-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Eri-Armuji Menang Versi Quick Count, Ada Kejutan Sejumlah Petahana Tumbang

Thursday, December 10, 2020 | 6:25 AM WIB Last Updated 2020-12-09T23:25:28Z

 

Eri-Armuji jumpa pers kemenangannya versi quick count.

SURABAYA (DutaJatim.com) - Sejumlah kejutan terjadi saat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Rabu 9 Desember 2020. Sejumlah petahana tumbang di sejumlah daerah seperti Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto dan Jember. Sementara Kota Surabaya masih dikuasai PDIP yang mencalonkan pasangan  Eri Cahyadi-Armuji. Pasangan nomor urut 1 ini sesuai hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei mengalahkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.

Seperti diberitakan DutaJatim.com sebelumnya, PDIP mengalami kekalahan di lumbung suaranya saat Pilkada Rabu 9 Desember 2020. Pasangan petahana Kabupaten Blitar Rijanto- Marheinis Urip Widodo dalam hitung cepat kalah melawan paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS. Namun demikian PDIP menang di Pilkada Kota Blitar.

Namun, untuk lumbung suara Kota Surabaya, PDIP masih digdaya. Pasangan Eri-Armuji pun langsung jumpa pers di posko pemenangan Jalan Setail Surabaya setelah dalam hitung cepat keduanya unggul sementara di Pilkada Surabaya. Pantauan di lokasi, Eri tiba di posko sekitar pukul 16.00 WIB disambut pendukungnya. Mereka masuk ke sebuah ruangan untuk bertemu dengan Cawawali Armuji dan Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono.

Setelah melakukan pertemuan, Eri dan Armuji didampingi Adi naik panggung untuk memberikan keterangan pers. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, pada sore ini kami Eri Cahyadi dan Armuji berdasarkan hitung cepat sementara kita diunggulkan," ujar Eri saat memberikan sambutan, Rabu (9/12/2020).

"Kami diberikan amanah untuk memimpin Kota Surabaya. Bagi kami menjadi pemimpin itu berat. Untuk itu kami berharap kepada seluruh warga Surabaya, mari kita bangun kota ini," katanya.

Cawawali Armuji dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga Surabaya. Sebab, meski dalam suasana pandemi COVID-19, tapi warga tetap antusias melakukan coblosan pilkada.

Pasangan Eri-Armuji unggul versi quick count Charta Politika dengan suara masuk 85 persen per pukul 17.15 WIB, Rabu (9/12/2020). Di quick count Charta, Eri-Armuji mendapat 55,84 persen, sementara pasangan Machfud-Mujiaman mendapat 44,16 persen.

Di Populi Center, Eri Cahyadi-Armuji memperoleh suara sebesar 56 persen, unggul 12 persen dari pasangan Machfud Arifin-Mujiaman yang mengemas 44 persen suara. Suara yang masuk di Populi Center ini sudah sebesar 70 persen.

Sedangkan di Poltracking, dengan suara masuk sebesar 88,80 persen, Eri Cahyadi-Armuji unggul 57,16 persen berbanding 42,84 persen milik Machfud Arifin-Mujiaman.

Quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel. Hasil quick count ini merupakan hasil sementara. Data quick count bukan hasil resmi Pilkada 2020. Hasil resmi pemilu menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma juga langsung mendatangi kantor PDI Perjuangan Surabaya di Jalan Setail Nomor 8 begitu calon yang dia dukung, Eri Cahyadi – Armudji, dinyatakan unggul versi hitung cepat pemilihan kepala daerah, Rabu sore.

Mengenakan pakaian serba-hitam, Risma tiba saat Eri hendak pergi meninggalkan markas partai berlambang kepala banteng itu. Turun dari mobil, Risma terlihat semringah. Beberapa kali ia tertawa ngakak saat bercanda dengan pengurus PDI Perjuangan Surabaya. ”Aku kudu ngomong apa iki, rek? (saya harus bicara apa ini, rek,),” kata Risma kepada wartawan saat didaulat memberikan pernyataan.

Risma menyatakan bahwa dia bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan melanjutkan pembangunan. Risma meminta Eri dan Armudji melaksanakan janji-janji kampanyenya karena janji adalah utang.

“Dengan kemenangan Eri-Armudji, saya yakin yang saya kerjakan selama sepuluh tahun ini tidak hancur. Saya berdarah-darah membangun Surabaya, sampai tangan saya cuklek (patah),” kata Risma. Risma memang sempat terjatuh saat mengunjungi warga beberapa waktu lalu hingga tangannya cedera.

