PAMEKASAN (DutaJatim.com) -Bupati Pamekasan KH Khalilurrahman menegaskan pengawasan atau patroli untuk menjaga terjadinya tindakan kekerasan di kalangan remaja belakangan amat jarang bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Akibat kondisi itu muncul tindakan kekerasan dan berbagai bentuk pidana lain di masyarakat.
Bupati menegaskan hal itu saat dimintai komentar seputar latarbelakang terjadinya aksi kekerasan atau bentrok antara remaja yang terjadi dalam rentang satu minggu terakhir di Pamekasan. Dari bentrok itu telah mengakibatkan tiga korban meninggal dunia.
Bentrok antara kalangan remaja itu pertama di wilayah Pantura tepatnya di Desa Lessong Daja Kecamatan Batumarmar, yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Kedua terjadi di kota tepatnya di depan Masjid Agung Asy Syuhadak dengan korban dua orang meninggal dunia.
“Memang kejadian ini sebagai warning bagi kita karena terus terang sekarang itu patroli sangat jarang bahkan hampir tidak ada. Jadi seharusnya jam 2 malam patroli jalan. Nah karena itu nanti kita akan mulai bagaimana kita mulai aktifkan patrol,” tuturnya, Senin (10/11/25).
Untuk menghindari agar peristiwa itu tidak terjadi lagi, Bupati Khalil mengaku akan melakukan Rakortap antarForkopimda plus, yakni Rakortap yang selain melibatkan Forkopimda juga para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Kemenag dan Disdikbud juga perlu dilibatkan, kata Bupati, untuk sosialisasi di lembaga pendidikan masing-masing baik sekolah maupun madrasah, sehingga penangangannya melibatkan berbagai kalangan maupun dari aspek disiplin Ilmu.
Langkah lainnya, lanjut Bupati Khalil, Selasa (11/11/2025) Pemkab akan melakukan apel dengan semua petugas lapangan dari semua OPD terkait antara lain Satpol PP kemudian BPBD, Dishub dan lainnya dengan jumlah peserta sekitar 400 orang. Juga Forkopimda, Ketua DPRD, dan 13 camat sehingga bisa melakukan gebrakan menyeluruh.
“Jadi saya tekankan masalah kamtimbas bukan hanya masalah kepolisian tapi ini kewajiban bersama termasuk juga para camat sebagai peminpin wilayah sebagai kepanjangan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Terkait dengan pondok pesantren, Bupati Khalil merencanakan untuk bertemu secara khusus dengan pimpinan pondok pesantren dalam acara silaturrahmi ulama umara. Dalam pertemuan ini akan ditekankan agar pesantren juga ambil bagian bagaimana atasi masalah tersebut.
“Karena sebenarnya pengaruh ulama dan pengasuh pesantren sangat besar di masyarakat. Ketika mereka turun memberikan pencerahan maka itu sangat efektif sekali,” jelasnya.
Kepada para orangtua, Bupati Khalil, meminta menjaga dan mengawasi putra putrinya. Karena peranan orang tua sangat urgen bahkan berada di atas guru, karena anak dalam kesehariannya banyak berada di rumah.
Bupati Khalil juga berencana di tiap desa ada tokoh masyarakat yang jadi jujukan langsung berkomunikasi dengan kepala daerah. “Jadi akan kita tangani, satu desa mungkin satu hingga tiga orang tokoh. Sehingga jika ada tanda tanda munculnya penyakit masyarakat, bisa sedini mungkin dicegah,” pungkasnya. (mas)

No comments:
Post a Comment