-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Petasan Meledak, Pembuat Tewas, Ibunya Luka Bakar

Friday, April 16, 2021 | 13:07 WIB Last Updated 2021-04-16T06:07:56Z

 

TKP ledakan petasan di Kabuh Jombang (dok.Polsek Kabuh)

JOMBANG (DutaJatim.com)  - Inilah mengapa membuat atau bermain petasan (mercon) dilarang. Hal itu karena bahan peledaknya sangat berbahaya. Sudah banyak korban tewas karena terkena ledakan petasan tapi masih saja banyak orang suka membuat atau bermain petasan.

Paling mutakhir menimpa anak Sukijan, Joko Slamet, warga Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, yang tewas terkena ledakan petasan yang dibuatnya di dapur rumahnya. Bukan hanya itu,   ibu korban juga menderita luka bakar akibat ledakan petasan yang terjadi pada Kamis (15/4/2021) malam sekitar pukul 19.30 WIB itu.


Saat ledakan terjadi warga desa banyak yang menjalankan salat tarawih. Namun warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh yang satu itu malah membuat petasan. Dia pun jadi korban petasan.

Mendengar ledakan, para jamaah salat tarawih langsung berhamburan mencari sumber ledakan yang terjadi hingga dua kali. Ternyata, ledakan keras itu terjadi di dapur rumah Sukijan (60) warga Dusun Gempol tersebut.

"Warga berusaha masuk ke rumah yang lampunya sudah padam dan di dalam ada api kecil bekas ledakan," kata 
Kapolsek Kabuh AKP Rudi Darmawan
saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/4/2021) pagi.

Bagian dalam dapur rumah Sukijan ternyata sudah berantakan. Anak dan istrinya tergeletak tidak sadarkan diri di dalam dapur dengan luka bakar. Yakni Joko Slamet (35) dan Sainten (55).


"Warga langsung mengevakuasi kedua korban ke Puskesmas Kabuh," kata Rudi.

Joko dan Sainten dirujuk ke RSUD Jombang karena luka bakar yang mereka derita tergolong parah. Joko akhirnya tewas saat dirawat di rumah sakit sekitar pukul 23.55 WIB. Sedangkan ibunya sampai saat ini masih dirawat.

"Saat kejadian, korban membuat bubuk untuk petasan di dapur rumahnya. Lalu petasan meledak," kata Rudi dikutip dari detik.com.

Saat melakukan olah TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti. Yakni satu travo, sebuah kaleng sisa belerang, abu bekas belerang yang sudah terbakar, cat untuk pavel mercon, serta serbuk untuk pavel mercon. (det/wis)





×
Berita Terbaru Update