Calon PDIP di Pilkada Kabupaten Malang juga mengklaim menang versi quick count lembaga survei. Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto unggul sementara di Pilbup Malang 2020 berdasarkan quick count atau hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Dilihat dari akun twitternya, DennyJA_WORLD hingga pukul 15.35 WIB, pasangan Sanusi-Didik (SanDi) unggul 45,89 persen. Sementara rivalnya paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono (LaDub) meraup 42,12 persen.

Disusul pasangan jalur independen atau nomor urut 3, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko, hanya mendapat 11,99 persen, dari data masuk 74,62 persen. Sanusi dan pasangannya Didik Gatot Subroto optimis menang dalam kontestasi kali ini. Hal itu disampaikan usai menggunakan hak suaranya Rabu pagi.

"Saya yakin menang. Soalnya di sini kan juga banyak saudara saya. Dan saya asli sini (Gondanglegi Kulon). Mbah saya juga asli sini. Targetnya di TPS sini ya bisa 70 persen," ujar Sanusi usai menyalurkan hak suaranya.

Paslon Ladub (Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono) justru mengklaim pihaknya lebih unggul dari calon petahana (SanDi). Mereka mengumumkan kemenangan di kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Rabu sore.

"Kami unggul tipis dari dua kompetitor kami. Kami unggul 0,66 persen. Jadi ini memang sejak awal kami prediksi pertarungan ini ketat karena melawan petahana. Data real count sudah masuk 50 persen," kata Jubir paslon Ladub, Anas Muttaqin.

Anas mengungkapkan, kemenangan paslon Ladub berdasarkan survei internal mereka. Dari data mereka jumlah suara yang masuk sebanyak 98,50 persen dengan margin error 2 persen. Rinciannya, paslon nomor urut 01 Sanusi - Didik mendapatkan 43,58 persen, paslon 02 Lathifah - Didik 44,24 persen, dan paslon 03 Heri Cahyono - Gunadi Handoko 12,08 persen.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Malang 2020 diikuti tiga paslon. Yakni paslon dengan nomor urut 1, M Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang merupakan pasangan calon dari koalisi PDI Perjuangan, NasDem, Demokrat, Golkar, Gerindra, dan PPP.  Kemudian pasangan calon dengan nomor urut 2, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) yang merupakan pasangan calon dari koalisi PKB dan Hanura. Terakhir pasangan dengan nomor urut 3, Heri Cahyono, dan Gunadi Handoko (Malang Jejeg) yang merupakan pasangan calon dari jalur perseorangan atau independen.

Calon PDIP di Pemilihan Bupati Banyuwangi juga menang. Hasil Pilkada Banyuwangi versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – Sugirah menang dengan 53,1 persen suara.

Sementara, Yusuf Widyatmoko dan M. Riza Aziziy mendapat 46,9 persen suara dari data masuk 97,94 persen. Data ini diambil dari pukul 15.37 WIB. Ipuk merupakan istri dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Selamat kepada Ipuk-Sugirah, pemimpin baru Banyuwangi. Selamat bagi masyarakat Banyuwangi memiliki bupati dan wakil bupati baru," kata Imam Fauzi Surahmat, Peneliti LSI dan Coordinator Area Jawa Timur-Bali, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Kookon, Rabu (9/12/2020).

Sementara hasil Pilkada Sidoarjo hingga Rabu (9/12/2020) pukul 19.00 WIB, paslon nomor 2, Ahmad Muhdlor - Subandi unggul dari dua paslon lainnya. Hasil Pilkada SIdoarjo 2020 sementara berdasarkan data www.pilkada2020.kpu.go.id, Paslon nomor 1 Bambang Haryo dan Taufiqulbar mendapatkan 36,7 persen suara, Paslon nomor 2: Ahmad Muhdlor Ali dan Subandi mendapatkan 41,5 persen suara, dan Paslon nomor 3 Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik mendapatkan 21,8 persen suara. Namun dengan catatan data yang terkumpul 83 dari 3.531 TPS atau baru 2,35 persen data yang terkumpul sehingga hasilnya masih bisa bergeser.

Namun hasil sementara dari penghitungan tim Kesbangpol Kab. Sidoarjo juga menunjukkan Ahmad Muhdlor Ali dan Subandi menang dengan 41,11 persen suara, Bambang Haryo dan Taufiqulbar mendapatkan 37,53 persen suara, dan Paslon nomor 3 Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik mendapatkan 21,36 persen suara. Namun semua menunggu hasil dari KPU setempat. Bila hasilnya demikian, PDIP kalah di Sidoarjo yang memang menjadi lumbung suara PKB.

