-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Persiapan Sukses MTQ Jawa Timur ke-29 Bertema Pamekasan Reborn: Mengetuk Pintu Langit Raih Cahaya Al-Quran untuk Kemajuan Pamekasan

Thursday, June 10, 2021 | 18:34 WIB Last Updated 2021-06-10T11:34:26Z

 


Selama sepuluh hari mulia 2 hingga 11 November 2021 mendatang, Pemkab     Pamekasan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-29 Provinsi Jawa Timur.  Bagaimana persiapan, target dan kemanfaatan yang bisa diperoleh dari event tersebut ? Berikut penuturan Kepala Bidang Kesra Setdakab Pamekasan Drs Khalifaturrahman MSi.

Oleh Masdawi Dahlan


PEMKAB Pamekasan bersyukur mendapat kepercayaan ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-29 Provinsi Jatim. Untuk pelaksanaan MTQ ini memang agenda kita semula direncanakan tanggal 26 Oktober sampai 3 November 2021.

Oleh karena pelaksanaan MTQ nasional tanggal 15-25 October tahun 2021 maka kami mengajukan reschedule ke Ibu Gubernur dan Alhamdulillah surat dari ibu Gubernur sudah turun, dengan nomor 451/9241/012./2021. Dalam surat itu ditetapkan bahwa pelaksanaan MTQ ke-29 Provinsi  Jawa Timur akan dilaksanakan tanggal  2-11 November 2021.

 Rencana pembukaannya  tanggal 3 November bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan. Diharapkan agar pelaksanaan MTQ ini bisa berjalan lancar dan tertib.

Untuk persiapan sudah dimulai tahun yang lalu, melalui rapat rapat koordinasi bersama LPTQ kabupaten kota se Jawa Timur termasuk juga Pemkab dan Kota. Dalam kesempatan itu  dipaparkan tentang persiapan  menyambut persiapan MTQ ke-29 ini.

Sampai sekarang kabupaten kota sering komunikasi dengan Pamekasan terutama dalam hal bantuan untuk  penyediaan fasilitas, terutama penginapan atau akomodasi. Untuk beberapa kabupaten sekitar Pamekasan, hotel sudah penuh dibooking oleh peserta. 

Dari ketersediaan kamar hotel untuk penginapan memang  kurang, oleh karena itu alternatifnya akan menyiapkan rumah rumah kost yang representatif dan rumah penduduk sehingga sesuai harapan Bapak Bupati Baddrut Tamam nanti akan muncul “Kampung-Kampung MTQ’’. 

Jumlah kamar atau penginapan nanti sekitar kurang lebih 1.500. Diperkirakan jumlah peserta atau jumlah orang yang akan datang ke Pamekasan atau kafilah kabupaten kota  yang mengikuti kurang lebih 3.000 orang. Sementara ketersediaan kamar hotel di Pamekasan kurang lebih sekitar 570 kamar, sisanya di rumah penduduk di rumah kost yang representatif.

Di Hotel Camplong sudah ada yang booking, karena jarak Camplong dengan Pamekasan tidak terlalu jauh. Salah satunya Kabupaten Jombang yang telah booking di hotel Camplong. Tetapi disana masih ada sisa kamar yang kemungkinan nanti bisa diisi oleh kabupaten lain, termasuk di beberapa hotel termasuk masih ada beberapa sisa kamar, yang nanti bisa diisi oleh kabupaten lain yang kafilahnya tidak terlalu banyak. 

Kemudian penyiapan lokasi tempat pelaksanaan lomba dari masing masing cabang yang dilombakan sudah disiapkan juga yakni ada 12 tempat lomba. Di antaranya Balai Pemuda, aula SMK 1,2 dan 3. Lalu aula PCNU, lalu kampus Unira di sana ada dua tempat, kemudian di kampus IAIN itu ada tiga tempat, Masjid Agung Asy Syuhadak,  lalu juga di kompleks perumahan Al Muna jalan pintu Gerbang Pamekasan ada satu tempat Cabang lomba disana. Untuk pelantikan dewan hakim nantinya akan dilakukan di Pendopo Ronggosukowati, dan tempat registrasi nanti direncanakan di Kantor Bakorwil Pamekasan.      

Untuk lokasi pembukaan masih tentative, rencananya di stadion sepak bola Pamelingan. Diharapkan perencanaan pelaksanaan semuanya berjalan lancar. Sukses perencanaan, sukses pelaksanaan, dan sukses prestasi. Pamekasan berharap bisa meraih juara umum.

Terkait dengan target juara umum, Pamekasan sudah melakukan pembinaan. Kafilah kafilah dari Pamekasan telah dibina sejak proses seleksi tahun lalu, baik oleh Pembina kabupaten maupun pembina provinsi. Beberapa  waktu lalu  semua peserta dibawa ke Surabaya dibina oleh pembina provinsi. Dan akan terus dievaluasi perkembangan atau program dari masing-masing calon peserta yang akan mengikuti MTQ nanti. 

MTQ ini merupakan momentum strategis. Karena itu  tema yang diangkat adalah “ Pamekasan Reborn” berlandaskan nilai-nilai Al Quran, kita mengharapkan Pamekasan lahir kembali dari semua aspek, karena kita berharap MTQ ini merupakan salah satu ikhtiar untuk   mengetuk pintu langit, agar cahaya Al Quran bisa menerangi Pamekasan sehingga hidayah turun dan berbagai program yang bisa dijalankan bisa terlaksana dengan ridha Allah SWT.

Disamping nilai dakwah, dan semangat Al Quran bisa membumi di kabupaten ini, untuk semangat mengamalkan , semangat untuk  menghayati membaca lalu membumi dikabupaten ini. Juga berharap ada efek ekonomi karena banyak orang yang berkunjung ke Pamekasan otomatis ada pergerakan ekonomi, ada perputaran uang yang akan terjadi selama acara ini. 

MTQ kali ini merupakan momen yang sangat strategis dari sisi penguatan spiritual, dan sisi lain penguatan ekonomi masyarakat Pamekasan.

Harapannya agar semua lapisan masyarakat Pamekasan, stakeholder bisa mendukung agar MTQ ini bisa berjalan baik dan lancar, dan tentunya kepada peserta dari Pamekasan diharapkan benar-benar mempersiapkan diri agar bisa berkompetisi dalam event yang sangat penting ini, sehingga bisa menumbuhkan rasa percaya diri untuk mewujudkan Pamekasan hebat. (*)
×
Berita Terbaru Update