-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dipastikan Jatuh di Pulau Laki, Sriwijaya Air Angkut 50 Penumpang 12 Kru, 7 di Antaranya Anak dan 3 Bayi

Saturday, January 9, 2021 | 9:47 PM WIB Last Updated 2021-01-09T14:47:33Z


Catatan FlightRadar Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak (Screenshot FlightRadar)

JAKARTA (DutaJatim.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021. Pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan semua kekuatan tapi Sabtu malam cuaca buruk sehingga tim pencari tidak bisa menuju lokasi yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat nahas tersebut.


Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak semula hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.  Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.


Pantauan dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.  Pesawat ini merupakan jenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pesawat Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 jatuh di dekat Pulau Laki. Dia juga menyebut ada 53 penumpang dan 12 orang kru di dalam pesawat tersebut.


"Total penumpang 50 orang bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi," kata Budi Karya dalam jumpa pers yang disiarkan via Zoom, Sabtu (9/1/2021) malam.


Lokasi jatuhnya pesawat diduga di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu. Budi Karya menyatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan arahan agar pencarian dilakukan secara maksimal.


"Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. Hotline dari Sriwijaya Air untuk informasi penumpang pada 021-80637817," ucapnya.


Tim SAR gabungan dari Basarnas hingga TNI-Polri, menurut Budi Karya, telah bergerak ke lokasi dengan mengerahkan kapal-kapal evakuasi. Namun kabarnya cuaca buruk membuat tim evakuasi tidak bisa leluasa menuju titik lokasi tersebut. (det/hud)


×
Berita Terbaru Update