-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PGN Jatim Minta Pemerintah Kembangkan Kampung dengan Kearifan Lokal

Wednesday, January 27, 2021 | 11:33 PM WIB Last Updated 2021-01-27T16:35:15Z

 



JOMBANG (DutaJatim.com) -  Sekretaris Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Timur, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menyarankan agar setiap desa/kampung di Indonesia mengembangkan kearifan lokal. Bukan malah mengembangkan barang atau budaya impor, baik dari Barat atau Timur Tengah. Misalnya adanya ide membuat kampung Turki di Depok Jawa Barat.


"Apa urgensinya Kampung Turki?"  kata Gus Wal. "Tak ada jasa Negara Turki kepada Indonesia," kata Gus Wal saat ditemui di Rumah Pancasila Jombang Rabu 27 Januari 2021.

Sesuai usulan dari Panglima/Pimpinan PGN Jawa Timur Abah Drs Akhmad Baidhowi MTS yang disampaikan ketika acara Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah PGN Jawa Timur) 26-27 Desember 2020, setiap kampung/desa perlu mengembangkan dan melestarikan kearifan lokal dengan membuat setiap desa/kampung sebagai Desa/Kampung  Berkarakter Budaya Nusantara.


"Setiap Desa/Kampung harus melestarikan dan menghidupkan kembali adat, budaya dan kesenian- kesenian tradisional di daerahnya masing masing. Acara seperti tahlilan, manaqib, diba'an, dan lainnya harus dilestarikan," katanya.


Hal ini selain bertujuan untuk menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal juga akan membantu bangkitnya sektor pariwisata dan UMKM. Sektor ekonomi desa bisa kembali menggeliat dan bangkit pasca pandemi covid 19 ini.

"Juga akan sangat membantu Kamtibmas Desa dan Kampung dari masuknya maupun infiltrasi paham paham radikalisme, terorisme, khilafah komunisme," kata Gus Wal.

Kampung Turki

Seperti diketahui Pemerintah Kota Depok menawarkan pendirian Kampung Turki kepada Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pertemuan daring, Jumat pekan lalu.


Dalam pertemuan yang diikuti Wali Kota Muhammad Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono itu, pemerintah kota Depok menilai Kampung Turki sangat menarik untuk mengenalkan masyarakat kepada bahasa dan budaya Turki, termasuk kuliner Turki.

"Kampung Turki juga akan mempererat kerja sama investasi dan perdagangan dengan Turki," kata Imam kepada Anadolu Agency.


Sebab itu pemerintah kota Depok berencana mengundang perusahaan Turki dan yayasan Turki untuk berkolaborasi mendirikan kampung Turki di Depok. Pasangan yang baru sehari ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih itu juga menjajaki kerja sama investasi melalui Kedutaan Indonesia di Turki, antara lain kerja sama pembangunan infrastruktur maupun kawasan industri di kota Depok. 


"Depok mengalami ledakan penduduk sehingga perlu layanan publik dan infrastruktur yang baik," kata Idris, dalam pertemuan tersebut.


Sedangkan di sektor perdagangan dengan Turki, pemerintah kota Depok menawarkan ekspor ikan hias dari kota itu yang selama ini sudah menembus pasar Eropa. Pada tahun ini, kata Idris, ekonomi Depok diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, dan pada 2022 dan 2023 di kisaran 6-7 persen.


"Ekonomi Depok banyak didorong oleh industri pengolahan dan jasa," kata Idris.


Dalam pertemuan Dubes Indonesia untuk Republik Turki, Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif inisiatif pemerintah kota Depok menjajaki kerja sama. 


"Kami juga berkepentingan agar perdagangan Indonesia dengan Turki meningkat sehingga bisa surplus," kata Lalu, dalam pertemuan tersebut.

Lalu meminta pemerintah kota Depok untuk menyiapkan proyek-proyek infrastruktur maupun kawasan industri yang sudah siap atau ready to offer untuk ditawarkan kepada investor Turki, melalui skema kerja sama pemerintah-swata atau public private partnership dan skema lainnya.


Dalam bidang ekspor, Lalu mengatakan akan membantu eksportir dari Depok dengan layanan analisis pasar Turki. "Siapkan dulu komoditasnya, kami akan berikan analisis pasar, prosesnya sekitar dua minggu," kata Lalu. (zs/rpk)


    


×
Berita Terbaru Update