-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ngaku Nabi dan Dinilai Hina Islam, Jozeph Paul Zhang Diburu Polisi

Saturday, April 17, 2021 | 21:13 WIB Last Updated 2021-04-17T14:17:11Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com) - Dunia sudah sangat rapuh. Penghuni dunia banyak yang kebingungan. Hilang arah. Hidup hampa. Saking bingungnya, sampai ada yang mengaku nabi. Ini lagi lagi akan menyulut kemarahan umat.

Dulu ada Lia Eden. Perempuan bernama asli Lia Aminuddin yang mengaku dibimbing malaikat Jibril itu dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021) lalu. Hingga akhir hayatnya, perempuan yang pernah dihukum terkait kasus penodaan agama itu masih memegang teguh keyakinannya itu. Saat itu dia juga menyulut api kemarahan umat.





Tak lama setelah Lia Eden meninggal, 
seorang pria bernama Jozeph Paul Zhang bikin heboh media sosial karena dia membuat sayembara. Isinya Jozeph Paul Zhang menantang warga untuk melaporkannya ke polisi terkait  pengakuannya sebagai nabi ke-26. Pria ini sekarang tengah dicari polisi atas kasus penistaan agama dalam videonya tersebut.

Ya, Jozeph Paul Zhang membuat pernyataan yang dinilai menghina umat Islam tersebut dalam sebuah forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya. Awalnya, Jozeph Paul Zhang membuka forum Zoom bertajuk 'Puasa Lalim Islam' dengan menyapa peserta yang ada di beberapa belahan dunia.

"Shalom yang ada di Afrika, di Rusia, Amerika, Kanada, ya Amerika sudah masuk. Yang ada di New Zealand, Australia, shalom semua, rahayu. Yang ada di Kamboja. Juga di Thailand, Korea luar biasa ya rombongan para nabi internasional. Tadi yang dari Kamboja mau daftar nomor 29. Saya suruh ambil no antrean dulu di Munchen," kata Jozeph Paul Zhang di akun YouTube Jozeph Paul Zhang, dikutip dari detik.com Sabtu (17/4/2021).

Dia melanjutkan silakan semua yang mau ngantre, bisa nomor antrean nabi. "Lah wong situ nabi Jones disuruh buka dalam doa malah buka puasa sendirian, melangkahi. Suruh buka dalam doa malah buka puasa dia. Nggak bener ini nabi Jones sekte sesat Tangkitarian. Disuruh buka dalam doa malah buka tangki lu, nggak bener. Ya kita-kita terus berdoa yang ada di NTT ya. Terus kita doakan kalian semua ada di hati kami dan kita selalu push supaya temen-temen untuk bantu temen-temen di NTT. Haleluya, shalom semuanya," ujar Jozeph Paul Zhang.




Setelah menyapa para peserta, Jozeph Paul Zhang kemudian membuka tema Zoom terkait 'puasa lalim Islam'.

"Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang laper! Ha..ha..ha... Gubrak gubrak. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak gubrak olala bebe. Serius hari ini ya lu yang puasa gua yang laper, nggak bener lu," katanya.

Masih dalam pembukaan itu, Jozeph Paul Zhang lalu bicara soal ibadah puasa teman-teman muslimnya yang ada di Eropa. Menurutnya, teman-temannya itu melaksanakan ibadah puasa hanya di tahun pertama saja karena takut akan Allah.

"Ini saya dikirimi sama temen-temen dari... Yang saya bagikan lalimnya. Jadi kalau kita lihat sekarang di Indo kan pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada...bukan lagi pada puasa, lagi duniawi nggak puasa. Sebab temen-temen muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa nggak. Tahun 3 bablas nggak yang puasa, Allah nggak lihat. Loh kenapa? Kan Allah Maha Tahu. Gak, Allah lagi dikurung di Kakbah," katanya sambil tertawa.

"Kurang ajar. Emang gitu yah? Tahun pertama mereka masih puasa full. tahun kedua mereka separo. Tahun ketiga rata-rata udah pada nggak puasa lagi. Tiap hari ngeliat porselen. Tiap hari mereka... Apalagi di sini sejuk. Kalau mau cocok di sini sejuk," katanya.

Beberapa peserta kemudian ikut berkomentar soal puasa. Hingga kemudian Jozeph Paul Zhang mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya bulan puasa, Ia bahkan menyebut suasana jelang Idul Fitri sebagai sesuatu yang mengerikan.

"Tapi dari dulu saya kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. 'Dung..dung..breng...dung...dung...breng Sarimin pergi ke pasar..dung dung..breng Allah bubar'. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget," katanya.

Ia lantas mengungkap telah membuat video sayembara. Ia menantang orang-orang untuk melaporkannya ke polisi karena penistaan agama dengan mengaku dirinya sebagai nabi ke-26.

"Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah," tuturnya.

Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di Polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp 1 juta.


"Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama gua kasih 1 laporan satu juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan lima juta. Di wilayah Polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan satu juta. Jadi 5 laporan lima juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaos lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama," tuturnya.

Terkait video tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya tengah menyelidikinya. Polisi tengah memburu pria itu.

"Dalam penyelidikan," kata Argo. 

Salahuddin warga Kramat Jakarta mengaku sangat tersinggung melihat video Jozeph Paul Zhang. Dia tidak tahu apa motif pria itu hingga sangat memusuhi Islam seperti terlihat dalam videonya itu.

"Polisi harus cepat, tanpa menunggu laporan, sebab bila tidak, ini sangat bahaya, apalagi di saat umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, orang itu sudah sangat terlalu," katanya Sabtu malam.

Namun Salahuddin meminta umat Islam tidak terprovokasi atas ulah Jozeph. Dia menilai, hal ini salah satu ujian di bulan Ramadhan di mana orang berpuasa juga harus memiliki kesabaran yang tinggi.

"Serahkan saja ke polisi, biar aparat kepolisian yang menangkapnya," katanya.
(det/wis)
×
Berita Terbaru Update