-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Heboh KH Hasyim Asy'ari Hilang di Kamus Sejarah RI, Gus Wal Puji Nadiem yang Minta Maaf ke PBNU

Thursday, April 22, 2021 | 20:38 WIB Last Updated 2021-04-22T13:38:36Z

 



JOMBANG (DutaJatim.com) - Ketua Garda Benteng Nusantara (GBN),  AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), memuji Mendikbud Nadiem Makarim yang  sowan ke Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj untuk meminta maaf atas polemik kamus sejarah RI tanpa menyebut peran Hadratus Sheikh KH Hasyim Asy'ari  dalam perjuangan bangsa Indonesia. Kemendikbud juga sudah menarik kamus itu untuk direvisi.

 
"Alhamdulillah, saya mengapresiasi Mendikbud Nadiem Makarim yang sowan ke PBNU, meskipun sudah sangat terlambat. Oke lah kalau Nadiem tidak merasa melakukan pengaburan sejarah bangsa, namun keabaiannya dan keterlambatan klarifikasinya yang telat  tetaplah sebuah kesalahan.
Namun kita harus angkat topi kepada Nadiem Makarim yang telah menunjukkan hatinya dan jiwa besarnya," kata Gus Wal Kamis 22 April 2021.


Kemendikbud menyebut Kamus itu dibuat tahun 2017 sebelum Nadiem menjabat Mendikbud. Namun selama dia menjabat Mendikbud semestinya tahu bila Kamus itu terjadi kekeliruan. Bahkan  kaum nasionalis dan warga nahdliyyin menduga ada kesengajaan  pengaburan sejarah bangsa.

"Itu sangat disayangkan. Padahal jelas KH Hasyim Asy'ari pencetus Resolusi Jihat yang memantik semangat juang rakyat mengusir penjajah Belanda," katanya. 

Melihat hal itu, Gus Wal juga menilai Nadiem tidak tepat menempati posisi Mendikbud. Nadiem, kata dia,  lebih cocok mengisi pos Menkominfo.

"Mendikbud alangkah baiknya diisi oleh para ahli pendidikan di negeri ini yang lebih tahu dan mengerti tentang pendidikan negeri ini. Semoga dari kunjungan Nadiem Makarim ke PBNU, Nadiem Makarim mendapatkan pencerahan dan hidayah, amiinn," katanya.

Seperti diberitakan DutaJatim.com sebelumnya, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU Jakarta Kamis 22 April 2021. Nadiem pun  meluruskan polemik kamus sejarah RI. Utamanya, terkait hilangnya nama pendiri NU, Kiai Haji Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Jilid I.

Sebelumnya Kamus Sejarah Republik Indonesia (RI) memunculkan polemik di tengah masyarakat karena tak menyebutkan nama KH Hasyim Asy'ari sebagai tokoh perjuangan bangsa Indonesia. Karena itu, dalam kesempatan itu, Nadiem meminta maaf kepada Ketum PBNU atas polemik yang terjadi tersebut.

"Ini akan segera kami koreksi dan kami mohon maaf dengan segala ketidaknyamanannya," kata Nadiem di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Kamis, 22 April 2021

Berbagai upaya pelurusan isu itu sebenarnya telah ditempuh Kemendikbud. Namun kehadiran Nadiem menemui petinggi PBNU semakin menegaskan upaya perbaikan dari kamus tersebut.

"Sekali lagi terima kasih untuk perbincangannya, dukungannya, dan akan segera kami lakukan pelurusan isu ini dengan input dari PBNU dan organisasi-organisasi lainnya dan sejarawan-sejarawan yang akan melengkapi kamus sejarah ini," tutur Nadiem.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyebut pihaknya telah menarik kamus sejarah yang menjadi polemik. Baik versi cetaknya, maupun digital yang sudah sempat diunggah di laman Kemendikbud.
 
"Saya sampaikan bukunya sudah ditarik, dan yang di website sudah diturunkan," kata Hilmar dalam Bincang Pendidikan Kemendikbud, Selasa, 20 April 2021. (nas)

×
Berita Terbaru Update