-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pernikahan Putri Kiai Asep "Bertabur" Tokoh Nasional, Pejabat, dan Ulama, Kiai As'ad Jadi Saksi Nikah

Saturday, March 6, 2021 | 1:20 AM WIB Last Updated 2021-03-08T02:19:02Z

 




MOJOKERTO (DutaJatim.com) – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, menikahkan salah satu putrinya, dr Zahrotu Romadhon (Ning Zahro) dengan dr Muhammad Fadli  Fajriyansyah  di hall Masjid Kampus IKHAC Kompleks Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jumat (5/3/2021). 


Hadir dalam acara akad nikah itu Dr KH As’ad Said Ali, mantan Wakil Ketua Umum PBNU dan  Wakil Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), yang sekaligus sebagai saksi nikah---sebelumnya sempat disebutkan saksi nikah adalah Habib Lutfi bin Yahya---, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sekaligus meresmikan Masjid Kampus IKHAC, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Menteri Agama Drs. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.




Sejumlah Bupati dan Walikota juga hadir. Mereka antara lain Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wabup Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra), Bupati Sidoarjo A. Muhdlor Ali, Walikota Mojokerto, Bupati Jombang, Bupati Gresik, Bupati Pamekasan, dan sejumlah pejabat lain.

Selain itu hadir pula para ulama antara lain KH Khusen Ilyas, KH Abdussomad Buchori, dan sejumlah kiai lain. Pernikahan Ning Zahro dan Fadli bertabur tokoh nasional, pejabat, dan ulama.

Dalam kesempatan itu Kiai Asep sendiri yang menikahkan putrinya dengan pria pujaan hatinya yang asal Palembang. Kiai Asep juga menyampaikan khutbah nikah.

Gubernur Khofifah saat menyampaikan sambutan menggambarkan acara akad nikah Ning Zuhro dan Fadli dihadiri tokoh pejabat dan ulama lengkap. Bahkan  Gubernur mengatakan seandainya mau rapat membahas masalah Gerbangkertosusila di tempat itu dia merasa sudah lengkap. Pejabat yang hadir dari pusat, Jatim, bahkan ada yang dari Jabar.




Selain itu, biasanya acara akad nikah dilaksanakan di masjid yang sudah diresmikan, tapi ini lain. Akad nikah dilaksanakan di masjid yang belum diresmikan. Gubernur Khofifah lalu menerjemahkan maksus Kia iAsep, bahwa Kiai Asep ingin agar kedua mempelai selalu ingat akan masjid. Setelah memberi sambutan Gubernur Khofifah didampingi Kiai Asep, wakil menteri agama, dan sejumlah pejabat lain meresmikan masjid Kampus IKHAC yang megah. Acara peresmian ditandai dengan  pemukulan beduk dan menandatangani prasasti nama masjid tersebut.


Halaqah EBT


Selain itu ada pula acara halaqah atau seminar tentang energi baru terbarukan (EBT), khususnya geothermal atau panas bumi. Acara ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno secara virtual. Begitu pula pejabat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

Sandiaga Uno yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu bukan kali ini saja datang ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Sebelumnya juga pernah datang sebagai narasumber di pesantren yang memiliki sekitar 12 ribu santri tersebut. 

Menteri Sandiaga Uno dan pejabat dari Kementerian Keuangan dan Kementrian ESDM menyambut positif halaqah yang diprakarsai Kiai Asep, Ponpes Amanatul Ummah, kampus IKHAC. Apalagi Mojokerto merupakan salah satu tempat eksplorasi geothermal yang sangat potensial di Jawa Timur yakni di Gunung Arjuno - Welirang. 


Lebih dari itu, karena sekarang kondisi energi fosil sudah sangat menipis sehingga harus ada langkah nyata untuk mengembangkan energi baru terbarukan, khususnya geothermal yang melimpah dan ramah lingkungan.

Prof Adi Susilo PhD geoscientiest asal Universitas Brawijaya, pemateri dari Kemenkeu, dan narasumber dari Kementerian ESDM memberi gambaran terkait keuntungan geothermal. Prof Adi Susilo berharap pesantren seperti Ponpes Amanatul Ummah bisa terlibat dalam pengembangan geothermal di Mojokerto. (din/gas/oko)





×
Berita Terbaru Update