![]() |
Wakil Bupati Sampang sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG, KH. Ahmad Mahfudz
SAMPANG (DutaJatim.com) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang membuka ruang pengaduan bagi masyarakat sebagai bagian dari pengawasan bersama. Baik kualitas pelayanan maupun menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Setiap laporan yang masuk, akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, KH. Ahmad Mahfudz, Minggu (25/1/2026), mengatakan bahwa Satgas MBG bertugas mengawasi kualitas pelayanan, standar gizi, dan memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dikelola bersama oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan gizi anak, balita, ibu hamil dan menyusui. Pelaksanaan di lapangan sering muncul keluhan dari penerima manfaat tentang kualitas dan kelayakan menu yang disajikan.
"Tugas pokok dan fungsi kami mengawasi, menerima laporan, dan menindaklanjuti aduan masyarakat untuk disampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN), guna kebijakan dan penindakan lebih lanjut," ujarnya.
Masih kata Lora Mahfudz, sapaan akrab KH. Ahmad Mahfudz, bahwa semua SPPG agar selalu menjaga kualitas pelayanan dan memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi. Dengan harapan dapat menjadi role model dalam menjaga kualitas menu untuk mencegah kasus-kasus yang dapat merusak reputasi program prioritas Presiden Prabowo ini.
"Program MBG harus berjalan dengan efektif dan efisien, serta menjaga kualitas untuk meningkatkan optimisme masyarakat Sampang," tegasnya.
Ditambahkan pria yang juga Wakil Bupati Sampang ini, secara umum pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai ketentuan dan standar gizi yang ditetapkan pemerintah. Menu atau makanan yang disajikan telah melalui perhitungan kebutuhan nutrisi bagi anak-anak, balita, ibu hamil dan menyusui sebagai penerima manfaat utama program ini. Ia juga mengakui bahwa perbedaan pola kebiasaan makan dan selera di setiap wilayah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program nasional ini. Oleh sebab itu, pihaknya terus melakukan evaluasi dan menyampaikan masukan dari masyarakat kepada SPPG guna dilakukan penyesuaian menu tanpa mengurangi nilai gizi.
Lora Mahfudz juga mengajak semua stakeholder terkait, senantiasa berlomba dalam kebaikan dan menjaga kualitas program nasional, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sehingga realisasi program sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.
"Kami mengimbau dan mengingatkan, semua SPPG untuk selalu menjaga kualitas pelayanan dan memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi yang sudah ditetapkan," pungkasnya. (Sof)

No comments:
Post a Comment