-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Komjen Listyo Sigit Ikuti Jejak Jenderal Idham Azis Menuju Posisi Kapolri

Wednesday, January 13, 2021 | 10:57 PM WIB Last Updated 2021-01-13T15:57:47Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memilih Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang segera memasuki masa pensiun. Komjen Listyo Sigit Prabowo merupakan salah satu nama yang direkomendasikan oleh Kompolnas. Dengan demikian Listyo Sigit mengikuti jejak Idham Azis yang meniti karier ke puncak pimpinan Polri melalui jalur Kabareskrim. 


Soal disetornya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo  ke DPR itu disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Surat Presiden (Surpres) tentang calon Kapolri dikirimkan  langsung oleh Mensesneg Pratikno ke DPR pada hari Rabu 13 Januari 2021.


"Surpres telah kami terima dari Bapak Presiden yang mana Bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal yaitu Bapak Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri," kata Puan.


Untuk itu Komjen Listyo Sigit Prabowo segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi III DPR yang merupakan mitra kerja Polri. Setelah menjalani fit and proper test, tahapan selanjutnya pengesahan Komjen Listyo sebagai calon Kapolri di Paripurna DPR, yang kemudian dilanjutkan pelantikan di Istana Negara.


Komjen Listyo  menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. Idham menjabat sebagai Kapolri mulai 1 November 2019 dan pensiun pada Februari 2021. Untuk itu pihak Istana Presiden pun berharap DPR segera menyelesaikan proses terkait Kapolri baru tersebut.


"Kami sangat mengharapkan proses ini bisa segera ditindaklanjuti oleh DPR secepat-cepatnya sebagaimana tadi disampaikan oleh Ibu Ketua 20 hari. Kami berharap bisa lebih cepat dari itu sehingga kita segera memperoleh Kapolri yang definitif," kata Mensesneg Pratikno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Pratikno juga berharap DPR menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru. 
Ketua Komisi III DPR Herman Hery sebelumnya mendorong agar Surpres terkait calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis segera masuk ke DPR. Jika Surpres sudah masuk ke DPR, Komisi III berencana menggelar fit and proper test bagi calon Kapolri pada pekan depan.


"Dalam rancangan kami, kami berharap kalau bisa dalam minggu ini surat masuk, kemudian dibawa ke Bamus, aturan sudah tidak perlu ke paripurna lagi. Segera dari Bamus (Badan Musyawarah DPR) ada penugasan kepada Komisi III, kalau bisa hari Kamis kami sudah bisa mengundang RDPU dengan Kompolnas dan PPATK. Itu jadwal kami tadi hasil rapat internal," kata Herman Hery di kompleks gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, kemarin. 


Sementara itu Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyambut baik penunjukan Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri. "Kami menyambut baik pilihan Presiden Joko Widodo itu," kata Sunanto dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).


Sunanto menyebut pilihan Presiden tentu berdasarkan pertimbangan matang, baik dari rekomendasi nama dari Wanjakti Polri maupun Kompolnas.


"Selain itu, sebagai mantan ajudannya, Presiden tentu mengenal sosok dan sepak terjang Komjen Sigit sehingga kemudian dipercaya untuk memimpin Korps Bhayangkara," jelasnya.
Pemuda Muhammadiyah, lanjut Sunanto, meminta DPR RI, khususnya Komisi III, menjalankan mekanisme fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan secara profesional. Tujuannya adalah membedah berbagai visi-misi, program unggulan yang akan dilakukan Komjen Sigit saat memimpin Polri.


"Proses uji kelayakan itu juga sebagai instrumen para wakil rakyat menyalurkan berbagai aspirasi masyarakat terhadap Polri. Harapan masyarakat kepada institusi Polri agar semakin tepercaya, modern, dan profesional benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Secara Khusus, Pemuda Muhammadiyah berharap kepada Komjen Listyo Sigit segera bekerja keras menyiapkan berbagai program penegakan hukum, pengayoman masyarakat yang tanpa pandang bulu, mendekat pada keadilan sosial dan perlindungan total pada masyarakat," katanya.


Komjen Listyo Sigit, menurutnya, harus mampu menjawab berbagai tantangan dan tren kejahatan yang saat ini bermetamorfosa dalam berbagai bentuk. Baik cara, teknologi, dan pola kejahatan yang mengalami perubahan cepat.


Komjen Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri.  Dia lahir di Kota Ambon, Maluku, tanggal 5 Mei 1969. Lulusan Akademi Kepolisian 1991 itu menjadi Kapolresta Solo pada 2011. Dalam masa kepemimpinannya, Sigit pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah.


Setahun kemudian, Komjen Listyo Sigit Prabowo ditarik ke Bareskrim menjadi Kasubdit II Dittipidum. Pada 2013, Komjen Listyo Sigit Prabowo kemudian diangkat menjadi Dirkrimum Polda Sulawesi Tenggara.


Saat Jokowi terpilih sebagai presiden, Komjen Listyo Sigit Prabowo kemudian dipercaya menjadi ajudan. Komjen Listyo Sigit Prabowo mulai bertugas menjadi ajudan Jokowi pada Senin, 27 Oktober 2014.
Dua tahun berselang, Komjen Listyo Sigit Prabowo kembali mendapat promosi. Dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo dipercaya menduduki posisi Kapolda Banten. Sebagai Kapolda Banten, Listyo Sigit Prabowo sempat mengamankan Pilgub Banten 2017 dan Pilkada Serentak 2018. Listyo Sigit Prabowo bertugas sekitar 2 tahunan sebagai Kapolda Banten.


Pada 2018, Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kadiv Propam Polri. Dia menggantikan Irjen Martuani Sormin, yang ditugaskan sebagai Kapolda Papua. Dengan jabatan itu, Listyo Sigit Prabowo pun mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Irjen.
Selanjutnya, Listyo Sigit Prabowo dipromosikan menjadi Kabareskrim. Posisi Kabareskrim sebelumnya dijabat Idham Azis, yang diangkat Jokowi menjadi Kapolri. Dengan demikian jalur promosi jabatan tinggi yang dilalui kedua jenderal polisi itu sama yakni menjadi Kabareskrim dulu lalu menjabat Kapolri.  (det/nas)

×
Berita Terbaru Update