Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Siswa Al Hikmah Kota Batu Dibekali Keterampilan BLS Oleh Dosen FK Unair

Monday, September 11, 2023 | 20:40 WIB Last Updated 2023-09-11T13:40:11Z


BATU (DutaJatim.com) – Pengetahuan dan kemampuan melakukan bantuan hidup dasar (BHD) atau basic life support (BLS) perlu dimiliki setiap individu. Lantaran cara itu sangat vital dalam memberikan pertolongan pertama. Terutama terjadi situasi gawat darurat yang berpotensi mengancam nyawa seseorang.


Ancaman kegawatdaruratan bisa menimpa siapapun dimana saja dan kapanpun. Bahkan tak menutup kemungkinan insiden yang mengancam jiwa seseorang bisa terjadi di lingkungan sekolah. Karena itu, kecapakan dalam melakukan pertolongan pertama perlu diajarkan kepada warga di lingkungan lembaga pendidikan, tak terkecuali para peserta didik.


Pelatihan BLS diberikan kepada 210 siswa dan 35 siswi di Al Hikmah Boarding School Kota Batu (Sabtu, 9/9). Kegiatan itu merupakan program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Universitas Airlangga. Dibantu pula oleh Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Universitas Brawijaya.


"Kalau di Surabaya, kami sudah rutin menggelar pelatihan ini mulai dari tingkat SD. Bahkan rencananya akan dimasukkan dalam program akademik. Pentingnya memahami BLS karena pertolongan pertama dapat  memperbesar harapan hidup," kata Ketua Panitia, Dr Anna Surgean Veterini, dr., Sp.An.KIC


Pertolongan pertama diberikan saat sebelum datangnya bantuan medis. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalisir terjadinya fatalitas kepada korban. Para peserta pelatihan dibekali pengetahuan penanganan kegawatdaruratan dini. Meliputi identifikasi dini tanda-tanda bahaya yang mengancam jiwa. Sehingga bisa bergegas dalam penanganan pertama.


Para peserta juga melakukan simulasi teknik pertolongan pertama seperti resusitasi jantung. Latihan praktik tersebut guna meningkatkan pemahan dan penerapan teknik penyalamatan jiwa. 


"Kami mengajari anak-anak sekolah maupun tenaga pendidik, karena ketika terjadi situasi gawat darurat, pasti yang bisa memberikan ialah orang-orang di sekitar. Tidak langsung ditangani dokter," terang Staff Pengajar Senior Fakultas Kedokteran Unair itu.


Ia mencontohkan kasus kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Semisal seseorang siswa yang tersedak makanan. Ada beberapa langkah pertolongan pertama. Mulai dari menepuk bagian punggung hingga menekan bagian ulu hati. 


"Mungkin makan sambil bercanda yang berakibat tersedak. Orang tersedak bila dalam lima menit tidak mendapat pertolongan pertama bisa mengakibatkan kematian. Intinya, mereka harus mengenali adanya suatu ancaman terhadap nyawa seseorang," papar Anna.


Sementara itu, Direktur Al Hikmah Boarding School Kota Batu, Edy Kuntjoro menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Departemen Anestesiologi dan Reanimasi Universitas Airlangga. Pembekalan materi pertolongan pertama bagi peserta didiknya sangat bermanfaat secara akademik sekaligus secara pribadi dalam kehidupan masyarakat.


"Pelatihan basic life support mungkin baru pertama digelar di sekolah Kota Batu, bahkan Malang Raya. Kami mendukung kegiatan ini agar anak-anak tahu dan mampu sebagai orang pertama yang menyelamatkan banyak nyawa," tandas dia.


Dalam kegiatan tersebut hadir juga Direktur RSU Karsa Husada Batu, Muhammad Rizal. Pihaknya memberikan materi sistem rujukan di fasilitas kesehatan milik Pemprov Jatim itu. 


"Sebagai rumah sakit yang ada di Kota Batu, kami mendukung penuh inisiatif ini. Karena pembekalan materi pertolongan pertama bagi generasi muda sangat penting. Keterampilan tersebut dapat memperpanjang harapan hidup," pungkasnya. (wok)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update