-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tantangan Kuliah di Jepang di Musim Pandemi Covid-19, Sekarang Dibuka Beasiswa dari Ajinomoto

Tuesday, December 15, 2020 | 8:38 PM WIB Last Updated 2020-12-15T13:39:15Z

 

Dwina Juliana Warman

SURABAYA (DutaJatim.com) - Kuliah di luar negeri dengan beasiswa menjadi dambaan hampir semua mahasiswa di tanah air. Baik beasiswa dari pemerintah maupun swasta. 

Untuk mendapat beasiswa itu butuh perjuangan yang cukup berat. Apalagi sekarang di masa pandemi Covid-19.

Kuliah di universitas luar negeri di tengah pandemi COVID-19 menambah perjuangan semakin berat sehingga harus  kerja ekstra keras. Bukan hal yang mudah menjalani pendidikan jarak jauh.

Salah seorang penerima program beasiswa pada tahun ajaran 2020, Dwina Juliana Warman, 26 tahun, asal Bogor, Jawa Barat, menceritakan perjuangannya belajar di universitas luar negeri di tengah wabah global ini. Dwina merupakan Sarjana Teknologi Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor, yang menerima program beasiswa Ajinomoto tahun ajaran 2020. 

Saat ini Dwina mengambil master program (S2) di Graduate School of Agricultural and Life Sciences, Department of Applied Biochemistry, The University of Tokyo, di bawah bimbingan Prof. Hisanori Kato, Ph. D. 


Dwina mulai kuliah sejak April 2020, dan diproyeksikan akan lulus pada April 2023 dengan gelar Master of Science (M.Sc). Namun, masa awal perkuliahan dijalani dirinya dengan beberapa tantangan yang disebabkan adanya pandemi COVID-19. 

“Karena pandemi, saya kuliah online dari Indonesia selama 8 bulan. Jujur, kalau stres itu pasti dan tantangan juga cukup banyak, tapi saya sangat bersyukur memiliki support system yang luar biasa," katanya seperti dikutip dari rilis yang diterima redaksi.


Pengalaman itu mengajarkan Dwina  untuk selalu memiliki keinginan dan mental yang kuat untuk meraih cita-cita, dengan diiringi sikap berserah kepada kehendak Yang Mahakuasa. 

"Pengalaman ini juga memotivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi semua pihak yang selalu mendukung saya,” katanya.

Dwina pun bersyukur bisa mendapatkan beasiswa. Dia juga sangat berterima kasih kepada pihak Ajinomoto Foundation di Jepang dan Indonesia, yang telah membantu mewujudkan mimpinya serta membimbingnya secara profesional. 

Jika ingin seperti Dwina, seleksi beasiswa Master Program (S2) untuk menunjang aspirasi mahasiswa/i Indonesia untuk melanjutkan kuliahnya di berbagai pilihan universitas, yang ada di Jepang dibuka kembali. 


Tahun ini beasiswa program pascasarjana (Post-Graduate) diberikan kepada mahasiswa/i Indonesia untuk melanjutkan studi di 7 pilihan Universitas yang ada di Jepang. Universitas yang bisa dipilih yaitu University of Tokyo, Kyoto University, Ochanomizu University, Kagawa Nutrition University, Nagoya University, Waseda University, Tokyo Institute of Technology. 


Program ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dalam mendukung cita-cita para anak bangsa untuk melanjutkan studi di Negeri Sakura demi kemajuan bangsa Indonesia.


Syaratnya, calon mahasiswa/i harus tertarik melanjutkan studi (Research + Master Program) pada bidang Teknologi Pangan atau Gizi, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,50.  Usia maksimal 35 tahun, dan sangat tertarik untuk mempelajari kebudayaan dan bahasa Jepang. Calon penerima beasiswa juga harus memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, serta punya motivasi yang tinggi untuk terus belajar.

Seperti diketahui, PT Ajinomoto Ajinomoto Indonesia tiap tahun berkomitmen memberikan beasiswa ini kepada 1 orang mahasiswa/i Indonesia. Program yang dilaksanakan sejak tahun 2010 ini merupakan Program Beasiswa Penuh. Untuk informasi lebih lanjut perihal pendaftaran, bisa mengakses  website resminya. (nas)


×
Berita Terbaru Update