-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ibu-Ibu Ethiopia Memasak Untuk Buka Puasa Masyarakat Indonesia

Monday, April 19, 2021 | 03:53 WIB Last Updated 2021-04-18T20:55:12Z

 


ADDIS ABABA (DutaJatim.com) -
Pada bulan suci Ramadhan 1442 H/2021 M ini, ada pemandangan menarik yang terjadi di Kedutaan Besar RI (KBRI) Addis Ababa, Ethiopia. Ibu-ibu Ethiopia yang sudah berusia lanjut, memasak masakan Indonesia bersama Chef Adi Putra Candra untuk acara berbuka puasa bersama masyarakat Indonesia. 

Ibu-ibu itu bernama Ashu Dema (70 tahun), Almaz Negusea (65), dan Askale  Weldrufail (63).

Mereka pintar memasak masakan Indonesia dan sudah bekerja di KBRI Addis Ababa selama puluhan tahun. Bahkan ada yang lebih setengah abad.


"Ibu Asyu sudah bekerja di KBRI Addis Ababa selama 56 tahun karena mulai bekerja pada usia 14 tahun,” kata Wenny Busyra, Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Addis Ababa. 

“Kehadiran ibu-ibu Ethiopia itu sangat membantu kegiatan KBRI Addis Ababa, terutama yang berkaitan dengan penyiapan masakan Indonesia untuk konsumsi tamu-tamu KBRI Addis Ababa,” kata Savira Dina Wasito, Sekretaris DWP Addis Ababa.

Pada acara lomba memasak masakan Indonesia dalam rangka peringatan Hari Ibu 22 Desember 2020 lalu, Ibu Ashu, Almaz dan Askale ikut menjadi juri lomba karena mereka tahu dan bisa memasak masakan Indonesia dengan baik. Lomba memasak yang diadakan di taman terbuka KBRI itu diikuti oleh masyarakat Ethiopia dan Indonesia. 


Suasana puasa Ramadhan di Ethiopia sendiri tidak jauh berbeda dari tahun 2020 lalu, karena harus menyesuaikan dengan protocol Covid-19. Masyarakat Indonesia menyelenggarakan ibadah tarawih di KBRI Addis Ababa sekali seminggu, setiap Sabtu malam. Ibadah tarawih pertama diselenggarakan Sabtu (18/4/2021).

“Saat ini jumlah masyarakat Indonesia di Ethiopia sekitar 90 orang. Sebanyak 50 orang di Addis Ababa dan 40 orang di kota Hawassa, 270 km selatan Addis Ababa,” kata Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika. 

Ethiopia berpenduduk sekitar 112 juta, mayoritas menganut agama Kristen Ortodok (43,5 %), Islam (33,9 %), Protestan (18,6 %), Tradisional (2,6 %), Katolik (0,7 %) dan Yahudi (kurang 1 %). (gas)
×
Berita Terbaru Update