-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PGN Jatim Bhakti Sosial Bersama Lintas Agama di Makam Pencipta Lambang NU

Sunday, December 6, 2020 | 2:42 PM WIB Last Updated 2020-12-06T07:49:15Z

 


SURABAYA (DutaJatim.com) - 
Organisasi Kemasyarakatan Lintas Agama, Suku Dan Budaya, Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur (PGN Jatim) kembali menggelar acara Bhakti Sosial Bersama dengan kelompok lintas agama di Makam Pencipta Lambang Nahdlatul Ulama  (NU) KH Ridwan Abdullah.

Acara giat Bhakti Sosial yang dihelat oleh PGN Jawa Timur kali ini bukan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Jika sebelumnya PGN Jawa Timur pernah menggelar giat bhaksos bagi bagi sembako, bagi bagi masker, kirim bantuan air bersih untuk warga yang krisis air bersih, maka kali ini PGN  menggelar kegiatan Bhaksos Kebangsaan dengan kelompok lintas agama dengan gotong royong memperbaiki makam "keramat" itu.

"Makam pencipta lambang NU KH Ridwan Abdullah itu terletak di kompleks makam Tembok Gede  Bubutan Surabaya," terang Sekjen PGN Jawa Timur AR Waluyo Wasis Nugroho Minggu 6 Desember 2020.

Acara yang dimulai sejak Minggu Pagi Pukul 07.00 sampai pukul 11.30 ini dipimpin langsung oleh Panglima/Pimpinan Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur Drs KH akhmad Baidhowi MTS. Tampak  hadir  anggota PGN dari berbagai kota di Jawa Timur, antara lain dari Surabaya, Jombang, Sidoarjo, Lamongan dan  Malang.

"Dan giat bhakos ini memang kita batasi jumlah pesertanya untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku," katanya.

Abah Baidhowi Panglima/Pimpinan PGN mengatakan bahwa giat hari ini pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia adalah agar semua umat beragama di negeri ini teguh memegang erat kerukunan, persatuan dan kesatuan antar umat beragama untuk saling hormat menghormati, saling kasih mengkasihi, saling menyayangi demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harmonis, Rukun, aman, makmur dan damai.

"Jika semua umat beragama bersatu, Rukun dan Damai maka hanya akan tercipta slogan Indonesia bersatu tak bisa dikalahkan seperti cita cita para pendiri bangsa yang telah berupaya dengan segala daya, upaya, tenaga, harta, pikiran bahkan mengorbankan nyawanya demi Indonesia yang merdeka, bersatu, Rukun, aman makmur damai,"tutup Abah baidhowi. (zs)
×
Berita Terbaru Update