-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mulai Tahun 2021 Pamekasan Beri Insentif Bagi Guru Non-PNS

Thursday, January 7, 2021 | 1:00 PM WIB Last Updated 2021-01-11T08:59:13Z

 


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Ada kado indah bagi kalangan guru nonPNS pada tahun 2021 ini. Apa itu? 


Dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan para tenaga guru non-PNS itu, mulai tahun anggaran 2021 Pemkab Pamekasan akan memberikan insentif bulanan bagi mereka sebesar Rp 600 ribu.
 

“Tahun baru ini ada kado terindah bagi guru-guru non-PNS. Kado terindahnya adalah kita akan meningkatkan kesejahteraannya. Itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di kota gerbang salam ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmad Zaini. 


Bantuan insentif itu, kata Zaini, diberikan kepada guru non- PNS yang meliputi guru kelas jumlahnya sebanyak 500 orang, lalu guru Pendidikan Agama Islam sebanyak 275 orang, guru Pendidikan Jasmani Olah raga Kesehatan sebanyak 75 orang dan terakhir penjaga sekolah sebanyak 260 orang.


“Data penerima insentif yang kami pakai ada di Dapodik (data pokok pendidikan). Sementara realisasi bantuannya belum bisa dipastikan kapan dilaksanakan, karena semua calon penerima harus dibuatkan rekening lebih dulu. Di Januari belum tentu keluar. Tidak masalah nanti kan bisa dirapel,” jelasnya. 


Zaini mengakui nominal bantuann insentif tersebut masih sangat kecil, jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan dan besarnya pengabdian para guru non PNS tersebut. Namun karena kemampuan anggaran terbatas pemerintah baru bisa memutuskan memberikan bantuan sesuai kemampuannya. 


“Disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, kami berharap bantuan insentif tersebut dapat menjadi motivasi para pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Pamekasan ini,” tutur Zaini.


Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memiliki komitmen bahwa guru khususnya guru non PNS harus mendapatkan perhatian serius. Karena itu Pemkab Pamekasan mulai tahun anggaran 2021 ini, akan memberikan bantuan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan bagi mereka.   


Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan guru maupun kepala sekolah Baddrut Tamam selalu menekankan tentang perlunya bekerja secara tulus ikhlas dan professional. Pemberian bantuan insentif  bagi kalangan guru non PNS ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Pamekasan untuk menjadikan guru itu nanti bisa mengajar dengan tenang.


Ketua PGRI Pamekasan Jamil menyambut baik perhatian pemerintah terhadap kesejahteraaan guru non PNS. Pihaknya berharap bantuan itu bisa meningkatkan kinerja para pendidik di kota Gerbang Salam. 


Menurut dia bantuan itu harus sejalan dengan kinerja mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan.


Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan Dr Sahibuddin menilai honor atau kesejahteraan guru non PNS selama ini masih sagat minim dan jauh dari kata layak. Karena itu dia menyambut baik bantuan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan guru oleh Pemkab Pamekasan. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Pamekasan  dalam meningkatkan dan mamajukan pendidikan di Pamekasan.


“Honor guru non PNS selama ini masih jauh dari kata layak karena besarannya hanya  Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu perbulan. Dari pada tidak sama sekali, lebih baik ada insentif meskipun belum seberapa. Harapan kami, ditambah lagi pada tahun tahun mendatang  sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya. 


Disisi lain dia menilai anggaran insentif yang mencapai puluhan miliar dalam setahun tersebut harus menjadi pelecut bagi semua guru non PNS. Dengan harapan, bantuan tersebut dapat meningkatkan kinerja guru.


 “Adanya insentif ini perlu diimbangi dengan kinerja dan peningakatan mutu pendidikan yang baik oleh semua guru,” tuturnya. 



Ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman mengakui bantuan insentif untuk guru kelas non PNS  memang dianggarkan. Namun dia mengaku  besarnnya memang masih jauh dari tingkat kebutuhan minimum bagi warga Pamekasan. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran pemerintah. (mas) kado indah bagi kalangan guru kelas non PNS pada tahun 2021 ini. Apa itu? Dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan para tenaga guru kelas non-PNS itu, mulai tahun anggaran 2021 Pemkab Pamekasan akan memberikan insentif bulanan bagi mereka sebesar Rp 600 ribu. 


“Tahun baru ini ada kado terindah bagi guru-guru. Kado terindahnya adalah kita akan meningkatkan kesejahteraannya. Itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di kota gerbang salam ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmad Zaini Kamis 7 Januari 2021. 


Bantuan insentif itu, kata Zaini, diberikan kepada guru kelas non PNS mulai tingkat pendidikan PAUD, SD hingga SMP. Dari data yang dimilikinya terhitung jumlah guru kelas non PNS dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP mencapai 8.130 orang. Perinciannya, 3.460 guru PAUD, 2.974 guru SD, dan 1.696 guru SMP. 


“Data penerima insentif yang kami di Dapodik (data pokok pendidikan)  jumlahnya total 8.130 itu. Sementara realisasi bantuannya belum bisa dipastikan kapan dilaksanakan, karena semua calon penerima harus dibuatkan rekening lebih dulu. Di Januari belum tentu keluar. Tidak masalah nanti kan bisa dirapel,” jelasnya. 


Zaini mengakui nominal bantuann insentif tersebut masih sangat kecil, jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhahn dan besarnya pengabdian para guru non PNS tersebut. Namun karena kemampuan anggaran terbatas pemerintah baru bisa memutuskan memberikan bantuan sesuai kemampuannya. 


“Disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, kami berharap bantuan insentif tersebut dapat menjadi motivasi para pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Pamekasan ini,” tutur Zaini.


Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memiliki komitmen bahwa guru khususnya guru non PNS harus mendapatkan perhatian serius. Karena itu Pemkab Pamekasan mulai tahun anggaran 2021 ini, akan memberikan bantuan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan bagi mereka.   


Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan guru maupun kepala sekolah Baddrut Tamam selalu menekankan tentang perlunya bekerja secara tulus ikhlas dan professional. Pemberian bantuan insentif  bagi kalangan guru non PNS ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Pamekasan untuk menjadikan guru itu nanti bisa mengajar dengan tenang.


Ketua PGRI Pamekasan Jamil menyambut baik perhatian pemerintah terhadap kesejahteraaan guru non PNS. Pihaknya berharap bantuan itu bisa meningkatkan kinerja para pendidik di kota Gerbang Salam. Menurut dia bantuan itu harus sejalan dengan kinerja mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan.


Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan Dr Sahibuddin menilai honor atau kesejahteraan guru non PNS selama ini masih sagat minim dan jauh dari kata layak. Karena itu dia menyambut baik bantuan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan guru oleh Pemkab Pamekasan. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Pamekasan  dalam meningkatkan dan mamajukan pendidikan di Pamekasan.


“Honor guru non PNS selama ini masih jauh dari kata layak karena besarannya hanya  Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu perbulan. Dari pada tidak sama sekali, lebih baik ada insentif meskipun belum seberapa. Harapan kami, ditambah lagi pada tahun tahun mendatang  sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya. 


Disisi lain dia menilai anggaran insentif yang mencapai puluhan miliar dalam setahun tersebut harus menjadi pelecut bagi semua guru non PNS. Dengan harapan, bantuan tersebut dapat meningkatkan kinerja guru. “Adanya insentif ini perlu diimbangi dengan kinerja dan peningakatan mutu pendidikan yang baik oleh semua guru,” tuturnya. 


Ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman mengakui bantuan insentif untuk guru kelas nn PNS  memang dianggarkan. Namun dia mengaku  besarnnya memang masih jauh dari tingkat kebutuhan minimum bagi warga Pamekasan. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran pemerintah. (mas)
×
Berita Terbaru Update