Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polisi Tangkap 5 Buron Pelaku Pungli yang Picu Serangan dari Banyuwangi ke Jember

Monday, August 15, 2022 | 14:15 WIB Last Updated 2022-08-15T07:15:14Z

 


JEMBER (DutaJatim.com) -  Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jember menangkap lima daftar pencarian orang (DPO) alias buronan kasus pungutan liar (Pungli) yang korbannya petani-petani kopi di kawasan perbatasan Jember dan Banyuwangi. 

Kelima pelaku adalah warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember yang menjadi preman, karena kerapkali memalak uang ke petani kopi hingga menyulut serangan balasan yang telah menimbulkan kerusuhan berupa pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan warga setempat. 

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadian Widya Wiratama menjelaskan, para buronan itu memang kabur sampai ke luar Pulau Jawa. Namun, mereka tertangkap dari tempat persembunyian masing-masing. 

Rinciannya, tiga orang diringkus dalam sebuah kawasan perkebunan terpencil di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan; dan dua orang lagi diciduk dari suatu lokasi proyek bangunan di Kabupaten Badung, Bali. 

"Mereka yang tertangkap inisial AU, ZN, SL, YN, dan AZ. Sampai saat ini, masih pemeriksaan sekaligus dilakukan penahanan," terang Dika, Senin, 15 Agustus 2022.

Dika menyebut, kelima orang tersebut bukan hanya terjerat kasus Pungli, melainkan juga sedang terbelit perkara tindak kejahatan lainnya. Yakni, dugaan pengeroyokan secara bersama-sama atas laporan dari seorang pemilik toko obat pertanian. 

"Jelas mereka pelaku penganiayaan terhadap korban dari toko mes. Tapi, untuk detail peran masing-masing masih dalam pemeriksaan," ujar Dika. 

Polisi terus mengembangkan penyidikan, karena dimungkinkan terdapat orang lain yang pernah turut serta melancarkan aksi kejahatan bersama kelima pelaku.

"Dari pemeriksaan akan kita tanya apakah ada nama-nama baru yang juga ikut pengeroyokan tersebut?," sahut Dika. 

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengidentifikasi peristiwa serangan massa dari Kalibaru beberapa waktu lalu yang menyasar Desa Mulyorejo, awalnya disulut oleh maraknya aksi Pungli. Insiden pembakaran kendaraan dan rumah warga Desa Mulyorejo hanya ujung dari konflik perebutan sumber daya kawasan.

"Perebutan lahan seperti ini akan selalu ada. Mereka merambah hutan untuk tanam kopi, tapi kemudian ada kelompok yang menciptakan rasa takut. Kelompok itu lalu menawarkan jasa pengamanan dengan menarik Pungli. Apabila ada yang melapor ke polisi, akan dilukai. Sehingga, masing-masing mencari jalan keluar sendiri, termasuk pembakaran. Ini adalah premanisme," paparnya. 

Hery menegaskan bahwa Pungli maupun serangan massa betapa pun dengan dalih pembalasan adalah sama-sama perbuatan tindak pidana. Maka dari itu, polisi akhirnya menangkap 9 orang penggerak massa asal Kalibaru yang terlibat langsung dalam aksi serangan, dan meringkus 5 preman Desa Mulyorejo yang melakukan Pungli. 

"Kami akan proses semuanya. Sehingga, nanti tidak ada lagi pihak-pihak yang mengintimidasi," pungkasnya. (Ndc/Sut)


Keterangan Foto:


Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadian Widya Wiratama memberi keterangan kepada media. (nusadaily.com/ Sutrisno)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update