-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hikmah Isra' Mikraj: Menyeimbangkan Langit dan Bumi, Pikiran dan Hati agar Bahagia

Thursday, March 11, 2021 | 1:37 PM WIB Last Updated 2021-03-11T07:35:39Z

 

FOTO: R. SUWONO

Prof. DR. KH. Imam Mawardi, MA ketika memberikan ceramah di Masjid  Raudhatul Jannah, Kamis (11/3/2021).


SURABAYA (DutaJatim.com) - Sebagai muslim, sudah seharusnya kita dapat menyeimbangkan kehidupan antara langit dan bumi. Inilah yang terkadung dalam Isra' Mikraj yang pada hakekatnya mengandung dua hal penting. 


Keduanya harus seimbang agar kita mendapatkan kebahagiaan hakiki.  Isra' Mikraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW.


Hal itu dikatakan Prof. DR. KH. Imam Mawardi, MA ketika memberikan ceramah di Masjid  Raudhatul Jannah, Perum Wisma Permai, Pepelegi, Waru Sidoarjo
Kamis (11/3/2021) pagi tadi. Pengajian dalam rangka memperingati Isra' Mikraj tersebut dihadiri sekitar 80 jemaah dengan penuh protokol kesehatan.


"Kedua hal penting itu, yakni perjalanan dari Makkah ke Palestina dan dari Palestina ke Langit. Kita harus menyeimbangkan keduanya agar kita mendapat kebahagiaan yang hakiki. Bila seseorang didominasi oleh kehidupan duniawi saja, maka orang tersebut tak akan bahagia. Orang yang tak pernah ke majelis dzikir juga tak akan bahagia. Karena itulah, dalam kehidupan ini jangan melupakan agama," kata Kiai asal Madura ini.


Dia mengatakan, komponen bahagia ada dua hal, yakni pikiran dan hati. Keduanya harus seimbang agar kita menemukan kebahagiaan. Anak-anak di Madura penuh keceriaan dan tidak stres, karena mereka jauh dari kehidupan duniawi. Tidak terlalu menggunakan HP. Mereka masih bermain dengan lumpur. Lain lagi kalau di kota yang hampir semuanya anank-anak kota diselimuti dengan HP setiap harinya.


Dosen UINSA ini juga mengatakan, hari ini kita peringati Isra' Mikraj. Peristiwa perjalanan bumi, juga perjalanan akhirat. Setiap Allah menyebut langit, maka Allah menyebut pula bumi. Ini salah satu hikmahnya. Menyeimbangkan hidup.

Seimbang dunia, seimbang akhirat. Tenang pikiran, tenang hatinya. Sayangnya kehadiran digital telah menggoyahkan keseimbangan ini.

Contohnya HP yang banyak membuat condong ke dunia. Riset menyatakan rata-rata sekitar 76 kali orang membuka HP-nya sehari. Ini yang membuat heran seorang peneliti. Anak-anak desa di India lebih bahagia daripada anak-anak di Australia. "Inilah penting kita menyeimbangan agama dan duniawi, sehingga kita mendapatkan ketenangan," katanya. (Erfandi Putra)





×
Berita Terbaru Update