Saat dimintai tanggapannya, Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono, mengatakan, kalahnya paslon petahana  yang diusung PDIP di Kabupaten Blitar, sangat mengejutkan. Hal itu sebagai peristiwa yang luar biasa. Sebab Kabupaten Blitar bagi PDIP merupakan salah satu daerah sakral.

"Daerah sakral (Kabupaten Blitar). Luar biasa itu kalau sampai lepas,” kata Budi Sulistyono alias Kanang saat berada di Posko Pemenangan Cabup Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kabupaten Kediri Rabu malam (9/12/2020). 

Dari hasil hitung cepat Pilkada Kabupaten Blitar, paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS, meraih kemenangan 56,53%. Paslon nomor 02 tersebut menang di 15 kecamatan. Sedangkan paslon petahana Rijanto-Marheinis Urip Widodo yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PPP, hanya meraup 39,54%. Paslon nomor 01 tersebut hanya menang di tujuh kecamatan. 

Kanang mengaku terkejut dengan hal itu. Dia sangat tidak menyangka jagonya bakal kalah. Dia melihat cabup dan cawabup Kabupaten Blitar yakni Rijanto dan Marheinis sama- sama incumbent. Menurutnya, seorang incumbent sudah mengerti apa yang dilakukan untuk menang. Jalan apa yang harus ditempuh. Apa yang harus dibicarakan dan dilakukan dalam pertarungan pilkada. 

Apa yang harus dilangkahkan, kata Kanang, seorang petahana harusnya sudah mengerti. Karenannya sejak awal dia mengaku optimis paslon Rijanto- Marheinis bakal menang. 
"Awalnya saya optimistis betul. Tapi tiba tiba begini, saya gak ngerti," kata Kanang yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ngawi.

Kendati demikian, meski selalu dianggap di atas angin, seorang paslon incumbent sebenarnya berada pada posisi tidak mudah. Kebaikan dan keburukan paslon incumbent sama sama mudah dilihat. Kalau buruk, kata Kanang pendatang baru sebagai lpenantang akan mudah mengalahkan.

Sebaliknya jika baik, sehebat apapun penantang akan sulit mengalahkan. "Orang kalau di atas nek apik ketok apike, nek elek ketok eleke (Orang kalau di atas kalau baik terlihat kebaikannya, kalau jelek terlihat jeleknya)," tambah Kanang. 

Kabupaten Blitar sejak awal menjadi daerah yang tidak dikhawatirkan. Karena dianggap sebagai daerah yang tidak dicemaskan, Kabupaten Blitar termasuk daerah yang dilepas. 

Perhatian PDIP menurut Kanang lebih fokus kepada Kota Blitar yang lebih dicemaskan. Sebab yang dilawan paslon besutan PDIP adalah putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar yang diketahui begitu mengakar.

Bisa jadi karena fokus di Kota Blitar, kata Kanang Kabupaten Blitar justru akhirnya kalah. Sementara di Kota Blitar PDI Perjuangan berhasil mempertahankan kemenangan.
Kemungkinan lain, diakui Kanang bisa jadi karena faktor teledor. 

"Bisa jadi seperti itu (teledor). Ini jauh dari sangkaan kita (kekalahan Kabupaten Blitar)," papar Kanang.
Karena dianggap sebagai peristiwa yang luar biasa, Kanang juga menegaskan, Kabupaten Blitar menjadi bagian daerah yang akan dievaluasi partai. Kemudian juga Mojokerto dan Ponorogo. 

PDI Perjuangan menargetkan kemenangan di atas 12 daerah dari 19 daerah di Jawa Timur yang menggelar pilkada serentak. Namun dari data sementara yang masuk, kemenangan yang diraih PDI Perjuangan hanya 11 daerah. "Pasti ada evaluasi partai. Terutama Blitar," pungkasnya. 

Kalah di Kandang Sendiri

Namun di Pilkada Kabupaten Mojokerto calon PDIP dan PKB justru kalah di kandang sendiri. Calon bupati petahana Pungkasiadi yang diusung PDIP dan PKB kalah melawan pasangan Ikfina - Gus Barra (Ikbar). Bahkan di TPS tempat tinggalnya sendiri, Pungkasiadi kalah. Cabup nomor urut 3 itu dikalahkan pasangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa (Ikbar). Pungkasiadi maju di Pilbup Mojokerto 2020 menggandeng Titik Masudah, adik kandung Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah. Pasangan calon bupati-wabup nomor urut 3 ini diusung PDIP, PKB dan PBB.

