-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemkab Pamekasan Luncurkan Program ‘’Vital-19’’, Obati Pasien Covid-19 Secara Spiritual

Saturday, March 6, 2021 | 5:09 PM WIB Last Updated 2021-03-06T10:09:19Z


Bupati Baddrut Tamam dialog virtual dengan pasien Covid-19 yang ada di RSUD Pamekasan.




PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Pemkab Pamekasan kini memiliki program Virtual Therapy Psikologi Spiritual bagi penderita Covid-19 yang bernama Vital-19. Program ini memberikan penguatan mental spiritual, fisik dan psykis bagi penderita Covid-19 yang dilakukan secara komunikasi virtual.


Dalam program ini Pemkab Pamekasan bekerjasama dangan sebuah lembaga training motivasi Think Institute Indonesia. Sabtu (6/3/21) hari ini program ini mulai dilaunching Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Dihadiri Direktur Thing Institut Indonesia Ketut Abid Halimi, dan Kabid Penanggulangan Penyakit  Dinkes Pamekasan Dr Nanna Suyanto. 


Ketut Abid Halimi mengatakan pasien Covid 19 yang sedang dirawat butuh media komunikasi penguatan mental spiritual, penguatan fisik dan psikisnya. Di program vital ini pasien akan diterapi secara virtual melalui hipnoterapi senam otak dan senam hati. Maksudnya agar pasien mampu memantainen pikiran, emosi, hati dan jiwanya agar lebih tenang, ikhlas mendekatkan diri kepada Tuhan.


Dikatakan, orang yang sedang sakit biasanya hipersensitif. Kalau dalam kondisi sakit bisa tenang setelah menjalani terapy psykis, itu luar biasa. Dalam program ini secara teknis semua pasien covid 19 yang tengah dikarantina di Rumah Sakit menjadi peserta berkomunikasai langsung dari rumah sakit melalui zoom. 


Pada pelaksanaan launching Sabtu (6/3/21) ada sekitar 15 orang pasien Covid di RSUD Pamekasan yang berkomunikasi dengan motivator secara virtual. Bahkan Bupati Baddrut Tamam juga melakukan komunikasi virtual dengan mereka memberikan motivasi dan untuk tabah sabar dan pasrah kepada Allah SWT. Sehingga hatinya tenang dan imunitasnya kuat. 


“Tadi mereka semua pasien menyampaikan resolusinya. Mereka bilang kalau Allah menyembuhkan dia akan sembuh. Jika sembuh mereka berjanji segera melakukan perbaikan, lebih taqwa, ingin lebih peduli terhadap lingkungan, menjaga pola hidup sehat. Nah itu kan resolusi, orang yang sedang dalam kondisi sakit punya keinginan baik itu luar biasa,” tandas Halimi.


Saat pasien menyampaikan isi pikiran dan perasaan hatinya secara tulus, kata Halimi, semua yang diucapkan oleh pasien itu merupakan kekuatan jiwa yang akan menjadi doa dan menjadi jalan penguatan menuju kesembuhan.  
Terapy virtual ini, kata Halimi, akan dilakukan rutin dengan para pasien dengan membentuk grup WA. Efektifitas dari program ini, akan diketahui dari therapy atau komunikasi lanjutan yang akan terus berlangsung. 


Bupati Baddrut Tamam, kata Halimi, sangat mendukung program ini, karena program ini berasal dari gagasan dia sendiri. Baddrut Tamam mendukung dan mensupport program ini dan juga berterimakasih kepada pejuang Covid, tenaga medis yang dirumah sakit yang sudah memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien.


Kabid Penanggulangan Penyakit Dinkes Pamekasan Dr Nanang Suyanto mengatakan seorang yang sakit pengobatannya tidak hanya  dengan obat tapi harus ada terapi holistic aspek fisik, psikis dan spiritualnya. Aspek spiritual sangat mendukung meningkatkan imunitas dan juga bisa meredam kondisi stress, terutama pasien covid sangat rentan mengalami stres. 


”Mereka stres bukan karena penyakitnya namun juga karena masyarakat masih memandang covid-19 ini sebagai sesuatu yang aib, dimana stigma ini masih tinggi, sehingga timbul kecemasan didalam diri para pasien bahwa nanti kalau sudah sembuh akan dikucilkan,” katanya.


Terapi spiritualitas ini, kata dia, diharapkan akan memacu kekebalan tubuh yang diharapkan membunuh virus yang ada di dalam tubuh pasein. Gabungan antara pengobatan medis dengan terapy spiritual akan lebih tepat. Selama pasien spiritualitas dan psikologisnya terganggu, diberi obat apapun tidak berdampak signifikan. (mas)
×
Berita Terbaru Update