-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Selama Pandemi Covid-19, 234 Kiai dan Tokoh NU Wafat

Monday, December 28, 2020 | 8:36 AM WIB Last Updated 2020-12-28T01:36:43Z
KH Noer Muhammad Iskandar


BANDA ACEH (DutaJatim.com) -  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan, ada sebanyak 234 kiai dan tokoh NU wafat selama COVID-19 mewabah di Tanah Air. Jumlah tersebut dari berbagai daerah sejak Maret hingga Desember 2020.


Ketua Satkor COVID-19 Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU Ulun Nuha mengungkapkan, pandemi COVID-19 sangat luar biasa ancamannya. Sehinga ditegaskan tidak boleh dianggap remeh.


"Ini mengancam keselamatan warga Nahdliyin terutama para kiai kita, hingga tanggal 24 Desember kemarin ada sekitar 234 orang kiai dan tokoh NU yang meninggal dunia selama masa pandemi,” katanya  di Banda Aceh, Minggu 27 Desember 2020.


Dia menjabarkan, bila dibandingkan dengan jumlah kiai yang meninggal dunia pada periode yang sama pada 2019, angka 234 orang tersebut jauh lebih besar hingga mencapai enam kali lipat.


“Pada tahun 2019 lalu, para kiai atau tokoh NU yang meninggal dunia kurang dari 50 orang, hanya sekitar 40-an yang meninggal dunia pada tahun lalu,” kata Ulun Nuha menambahkan.


Meski dinyatakan telah meninggal dunia, pihaknya tidak menyatakan para kiai tersebut wafat karena terpapar COVID-19. Melainkan, para kiai dan tokoh NU wafat selama masa pandemi.


“Jadi kita tidak menyatakan beliau (para kiai/tokoh NU) meninggal karena COVID-19, kita menyatakan beliau meninggal selama masa pandemi,” katanya seperti dikutip dari Antara.


Selain itu, kata Ulun Nuha, hingga akhir Desember 2020 PBNU juga mencatat di dalam sistem ada 112 pesantren di Tanah Air yang terpapar COVID-19 dengan lebih dari 5.000 lebih santri dan kiai yang postif COVID-19. Terdapat dua santri yang meninggal dunia dan banyak para santri yang dinyatakan sembuh.


Untuk itu, saat ini PBNU sangat konsen dengan penanganan pandemi COVID-19. Dengan membentuk Satgas NU peduli dengan melibatkan sejumlah badan otonom NU untuk melindungi warga Nahdliyin di Tanah Air dari ancaman pandemi tersebut.


“Amanah dari Buya Said (Said Aqil Siroj), kita fokus melindungi warga termasuk warga pesantren dengan berupaya melakukan edukasi untuk melindungi, serta melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan, kampanye, audit kesehatan agar warga NU berdaya untuk menegakkan protokol kesehatan,” tutupnya. (ant)

×
Berita Terbaru Update