Cabup Pungkasiadi tercatat sebagai warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Bapak tiga anak ini menyalurkan hak pilihnya di TPS 13 Desa Canggu. Dia mencoblos bersama istri dan dua anaknya di TPS tersebut.

"Abah Ipung (panggilan Pungkasiadi) nyoblos di TPS 13," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 13 Desa Canggu Sutikno, Rabu (9/12/2020).
Sutikno mengatakan pemungutan suara di TPS 13 Desa Canggu berjalan lancar hingga pukul 13.00 WIB. Penghitungan suara juga tuntas pukul 14.00 WIB. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Pungkasiadi tumbang di kandangnya sendiri. Yaitu di TPS 13 Desa Canggu. Dia dikalahkan pasangan nomor urut 1, Ikbar. Selisih perolehan kedua paslon mencapai 15 suara.

"Hasil penghitungan suara paslon 1 mendapatkan 143 suara, nomor 2 mendaparkan 82 suara, paslon nomor 3 memperoleh 128 suara. Suara tidak sah 12," terang Sutikno.
Pilbup Mojokerto diikuti 3 paslon bupati-wabup. Yaitu paslon nomor urut 1 Ikbar, paslon nomor 2 Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) dan paslon 3 Pungkasiadi-Titik Masudah (Puti).

Paslon bupati-wabup nomor urut 1 Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa (Ikbar) pun mengklaim memenangkan Pilbup Mojokerto 2020. Mereka mengklaim menang versi hitung cepat (quick count) maupun real count.

Ketua Tim Pemenangan Ikbar Santoso mengatakan, hingga pukul 15.30 WIB, sudah ada 60 persen data perolehan suara dari TPS yang direkapitulasi oleh timnya. Berdasarkan hasil real count sementara, pasangan Ikbar unggul jauh dari dua lawannya.

"Saat ini dari 60 persen data yang masuk dari seluruh kecamatan, Ikbar sudah pada posisi 67,1 persen. Ada pergerakan naik turun, tapi kami masih di kisaran 67 persen. Puti dapat 18 persen, Yoni 14 persen," kata Santoso kepada wartawan di Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Rabu (9/12/2020).

Tidak hanya itu, Ikbar juga mengklaim menang versi quick count. Hasil hitung cepat tim, paslon nomor urut 1 ini mengungguli 2 pasangan lainnya. Yaitu pasangan nomor urut 2 Yoko Priyono-Choirun Nisa (Yoni) dan pasangan nomor 3 Pungkasiadi-Titik Masudah (Puti).

"Dasar kami mendeklarasikan kemenangan karena quick count yang ilmiah. Margin error-nya 2 persen. Kami ambil sample 400 TPS dari 2.084 TPS, quick count kami 67,9 persen. Yoni 14,1 persen, Putih 18 persen," terang ayah cawabup Al Barra, KH Asep Saifuddin Chalim.
Hasil sementara quick count Pilbup Jember versi LSI Denny JA juga menunjukkan petahana tumbang. Hasil LSI Denny JA  mengunggulkan pasangan Hendy Siswanto-M Balya Firjaun.

Versi LSI Denny JA hingga pukul 15.06 WIB dengan 95,77 persen data yang sudah masuk, pasangan petahana Faida-Dwi Arya Nugraha mendapat 30,41%, Hendy Siswanto-M Balya Firjaun Barlaman 47,95%, dan Abdussalam-Ifan Ariadna 21,64%.

Pelaksanaan hitungan cepat atau quick count pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang digelar tim pemenangan pasangan QA (Qosim-Alif) unggul tipis 1 persen. Kendati demikian, Tim Pemenangan QA masih menunggu hasil perhitungan real count yang dilakukan KPU Gresik.

Dalam quick count yang dilaksanakan pasangan itu bersama salah satu konsultan pilkada, pasangan Qosim-Alif meraup 50.58 persen. Sementara pasangan Niat meraih angka 49.42%.

"Suara yang masuk sudah 100 persen, tentunya ini kabar gembira bagi pasangan QA dan Tim pemenangan. Tinggal kita kawal terus hasil ini sampai ditetapkan KPU," ungkap Imron Rosyadi, Ketua tim pemenangan Paslon QA. (det/wis/sdn)
×
Berita Terbaru Update