-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kunjungi Korban Gempa di Blitar, Gubernur Khofifah Geleng - geleng Kepala, Puji Relawan Tetap Kerja Meski Puasa Ramadhan

Wednesday, April 14, 2021 | 22:25 WIB Last Updated 2021-04-14T15:25:16Z


BLITAR (DutaJatim.com) - Setelah Malang dan Lumajang,   Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meninjau beberapa titik terdampak gempa di Kabupaten Blitar. Khofifah tampak geleng-geleng kepala, salut dan memuji relawan yang tetap bekerja meski puasa Ramadhan, Rabu (14/4/2021).


Kali pertama, Khofifah meninjau Kantor Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, didampingi Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, Forkopimda Blitar, Kepala OPD Pemprov Jatim, dan Blitar.

Di sini Khofifah langsung menyapa warga dan memberikan sejumlah bantuan berupa 500 kg beras, lauk pauk 60 paket, tambah gizi 240 paket, terpal 50 lembar, selimut 100 pcs, mie instan 50 dus, masker kain 10 ribu pcs, tikar 100 lembar, dan sembako 200 paket. 

Di Desa Tepas terdapat 32 rumah rusak, terdiri dari 6 rusak berat, 16 rusak sedang, dan 10 rusak ringan.

Tak diam, Khofifah bergerak melihat satu persatu rumah warga yang rusak di Dusun Rembang, Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, ini.

Ketua Umum Muslimat NU ini juga mendatangi Peksos Dinsos Jatim yang sedang melakukan trauma healing. Terdapat 25 anak mengikuti trauma healing. 

Sambil membagikan paket buku dan alat tulis, Khofifah berpesan agar anak- anak tetap rajin belajar.

Dia melanjutkan perjalanan memakai roda empat. Beberapa kali berhenti lalu membagikan paket bahan pangan sembako kepada warga yang melambai di pinggir jalan. 

Khofifah juga berhenti di Kantor DPRD Blitar yang juga rusak akibat gempa. Atap, dan plafon terlihat terkoyak.

Di sela kunjungan, Khofifah, menegaskan pendataan, dan validasi rumah rusak kategori berat, sedang, dan ringan termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial segera dilakukan dengan cepat. 

"Sepekan ini harus sudah selesai, proses identifikasi dan validasi ini," ujarnya saat mampir di RS Mardi Waluyo Kota Blitar yang juga terdampak gempa.

Kata Khofifah, BNPB akan memberi stimulan bagi rumah rusak berat Rp 50 juta di luar ongkos pengerjaan, rusak sedang Rp 24 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta. 

"Makanya bantuan itu menunggu validasi dan identifikasi data korban kerusakan. Baru kita sampaikan ke BNPB data-datanya,” katanya.

Data itu harus ditempel di Balai RT dan RW agar ada konfirmasi warga dan cek riceknya.

Untuk itulah sinergi terus dilakukan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan termasuk recovery dan rekonstruksi, terutama dukungan TNI dan Polri.

“Kami bersama Pak Pangdam V Brawijaya dan Pak Kapolda Jatim telah berkoordinasi. Dan akan membantu percepatan pelaksanaan pembangunan rumah rusak berat,” katanya.

Kondisi RS Mardi Waluyo



Khofifah, dalam peninjauan ke RSUD Mardi Waluyo di Kota Blitar, yang beberapa bangunannya rusak akibat gempa, dia sempat membagikan paket sembako kepada para tukang becak di depan rumah sakit.

Didampingi Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso, Khofifah meninjau beberapa ruangan di Paviliun Cempaka yang rusak akibat gempa. Satu dari tiga kamar rusak parah.

Namun, RS Mardi Waluyo, gerak cepak merenovasi. Kata Khofifah, percepatan itu patut diapresiasi karena mementingkan pasien, dan layanan rumah sakit ini.

“Seeing is believing, kalau kita tidak menyaksikan langsung kita tidak percaya. Tidak seperti video dan foto-foto yang viral bahwa Rumah Sakit Mardi Waluyo rusak parah, ternyata jajaran manajemen rumah sakit ini bisa sangat cepat melakukan renovasinya," tegasnya.

Khofifah sempat pula dialog dengan pasien Yulnis Miwati (70) warga Jalan Sawunggaling RT 1 RW 6, Sentul,  Kepanjen Kidul Kota Blitar, yang dirawat karena menyelamatkan diri saat gempa.

“Bagaimana ibu kabarnya? Mugi-mugi segera sembuh dan sehat kembali nggih. Semangat nggih Bu !,” pungkasnya.(ima/ndc)
×
Berita Terbaru Update