-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jelang Musda XIV HIPMI Jatim: Mengusung Jatim Aksi, Rois Siap Majukan HIPMI

Sunday, March 21, 2021 | 2:01 PM WIB Last Updated 2021-03-21T07:01:44Z

 


KOTA BATU (DutaJatim.com)  – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jatim bakal menggelar Musda XIV HIPMI pada Rabu  24 Maret 2021 mendatang. Sejumlah pengusaha bersiap untuk maju sebagai calon ketua. Salah satunya pengusaha muda, Rois Sunandar Maming. 


Peluang Rois terbuka lebar untuk duduk sebagai ketua periode 2021-2024 yang akan dipilih saat pelaksanaan musda.

Nama Rois mencuat setelah mendapat dukungan dari 28 badan pengurus cabang (BPC) HIPMI kabupaten/kota. Kuatnya dukungan yang diberikan mendorong dia untuk maju sebagai calon ketua. Ia mengusung konsep visi Jatim AKSI (amanah, kolaboratif, solutif dan inklusif) untuk memajukan Hipmi Jatim.


Visi itu digaungkan bersamaan dengan kegiatan safari yang dia lakukan ke sejumlah kota/kabupaten se Jawa Timur. Salah satuny saat berkunjung ke Kota Batu. Tampak dalam kunjungannya itu dia disambut pengurus BPC HIPMI Kota Batu. 


“Semangat kita semua sama. Kita ingin memperkuat peran HIPMI dalam menyambut momentum pemulihan ekonomi. Saatnya para pengusaha muda di Jatim menggalang kolaborasi besar dan strategis untuk kembali menggeliatkan ekonomi Jatim,” kata Rois saat acara sambung rasa bersama BPC HIPMI Kota Batu kemarin.

Ia menjelaskan visi Jatim Aksi yang diusungnya. Yakni amanah, artinya dia akan berjuang sekeras tenaga untuk bergerak bersama memberdayakan pengusaha muda. “Kolaboratif, tentu pengusaha muda tak bisa bergerak sendiri-sendiri, saling bantu, saling memberdayakan,” jelas Rois.


HIPMI Jatim juga harus menjadi pusat kolaborasi, center of collaboration, di mana semuanya akan membentuk ekosistem bisnis yang memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Selanjutnya solutif, yang artinya bahwa HIPMI harus memberi solusi bagi pengusaha muda. “Misal kami bermitra dengan perbankan untuk mencari solusi bagi pengusaha muda yang belum bankable tapi prospek usahanya baik,” jelas Rois.


Pihaknya juga cari solusi dengan bermitra bersama perguruan tinggi terkait penerapan teknologi bagi UMKM pengusaha muda. Dan terakhir inklusif. Bahwa HIPMI akan menjadi rumah bagi semua pengusaha muda.


“HIPMI akan mempertahankan jati dirinya sebagai organisasi terbuka yang membuka jalan bagi semua, mulai pengusaha tingkat mikro sampai pengusaha besar,” tandas Rois.

Selain menyebarluaskan visi Jatim Aksi, kunjungan Rois ke sejumlah kota/kabupaten untuk menggali potensi ekonomi di setiap kabupaten/kota. Ia menuturkan pengusaha muda harus bisa memberikan kontribusi untuk menggairahkan UMKM melalui relasi-relasi bisnisnya.

“Pasalnya situasi pandemi berdampak pada UMKM karena daya beli konsumen menurun. Melalui program Jatim Aksi kita harus berjuang sekeras tenaga untuk bergerak bersama memberdayakan pengusaha muda,” kata pemilik perusahaan batu bara, PT Batulicin 69 ini.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kota Batu Yogi Triatmaja menyampaikan HIPMI Kota Batu memberikan dukungan kepada Rois Sunandar Maming. Pihaknya siap bersinergi dengan BPD untuk bergerak bersama memberdayakan pengusaha muda agar lebih berkembang serta bisa berkontribusi positif dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 terlebih pada pelaku UMKM.

“Kami siap mendukung serta  berkolaborasi, khususnya memajukan dan memaksimalkan potensi dari sektor UMKM, sehingga peran pemuda sebagai pelopor kebangkitan bisa terwujud. Kami kedepan akan lebih fokus dengan kegiatan ekonomi kreatif,” tegas Yogi.

Selain itu, Yogi berharap agar kehadiran Rois ke Kota Batu dapat menggerakkan pertumbuhan sektor UMKM. Terlebih Rois menaruh perhatian lebih pada pengembangan sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional ini.

“Harapan kami, bisa menggerakkan jejaring beliau berinvenstasi di Kota Batu, khususnya sektor UMKM. Karena situasi pandemi daya tahan UMKM sedikit mengalami penurunan. Kami pun siap berkolaborasi dengan Pemkot Batu untuk menggerakkan potensi UMKM,” papar dia.

Yogi menambahkan, pengembangan agribisnis menjadi peluang yang sangat potensial. Karena Kota Batu merupakan daerah pertanian penghasil sayur maupun buah. Sehingga harus ada diversifikasi produk hasil pertanian agar bisa meningkatkan nilai ekonomi.

“Dengan begitu bisa dipastikan agribisnis akan bergairah sehingga petani lebih sejahtera. Caranya kita langsung membeli dari mereka dengan harga wajar lalu kita olah untuk dipasarkan. Kami akan menggandeng pemilik usaha oleh-oleh, hotel hingga restoran, bisa juga memanfaatkan kemajuan teknologi. Jadi petani tidak tertekan dengan harga tengkulak,” harapnya. (ndc)


×
Berita Terbaru Update