-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gatot Tolak Ikut Kudeta, AHY Bawa Pasukan Ketua DPD 'Serbu' Kemenkum-HAM

Monday, March 8, 2021 | 10:21 AM WIB Last Updated 2021-03-08T03:21:48Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Ternyata bukan hanya Moeldoko saja mantan Panglima TNI yang dirayu agar mau ikut mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun juga mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.


Gatot mengaku pernah diajak menggulingkan AHY dari ketua umum Partai Demokrat lewat kongres luar biasa (KLB). Tapi Gatot menolaknya karena dia teringat jasa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ikut andil dalam perjalanan kariernya di TNI.  Untuk itu Gatot menyinggung soal dia yang sempat digadang-gadang akan menjadi ketum Demokrat. Gatot kemudian bercerita soal isi ajakan kepadanya untuk menggulingkan AHY.


"Banyak yang bertanya kepada saya, bapak juga digadang-gadang menjadi Ketum Demokrat. Ya saya bilang siapa sih nggak mau, partai dengan 8%, besar, pernah ngangkut kepada Presiden. Ada juga yang datang kepada saya. Datang, 'Wah menarik juga, gimana prosesnya?' 'Begini Pak nanti kita bikin KLB', 'KLB terus gimana?' 'Nanti dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu, mosi tidak percaya, AHY turun'. 'AHY turun baru pemilihan, bapak pasti deh nanti begini-begini'. 'Oh begitu ya?'" kata Gatot seperti dikutip dari detikcom, Senin (8/3/2021).


Lalu apa jawaban Gatot? Dia pun teringat jabatan yang pernah diamanahkan SBY kepadanya. Saat itu, SBY memintanya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).


"Saya bilang, 'Menurunkan AHY? Gini loh, saya bisa naik bintang satu, bintang dua, taruhlah itu biasalah, tapi begitu saya bintang 3 itu presiden pasti tahu. Kemudian jabatan Pangkostrad pasti presiden tahu, apalagi presidennya tentara waktu itu Pak SBY, tidak sembarangan, bahkan saya Pangkostrad dipanggil oleh SBY ke Istana, 'Kamu akan saya jadikan Kepala Staf Angkatan Darat'. Saya bilang 'Terima kasih atas penghargaan ini dan akan saya pertanggungjawabkan'. 'Laksanakan tugas dengan profesional, cintai prajuritmu dan keluargamu dengan segenap hari dan pikiranmu'. Itu aja selamat, beliau tidak titip apa-apa, tidak pesan yang lainnya lagi," jelas dia.


Gatot mengatakan dia diberi jabatan oleh dua presiden. Presiden ke-6 RI, SBY dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gatot menyebut tidak mau menerkam orang yang pernah memberikan kepercayaan kepadanya.


"Maksud saya begini, apakah iya saya dibesarkan oleh 2 presiden, satu Pak Susilo Bambang Yudhoyono, satu lagi Pak Jokowi. Terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya? Ini kan ya sekarang ya lagi viral, puma menerkam orang utan, begitu anaknya nggak jadi dimakan, anaknya diangkat sama dia dibawa sama dia, diamankan, binatang itu," kata dia.


"Lalu nilai-nilai apa yang akan saya berikan pada anak saya? Waduh itu anak nggak beradab tuh, waduh itu nggak beradab tuh, udah jadikan KSAD sama ini, anaknya menjabat digantiin karena dia ambisi untuk yang lebih besar lagi," kata dia.


Gatot Nurmantyo tidak menjelaskan lebih jauh soal siapa pihak yang mengajaknya untuk menggulingkan AHY. Dia memilih menolak tawaran KLB Demokrat karena moral dan etika.


"Saya bilang saya terima kasih, tetapi moral etika saya tidak bisa menerima dengan cara seperti itu. Akhirnya, 'Pak kan...' Udah-lah, nggak usah dibaca lagi saya bilang," katanya. 


"Serbu" Kemenkum-HAM


Acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang, Sumatera Utara, sudah menetapkan Ketum, Sekjen, dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Akhirnya Moeldoko menjabat ketum. Jhoni Allen Marbun dipilih sebagai sekjen kubu KLB Deli Serdang.


"Moeldoko ketum, Jhoni Allen Marbun sekjen. Marzuki Ali ketua dewan pembina," kata salah satu penggagas KLB Deli Serdang Max Sopacua kepada wartawan, Senin (8/3/2021).


Hasil yang diklaim sebagai KLB Deli Serdang disebut akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mendapatkan surat keputusan Senin hari ini. 


Namun, Max belum bisa memastikan kapan tepatnya penyerahan tersebut akan dilakukan. Pada hari yang sama Ketum Demokrat AHY dan 34 Ketua DPD PD juga ke Kemenkum HAM untuk melakukan perlawanan dengan mendaftarkan kepengurusan partainya.


KLB Deli Serdang yang dipimpin Jhoni Allen Marbun memenangkan Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketum PD. Moeldoko dalam sambutan perdananya mengajak seluruh kader PD berjuang kembali untuk meraih kejayaan.


"Saya mengajak seluruh kader Demokrat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk bersama-sama berjuang untuk meraih kembali kejayaan Demokrat!" kata Moeldoko di lokasi KLB, The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).


"Tidak ada yang tertinggal. Semua kita bersatu padu, kita ajak semuanya. ini adalah rumah besar kita bersama," imbuh Moeldoko.


Sementara itu, AHY menegaskan dirinyalah ketua umum Partai Demokrat yang sah dengan sekjen Teuku Riefky Harsya. AHY dan 34 ketua DPD PD seluruh Indonesia akan menyambangi Kemenkumham untuk menepis klaim KLB Deli Serdang yang dipimpin Jhoni Allen Marbun.


"Sebagai tindak lanjut atas langkah-langkah hukum dan administrasi yang ditempuh, pagi ini dipimpin langsung oleh Mas Ketum AHY dan didampingi 34 Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia serta ratusan pengurus DPP PD akan mendatangi Kementerian Hukum dan HAM untuk menegaskan legalitas dan keabsahan para Ketua DPD dan Ketua DPC kabupaten/kotanya masing-masing," kata Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya, Senin (8/3/2021). (det/wis)


×
Berita Terbaru Update