Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bea Cukai Sarankan Bentuk KIHT Mini dan Produksi Rokok Kualitas Ekspor

Thursday, August 19, 2021 | 12:41 WIB Last Updated 2021-08-19T05:41:35Z

PAMEKASAN (DutaJatim.com)  - Pemkab Pamekasan bersama Kantor Bea Cukai Madura Rabu (18/8/21) menggelar diskusi atau dialog tentang persiapan pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Rakor digelar di ruang peringgitan dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan.

Dari Pemkab Pamekasan hadir Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Syaifuddin, Ketua Bappeda Taufiqurrahman, Kepala DPKPD Sahrul Munir, Kabag Perekonomian Setdakab Pamekasan,  Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan sejumlah peminpin OPD terkait  di lingkungan Pemkab Pamekasan. 

Sementara dari Kantor Bea Cukai hadir Padmoyo Triwikanto Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Arie Papiano Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Basuki Suryanto Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I dan Yanuar Calliandra Kepala Kantor Bea Cukai Madura.

Diskusi yang juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan perusahaan rokok di Pamekasan itu dipandu oleh Kepala Disperindang Ahmad Syaifuddin. Dalam dialog tersebut muncul banyak pemikiran sebelum KIHT terbangun secara sempurna.  Di antaranya perlunya dibentuk KIHT mini di Pamekasan. Juga perlunya perusahaan rokok Pamekasan memproduksi rokok kualitas ekspor.

Padmoyo Triwikanto mengatakan keinginan untuk membangunan KIHT di Pamekasan targetnya adalah dalam rangka menekan perkembangan perusahaan rokok ilegal. Untuk merealisasian KIHT yang besar membutuhkan  waktu yang lama, karena itu dia mengusulkan agar dibentuk semacam KIHT mini di Pamekasan. Tujuannya agar pengetatan berkembangnya rokok ilegal cepat teratasi. 

“Alhamdulillah potensi hasil tembakaunya di Madura ini tinggi bagus, tapi mereka yang pengusaha kecil ini gak punya mesin, nah KIHT ini kita sediakan mesin sehingga dia bisa bikin rokok, pemerintah bisa menyediakan fasilitasnya, dan ini tadi saya sarankan supaya cepet saja terbentuk KIHT kecil saja bentuknya gak usah besar, nanti KIHT besarnya tetep proses juga, “ ujarnya saat ditemui wartawan usai Rakor.

Dikatakan jika nanti KIHT mini cepat terbentuk, akan ada proses pembelajaran tentang bagaimana menekan dan mengatur perusahaan rokok ilegal dan kepentingan pembinaan lainnya. Jika yang ilegal turun, kata dia, maka  penerimaan negara naik dan DBHCT nanti tambah besar.

Dia menegaskan munculnya perusahaan rokok ilegal trennya cenderung meningkat. Dia mengaku merasakan langsung kondisi itu. “Trennya meningkat, tetangga merasakan pasti. Saya sendiri pendatang saja merasakan. Teman teman wartawan media juga merasakan kan? Mari kita kerjasama bahu membahu menekan yang ilegal itu, “ ajaknya.

Kalau KIHT mini terbentuk, Triwiyanto berjanji pihaknya akan memberikan asistensi pembinaan kemudahan perizinan, perizinan yang cepat dan pembinaan yang cepat pula. Selain itu juga akan dilakukan pembinaan administrasi pembukuan perusahaan karena perusahaan legal pasti ada pembukuannya.

Dia memperkirakan satu hingga dua bulan KIHT mini itu bisa terbangun, karena membangun mulai dari yang kecil itu tidak sulit. “Kalau pengusaha, Pemda dan Bea Cukai sudah bersama itu akan cepat selesai tidak ada persoalan,” tandasnya. 

Sementara Bupati Baddrut Tamam berharap pembangunan KIHT akan bisa membantu masyarakat meningkatkan ekonominya. Dia merespon positif gagasan dibentuknya KIHT mini sebagai proses pembelajaran menuju terbangunnya KIHT yang besar.  "Sembari memproses KIHT yang besar dan sempurna," katanya. (mas)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update