Rouf, dan nomor urut 3 Kartika - Saim. Acara debat berlangsung kondusif tapi sangat seru.

Tema yang diusung pada debat publik ini adalah "Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Memajukan Pembangunan di Kabupaten Lamongan" yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi JTV Surabaya, Sabtu (14/11) malam pukul 19.00 WIB.

Pada saat sesi pertama pemaparan visi dan misi pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 2 Calon Bupati Lamongan dan Calon Wakil Bupati Lamongan secara bergantian menyampaikan visi dan misinya. 

Sementara yang menarik untuk pasangan calon nomor urut 3 (KarSa) Cawabup Saim tidak dikasih kesempatan menyampaikan visi dan misinya, semua diborong oleh Calon Bupati Lamongan Kartika Hidayati. 

Di bidang pembangunan, Suhandoyo -Astiti berkomitmen dengan melibatkan pihak Investor, Universitas/Perguruan Tinggi dan juga Pemerintah Daerah. Sementara paslon nomor urut 2 Yuhronur Efendi - Abdul Rouf fokus pada jalan mulus Lamongan.

Selanjutnya, pasangan nomor urut 3 Kartika - Saim (KarSa) menyerap aspirasi dari desa dengan janji menggelontorkan dana Rp 500 juta ke tiap-tiap desa.

Bidang kesehatan, Suhandoyo - Astiti membebaskan biaya rapid test dan swab covid yang terindikasi dengan menyediakan rawat inap tambahan ditingkat puskesmas, menyediakan dokter spesialis di masing-masing puskesmas pembantu.

Kemudian, Yuhronur Efendi - Abdul Rouf germas direvitalisasi kembali, gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), 3T covid (Tracing Tracking, Treatment), kampung tangguh (swadaya masyarakat).

Sementara pasangan Kartika - Saim (KarSa) mengajak kepada masyarakat berperilaku hidup sehat.  Kepada ormas (Muslimat NU, Aisyah) juga diajak  untuk senantiasa melakukan hidup sehat.

Komitmen dibidang pendidikan, Paslon nomor urut 1 memberi UMK guru GTT dan PTT diperbantukan ke swasta, menyesuaikan gaji guru yang saat ini masih banyak Rp 200 ribu.

Paslon nomor urut 2, anggaran 20 persen pendidikan, beasiswa sampai S2, insentif guru ngaji. Paslon no urut 3, kartu TPQ Madin (untuk insentif Rp 1juta), SD SMP gratis, guru-guru honorer GTT dapat insentif.

Pada sesi tanya jawab berlangsung seru. Saat paslon 1 menanyakan ke paslon no 2, soal komitmen pembangunan infrastruktur jalan mulus, apa sebenarnya yang dikerjakan selama ini, sehingga baru sekarang baru terpikirkan?

Yuhronur menjawab, karena Covid, pemeliharaan jalan pun tidak ada, sehingga dialihkan anggaran ke covid-19. "Nanti akan ditebus (ditempui) jika kami terpilih," katanya.

Pertanyaan paslon 1 ke paslon 3, sebelumnya anda menjabat sebagai Wakil Bupati Lamongan selama 5 tahun, tunjukkan perubahan yang telah anda capai? 

Kartika menjawab, kita mengikuti regulasi pemerintahan, sebagai wakil bupati menggantikan bupati ketika bupati berhalangan hadir.

" Keberhasilan wakil bupati dalam bidang narkoba. Kita akan mengisi yang belum berubah dengan cara membagikan kartu madin, memberikan santunan orang meninggal Rp 2,5 juta. Menggelontorkan dana Rp 500 juta ke desa," ungkap Kartika.

Pertanyaan paslon 2 ke paslon 1, dalam mewujudkan pemerintahan yang dinamis, mana prioritas bapak tentang 8 program Menpan. Pasangan Suhandoyo - Astiti menjawab, terwujudnya birokrasi yang bersih dan reformasi birokrasi.

" Penataan birokrasi didaerah yang lebih ramping tapi kaya akan fungsi. Kecepatan menggunakan teknologi, dengan cara menerima informasi melalui WhatsApp ke pemerintah agar dapat segera diperiksa dengan betul dan dilaksanakan," ujar Suhandoyo.

Pertanyaan paslon 3 ke paslon 1,
bagaimana konsep industri di wilayah pantura, dimana masyarakat banyak menangkap ikan disana?

Paslon 1 menjawab, pemerintah akan mempersiapkan industri pantura sebaik-baiknya. Penataan industri maritim sesuai kebutuhan yang ada.

" Misalnya membuat bank ikan, yaitu saat musim tertentu kita dapat menjual ikan dan saat tertentu dapat menyimpan, sehingga kebutuhan tercukupi," kata paslon nomor urut 1. (ful)
×
Berita Terbaru Update