-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Video Wawancara DutaJatimTV dengan Desainer Vanny Tousignant tentang Syarat UMKM Batik Masuk Pasar Amerika (Bagian 2)

Sunday, April 4, 2021 | 11:24 AM WIB Last Updated 2021-04-05T00:51:18Z






Desainer asal Indonesia di New York, Amerika Serikat (AS), Vanny Tousignant, menyambut gembira kabar batik Pamekasan akan go  international.

 Vanny yang juga owner Vanyo Fashion dan Vannie LifeStyle Magazine sangat mendukung batik produksi pembatik asal Jawa Timur  dipasarkan di Amerika Serikat. Lebih-lebih bila nanti batik Pamekasan benar-benar dikenakan Putri Indonesia di ajang Miss Universe 2021.

"Saya sebagai seorang desainer yang sudah lama di Amerika tentu sangat mendukung batik Pamekasan dipasarkan di sini (New York, Red.). Namun kalau kita mau  menerobos pasar Amerika, sebab untuk Eropa berbeda, di sana batik lebih mudah diterima, kalau pasar Amerika khususnya New York City, sedikit  sulit. Dalam kaitan, saya lihat desain batik Pamekasan yang dipakai Putri Indonesia kurang wah. Kurang mewah. Warnanya juga kurang cerah.  Kurang kesan glamornya untuk dikenakan seorang Putri Indonesia, apalagi kabarnya juga akan dibawa ke ajang Miss Universe, mewakili  Indonesia," kata founder and CEO of di International Fashion and Arts Week itu, kepada DutaJatim.com, Rabu 31 Maret 2021.


Karya para desainer Indonesia, kata diaspora yang lahir di Ambon dan dibesarkan di Jakarta ini, sudah bagus. Cuma bagus saja tidak cukup,  melainkan harus disesuaikan dengan pasarnya. Misalnya, pasar Amerika berbeda seleranya antara kota satu dengan kota yang lain. Khususnya  New York, yang memang menjadi pintu memasuki fashion dunia. New York adalah kiblat fashion, selain Milan, Paris, London, dan Tokyo. 


"Kita bermain dengan desainnya, karya busana batik yang dikenakan Putri Indonesia itu warnanya biru sehingga kurang kuat, lebih-lebih bila  dipandang dari jauh. Setahu saya, batik Madura juga kuat dalam segi pewarnaan, tapi saya kurang tahu batik Pamekasan. Saya baru cari tahu  setelah mendapat link berita dari Global News dan saya lihat bagus. Desainnya tentu ada kelebihan dan kekurangannya yang perlu diperbaiki bila  ingin menembus pasar internasional," katanya sambil menunjukkan foto Putri Indonesia 2020, RR Ayu Maulida Putri, mengenakan batik yang dimuat di laman DutaJatim.com.  


Ayu Maulida Putri yang asal Jatim akan mewakili Indonesia di ajang kontes kecantikan dunia Miss Universe 2021.Vanny lalu merinci soal syarat produk bila ingin menjajaki pasar di Amerika, khususnya New York. Pertama, tentu kualitas kain batik itu sendiri,  termasuk dalam hal jahitan. Kedua, corak dan warnanya. Ketiga, desain. Keempat, harga yang harus bersaing dengan negara lain. Baik corak,  warna, dan desain biasanya ada kelebihan pada penggunaan budaya setempat. Semua tahu banyak daerah memiliki batik yang khas dengan  filosofi sesuai tradisi budaya daerah masing-masing. Misalnya Madura dengan karapan sapi, nelayan di pantai, dan lain-lain.Namun, hal itu harus ditampilkan secara kuat. Sebab bila tidak, konsumen pasti akan  mengabaikannya mengingat mereka hanya tahu satu hal, bahwa batik itu bagus atau tidak saat dipajang di toko, ditampilkan dalam suatu  peragaan busana, atau ketika dikenakan sendiri.Selain itu juga soal harga. Batik tulis jelas harganya sangat mahal. Apalagi dibuat dalam waktu lama. Lebih-lebih edisi terbatas. Namun harus  pula dilihat kondisi pasar, dengan tingkat persaingan sangat ketat dengan batik dari negara lain. Khususnya dari Asia Tenggara sendiri, terutama Thailand dan  Malaysia. Batik mereka cukup terkenal di Amerika. Salah satunya terkait harga yang mungkin lebih murah ketimbang batik produksi Indonesia.


"Karena itu saya menyarankan dimodifikasi. Artinya, tidak semua busana yang dipasarkan itu terbuat dari bahan batik. Misalnya, dalam satu  busana bisa dikombinasi sebagian berbahan batik Pamekasan dan sebagian lainnya dari kain biasa. Dengan kombinasi bahan ini diharapkan harganya bisa  lebih murah, tapi dengan kualitas yang tetap bagus dan desain yang menarik serta nyaman dikenakan oleh konsumen," katanya sambil  menunjukkan sejumlah foto peragaan busana batik yang dimuat di majalah fashion miliknya, "Vannie, Fashion Style Magazine". 

Tampak busana batik-batik karya desainer ternama  Indonesia, termasuk yang dikenakan ibu Konjen RI di New York.Vanny siap membantu Pemprov Jatim maupun Pemkab Pamekasan dalam memasarkan produk UMKM, khususnya batik, untuk pasar Amerika. Untuk itu perlu ada pembicaraan lebih lanjut secara teknis terkait produk batik itu sendiri dan sistem kerjasamanya. "Saya juga dapat batik asal Jatim, termasuk batik Madura, tapi dari orang lain. Kalau bisa langsung, akan lebih baik," katanya.   


Bawa Batik Toket


Seperti diberitakan Putri Indonesia 2020 , RR Ayu Maulida Putri, akan berkompetisi pada ajang Miss Universe di Amerika Serikat pada akhir April 2021. Menariknya, puteri tercantik di nusantara asal Jatim tersebut berencana untuk memakai batik lokal produksi perajin batik Pamekasan. Hal itu disampaikan langsung oleh Ayuma, panggilan akrab, RR Ayu Maulida Putri,  saat Launching Batik Toket Go International di Hotel Front One, Pamekasan.  Ayuma mengatakan, selama ini batik Pamekasan sangat terkenal di kancah nasional. Awalnya, dia tidak menyangka Jawa Timur dan Pamekasan secara khusus memiliki potensi batik yang luar biasa, kualitasnya tidak kalah bersaing dengan batik dari daerah lain. (gas)


×
Berita Terbaru Update