-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mahfud MD Apresiasi Jatim Sukses Tangani Covid-19 dan Jadi Pusat Moderasi Islam

Thursday, March 18, 2021 | 6:37 AM WIB Last Updated 2021-03-17T23:37:34Z




SURABAYA (DutaJatim.com) - Jawa Timur dinilai berhasil menanggulangi  pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.  Kini kasus positif Covid-19 di Jatim semakin rendah di banding wilayah lain. Karena itu Menkopolhukam RI, Mahfud MD, pun memberikan apresiasi kepada Pemprov Jatim. Bahkan, dia menegaskan, bahwa Jatim sukses dalam menangani Covid-19.


 "Jawa Timur ini mendapatkan catatan akhir-akhir ini dari masyarakat Indonesia. Dari Covid-19 yang dulu luar biasa menakutkan, ini orang sampai bilang takut kalau ke Jawa Timur. Sekarang Jawa Timur menempati urutan terendah di bawah provinsi yang lain," kata Mahfud MD saat ditemui di Makodam V/Brawijaya, Rabu (17/3/2021).


 Dia mengatakan, salah satu keberhasilan Jatim itu karena manajemen penanganan Covid-19 yang tepat. "Pemerintah sekarang ini sedang bekerja keras dan fokus di dalam segala kebijakannya untuk menangani, untuk berperang melawan Covid," ujarnya.


Mahfud  menambahkan, pemerintah punya dua program Perpres No 82 Tahun 2020. Poin utamanya, yakni perang melawan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang harus dibangun secara bersama-sama. 

"Jawa Timur rupanya merupakan salah satu contoh karena kerjasama antara pimpinan pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sebagainya," paparnya.


 Menkopolhukam RI juga mengatakan, pemerintah menyediakan fasilitas dengan biaya yang mahal untuk menyelamatkan rakyat. "Pertama, kalau kaitannya dengan Covid itu tentu vaksinasi. Kemudian 3M, tetapi vaksin itu semua provinsi sudah dianjurkan, agar dilakukan dengan cermat," ungkapnya.

 Dia menegaskan, saat ini pemerintah menyediakan fasilitas dengan biaya yang mahal untuk menyelamatkan rakyat.


"Dalil yang berlaku umum kalau di dalam ilmu konstitusi itu, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kalau kamu ingin menyelamatkan rakyat, boleh kamu melanggar konstitusi, bahkan begitu. Dalil itu ekstremnya, sehingga banyak orang melakukan tindakan-tindakan, dan itu melawan hukum. Tapi untuk menyelematkan rakyat dan inilah yang sekarang dilakukan," katanya.

Sebelumnya Mahfud MD juga menyebut jika Jawa Timur merupakan tempat tumbuhnya moderasi Islam pertama di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan para Tokoh Lintas Agama Jatim di Makodam V/Brawijaya, Rabu (17/3/2021).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan, Jawa Timur adalah salah satu provinsi terbesar dengan 40 juta penduduk dan 38 kabupaten/kota. Selain itu, kata dia, pertama moderasi Islam, moderasi beragama tumbuh di Jatim.

"Jawa Timur merupakan tempat berkembangbiaknya moderasi beragama yang dulu dipelopori oleh Kiai Hasyim Asyari. Sebelum itu Muhammadiyah juga sudah mengembangkan dan itu berkembang juga di Jawa Timur," ungkapnya.

Menurutnya, memang ada peristiwa-peristiwa teror di Jawa Timur namun bisa diatasi. 


"Tapi secara umum rakyat Jatim tumbuh dengan penuh toleransi. Oleh karena itu tentu bukan hanya Jawa Timur, seluruh Indonesia umat Islamnya itu pada umumnya toleran," jelasnya.

Mahfud menjelaskan, sebenarnya konflik antar umat beragama karena perbedaan agama itu sangat kecil. "Bahwa ada teroris itu menyimpang, tapi bukan hanya di Islam. Semua agama itu punya terorisnya sendiri, karena sangat radikal di dalam pemahamannya," tegasnya.

Ia menambahkan, Jawa Timur merupakan salah satu contoh karena kerjasama antara pimpinan pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sebagainya. "Hari ini Pangdam V/Brawijaya mengumpulkan tokoh-tokoh bersama pemerintah, dari berbagai ormas untuk silaturrahim. Ini untuk mengingatkan bahwa kita punya Indonesia yang harus dijaga bersama-sama," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Mekopolhukam hadir didampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. (kmf)
×
Berita Terbaru Update