-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

"Labuan Hati” Tertambat di Moskow: Diskusi Film Pemuda Indonesia-Rusia

Tuesday, February 2, 2021 | 1:30 AM WIB Last Updated 2021-02-01T18:30:02Z

 


MOSKOW (DutaJatim.com) - “Labuan Hati” film karya sutradara wanita Indonesia, Lola Amaria, mengisi kegiatan pemutaran dan diskusi film “Cinema-Café” yang diselenggarakan oleh Indonesia-Russia Youth Association (IRYA) dan didukung penuh KBRI Moskow pada Jumat (29/01/2021).


Kegiatan yang diselenggarakan di KBRI Moskow secara laring dan daring ini merupakan kick-off kegiatan IRYA selanjutnya. Kegiatan diskusi film secara daring menghadirkan sang sutradara film. IRYA sendiri diresmikan pendirianya pada penghujung tahun 2020 oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares.

 

“Cinema-Café” yang dihadiri langsung secara terbatas oleh sejumlah pemuda Rusia dan Indonesia dibuka oleh Wakil Duta Bear RI Moskow, Azis Nurwahyudi.  Beberapa mahasiswa Indonesia dari kota Rostov-on-Don yang berjarak sekitar 1.077 km ke arah selatan Moskow juga turut hadir.


Dalam sambutannya, Wakil Dubes Azis menyampaikan apresiasi kepada sutradara film yang turut hadir sebagai narasumber dan para pemuda kedua negara yang hadir secara laring dan daring. Dinyatakan pula bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai salah satu upaya mempromosikan seni budaya Indonesia, yaitu melalui film, tetapi juga turut mempromosikan hubungan people-to-people contact warga kedua bangsa. 


“Film dapat menjadi jembatan dalam membangun kesepahaman warga kedua bangsa”, ujar Wakil Dubes Azis.

 
Sementara Presiden Direktur IRYA, Alfachreza Azure, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pertama IRYA dan selanjutnya telah direncanakan serangkaian kegiatan lainnya yang diharapkan dapat turut memberi kontribusi bagi pengembangan hubungan kedua negara, khususnya di bidang sosial budaya dan ekonomi.


“Semoga melalui film ini dapat turut mempromosikan pariwisata Indonesia dan para penonton, baik warga Rusia maupun Indonesia, dapat lebih mengenal daerah wisata di Indonesia”, tambah Alfachreza.

 

Acara pemutaran film yang berdurasi sekitar 140 menit dengan teks bahasa Rusia yang diterjemahkan oleh KBRI Moskow, dilanjutkan dengan diskusi film secara daring dengan Lola Amaria. Diskusi dimoderatori oleh Direktur IRYA, Nikita Sergeevic Kuklin, yang juga menjabat sebagai Asisten Departemen Teori dan Sejarah Hubungan Internasional di RUDN University, Moskow.


Diskusi yang berlangsung secara dinamis membahas berbagai topik terkait film “Labuan Hati”, keberadaan sutradara wanita di Indonesia, maupun perkembangan perfilman Indonesia secara umum. Lola Amaria menyatakan bahwa film ini memang secara khusus mengangkat tema pariwisata dan isu-isu faktual wanita Indonesia modern saat ini. Lokasi syuting di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.

 

“Saya sangat terkesan dengan cara sutradara mengupas masalah keseharian hubungan antar manusia yang digambarkan melalui karakter 3 tokoh wanita dalam film ini serta teknik pengambilan gambar bawah laut di film ini yang menurut saya memiliki tantangan tersendiri dalam pengerjaannya. Saya juga sangat terkesan dengan keindahan pemandangan alam yang ditampilkan dalam film ini dan yakin film ini akan dapat menarik minat turis Rusia untuk berkunjung ke Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo”, ungkap Gubareva Valeria Viktorovna, mahasiswa Lomonosov Moscow State University, setelah selesai mengikuti kegiatan ini.

 

Berbagai tanggapan positif dan apresiasi disampaikan para peserta kegiatan ini. Tema film terkait isu-isu wanita Indonesia modern yang diangkat secara ringan dipandang memiliki kemiripan dengan situasi sosial yang juga terjadi di Rusia saat ini.


Selain itu, lokasi syuting yang sangat indah juga mendorong keingintahuan dan ketertarikan para penonton kedua negara untuk mencari informasi lebih jauh maupun keinginan berwisata ke daerah ini apabila situasi pandemi Covid-19 sudah membaik dan dimungkinkan lagi berwisata ke Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Sebagian besar penonton berharap film ini dapat diputar kembali pada kesempatan lainnya dengan kemungkinan jumlah penonton yang lebih banyak lagi. (Gatot Susanto)
×
Berita Terbaru Update