-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Imam Shamsi Ali "Bingung" Namanya Kembali Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Queens NYC

Tuesday, June 8, 2021 | 09:27 WIB Last Updated 2021-06-08T02:39:40Z
Imam Shamsi Ali (foto: CNNIndonesia)


NEW YORK (DutaJatim.com) - Imam  Shamsi Ali, seorang kiai asal Indonesia pendiri pesantren pertama di Amerika Serikat,  masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di distrik Queens, New York City tahun 2021.  Imam Shamsi yang juga Direktur Jamaica Muslim Center New York ini dinilai sebagai seorang cendekiawan Muslim yang aktif mempromosikan dialog antaragama dan perdamaian. 


Pada bulan April, misalnya, Imam Shamsi bersama  sekelompok tokoh agama lain melakukan aksi mengutuk meningkatnya aksi kekerasan anti-Asia dan kejahatan bermotif kebencian. Pandemi Covid-19 yang menghantui Amerika membuat warga setempat sempat membeci warga keturunan Asia, khususnya China, yang disebut asal mula virus Corona penyebab Covid-19. 


"Iman Shamsi Ali berimigrasi dari Indonesia pada tahun sembilan puluhan dan dipilih oleh pemerintah kota untuk mewakili komunitas Muslim selama kunjungan lintas agama dengan Presiden George W. Bush ke Ground Zero," demikian tulis majalah politik City & State New York yang menerbitkan 100 nama orang berpengaruh tersebut. 


Sebelumnya Imam Shamsi Ali juga masuk daftar yang sama tahun 2018. Daftar orang berpengaruh itu dirilis oleh majalah politik City & State New York dalam laporan bertajuk "Queens Power Fifty". Saat itu majalah tersebut mendata 50 orang bukan politisi yang mempunyai pengaruh paling besar di tengah masyarakat.


Kala itu Imam Shamsi Ali masuk dalam peringkat ke 44 pada daftar bertajuk "Queens Power Fifty" tersebut. City & State New York menyebut Shamsi Ali adalah ahli dialog antaragama yang menyatukan perbedaan di kalangan masyarakat Queens.


 Sedang  tahun ini dalam daftar bertajuk The 2021 Queens Power 100, majalah City & State menempatkan Imam Shamsi di posisi ke 99.  Selama ini Majalah itu memantau aktivitas Imam Shamsi yang  memiliki jaringan luas dan berpengaruh. Dia punya kawan dari politisi hingga selebriti, dari ulama hingga rabi, tidak heran dia dijuluki "Hip Imam".

"Berasal dari Indonesia, aktivis perdamaian ini pindah ke New York pada tahun 90-an dan bekerja di Pusat Budaya Islam Manhattan selama sekitar satu dekade sebelum pindah ke Queens," tulis City & State New York.

Mengutip kumparan.com, ulama berusia 53 tahun ini lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Imam Shamsi pernah menjabat sebagai imam di masjid Indonesia Al-Hikmah di New York. Kini dia merupakan Direktur Jamaica Muslim Center di Queens.


Imam Shamsi juga merupakan penasihat di berbagai organisasi antaragama, seperti Tanenbaum Center dan Federation for Middle East Peace. Dia juga mendirikan Nusantara Foundation, sebuah yayasan komunitas Indonesia di AS, yang mendirikan Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Kota Moodus, Connecticut.


Nama Imam Shamsi menyeruak setelah dia menjadi tokoh vital dalam mengembalikan citra Islam yang buruk di New York usai serangan teroris 9/11. Setiap tahunnya, Imam Shamsi menjadi penyelenggara Muslim Day Parade, sebuah parade untuk mengenalkan Islam yang cinta damai kepada rakyat New York.


Mengaku Bingung


Namun, kepada DutaJatim.com, Imam Shamsi justru mengaku bingung dengan namanya masuk dalam daftar 100 tokoh berpengaruh tersebut.


"Saya sendiri bingung. Sesungguhnya. sejak tahun 2019 (nama saya) masuk dalam daftar so called: 100 Queens Power (orang-orang kuat/berpengaruh) di Queens NY. Kuat silat kali...hehe...," kata Imam Shamsi Ali. Artinya, setiap tahun nama Imam Shamsi Ali masuk daftar tersebut.


Imam Shamsi tidak tahu apa dasarnya. Pasalnya tidak ada perwakilan dari majalah itu yang menemuinya, untuk wawancara, misalnya.


"Penilaiannya apa? Tidak ada yang pernah bicara ke saya. List-nya bisa dilihat di sini," kata Imam Shamsi sambil membagikan link berita majalah itu yakni https://www.cityandstateny.com/articles/power-list/power-100/2021-queens-power-100-51-100.html.


Sudah beberapa kali  Imam Shamsi  masuk daftar orang berpengaruh di New York. Pada  tahun 2006 silam dia juga dimasukkan sebagai one of the seven most influential religious figures in NYC oleh NY Magazine. "Anehnya saya sendiri dari kalangan Muslim," kata Imam Shamsi.


Saat ini Imam Shamsi tengah menggalang dana untuk pembangunan pesantren pertama di AS. Pesantren bernama Pondok Nusantara Madani itu terletak di lahan seluas 7,4 hektare di kota Moodus, Connecticut. (gas)




×
Berita Terbaru Update