-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kisah Perjalanan Spiritual LaNyalla di Masjid Sunan Giri (Bagian 1)

Friday, April 23, 2021 | 23:45 WIB Last Updated 2021-04-23T16:49:11Z


Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri, Gresik, Jawa Timur, memiliki arti yang penting bagi Ketua DPD RI, A.A. LaNyalla Mahmud Mattalitti. Masjid tersebut menjadi saksi sejarah perjalanan spiritual seorang LaNyalla. 


SEORANG pemuda bersimpuh, duduk tepekur, di masjid yang berada di kompleks Makam Sunan Giri tersebut. Pemuda itu, La Nyalla,  banyak menghabiskan waktu untuk mendekatkan diri kepada Sang Ilahi.


Saat berusia 27 tahun, LaNyalla muda memulai titik balik transformasi kehidupan spiritualnya. Berawal saat ia menjadikan Masjid Sunan Giri sebagai 'tempat tinggal' sementara.


Kisaran tahun 1986-1987, Senator Jawa Timur itu banyak menghabiskan waktu untuk beribadah di Masjid Sunan Giri yang terletak 45 km dari Surabaya.


LaNyalla yang berdomisili di Surabaya, bahkan sempat menginap selama 40 hari dengan tidur di atap masjid.


Selama 40 hari itu, LaNyalla menyendiri, berkhalwat dengan Sang Pencipta. Mantan Ketua Umum PSSI tersebut berdzikir, melakukan ritual wajib dan sunah di Masjid Sunan Giri guna menempa diri untuk menjadi manusia dengan sisi pribadi spiritual yang baik.


Seorang sahabat LaNyalla, Zainul Fuad, menjadi saksi hidup perjuangan spritual pria kelahiran 10 Mei 1959 tersebut. 


Hanya Zainul yang mengetahui LaNyalla tinggal di menara Masjid Sunan Giri saat sedang berkhalwat.


"Di atas atap sampai 40 hari, tapi ndak ada yang tahu, cuma saya sendiri yang tahu. Yang jaga juga ndak tahu," cerita Zainul dengan logat khas Gresik.


Zainul-lah yang membantu LaNyalla saat itu. Ia yang membawakan makanan untuk LaNyalla sahur dan berbuka. Menurutnya, LaNyalla melakukan puasa selama 40 hari sebagai salah satu cara yang ditempuhnya dalam berkhalwat. 


"Makanan saya yang kirim, karena belum ada air mineral yang botolan, ya saya pakai kendi isi air mateng, sama nasi bungkus," kata Zainul yang tinggal di dekat Kompleks Pemakaman Sunan Giri.


Selama tinggal di Masjid Sunan Giri, LaNyalla tidur di bawah bedug. Balok tiang bedug itulah yang menjadi tumpuan untuk bantal tidur pria yang kini menjadi pucuk tertinggi pimpinan Dewan Perwakilan Daerah RepubIik Indonesia tersebut.


Saat itu LaNyalla belum menjadi apa-apa. Di balik kesuksesannya kini, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu bahkan pernah menjadi sopir angkot dan bekerja serabutan. 


Bahkan LaNyalla juga sempat dikenal 'hidup' di dunia malam. Padahal, ia hanya berusaha merangkul teman-temannya agar rajin beribadah. Hal itu dilakukan LaNyalla sebagai salah satu caranya berdakwah.


Selama berkhalwat di Masjid Sunan Giri, LaNyalla berdoa dan terus berdzikir agar kehidupannya bisa lebih baik. Bahkan tokoh yang kini dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu juga pernah berjalan kaki berziarah ke makam Walisongo di berbagai daerah yang berlangsung selama berbulan-bulan.


"Dia berdoa, memang dia masih nol, belum ada kerjaan. Dia minta kepada Allah supaya diberikan kerjaan dengan baik, dengan berkah, pokoknya dia minta bekerja yang baik," tutur Zainul.


Selama tinggal di Masjid Sunan Giri, LaNyalla juga berusaha bersosialisasi dengan warga sekitar. Ia juga memiliki misi untuk merangkul pemuda kampung yang dicap warga sebagai preman.


Tentunya hal tersebut merupakan tantangan besar karena tidak mudah dilakukan. Namun LaNyalla tak gentar. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? (Bersambung)

×
Berita Terbaru Update