-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dokter Ali Mahsun Hadirkan Moko Sayur Keliling dan Moko Kuliner Gumregah di Jatim

Thursday, January 7, 2021 | 9:49 PM WIB Last Updated 2021-01-07T14:49:34Z

 


 SURABAYA (DutaJatim.com) - Ini peluang di masa pandemi Covid-19. Peluang bisnis yang ditawarkan oleh Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN) dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed. Bahkan sudah dia melaunchingnya di Gedung Joeang 45 Jakarta, Selasa 27 Oktober 2020 lalu. Kini kesempatan bisnis itu akan merambah Jawa Timur sehingga bisa menambah kesejahteraan warga kelas bawah.

Ali Mahsun yang juga biasa disapa Amsa Geseng, mengatakan, peluang itu berupa mobil toko alias Moko. Baginya Moko bisa menjadi solusi genuine guna memajukan ekonomi rakyat berbasis kawasan di masa pembatasan sosial di tengah pandemi Covid-19 dan ancaman resesi ekonomi akibat krisis kesehatan di negeri ini. 

Ada sejumlah jenis Moko. Misalnya Moko Kuliner Gumregah, Moko Sayur Keliling Gumregah, Moko Sembako Gumregah, dan Moko Gumregah lainnya.

Sedangkan agenda yang telah diluncurkan adalah Warung Kelontong/Kuliner Gumregah, Air Sehat Gumregah, Sentra Layanan Gumregah, Pertanian Rakyat Gumregah, Perumahan Rakyat Gumregah dan Lembaga Keuangan Rakyat Gumregah.

"Insya Allah segera hadir Moko Sayur Keliling Gumregah di Jawa Timur khususnya di wilayah Arek meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto Kab/Kota, dan Jombang. Lalu, Pantura (Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro)," kata Ali Mahsun, kemarin..

Modal Moko sangat kecil sekitar Rp. 5 juta.  Namun peluang maju dan keuntungannya besar.  Modal Armada Motor Bekas layak jalan dan STNK hidup Rp. 3,5 juta, Gerobak Motor  Rp. 500 ribu dan Modal Sayur Mayur sebesar Rp. 1 juta. 

Jika calon pebisnis Moko sudah memiliki motor sendiri, STNK dan SIM maka modal awalnya hanya Rp.1,5 juta.

Gerakan Moko ini tak lain untuk memaksimalkan pemberdayaan ekonomi rakyat sektor pertanian, perbengkelan di suatu daerah atau wilayah. 

Dengan prinsip super accelerated learning by doing, maka langkah ini secepat-cepatnya dikloning ke daerah dan wilayah lain diseluruh Indonesia, semisal Moko Kuliner dan Moko Sembako.

Untuk wilayah Lamongan,  Moko akan didevelopt oleh pengusaha milenial Slamet Triyadi Sp.Di, dari Lamongan Jawa Timur.

Selanjutnya GBN akan Tour 2021 ke Jawa Timur untuk percepatan dan memasifkan pendampingan pelaku ekonomi rakyat dan generasi milenial penerus bangsa se-Jawa Timur. 

"Kita mampu asal mau, rawe-rawe rantas malang-malang tuntas, yo sorak o sorak iyo, " tukas Ali Mahsun Atmo.

Sosok dokter yang punya cita-cita pelaku ekonomi rakyat kecil (kawulo alit) harus berjaya di negeri sendiri ini merupakan Founder Yayasan Palapa7 Nusantara dan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).(ima/ndc)
×
Berita Terbaru Update