Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

GKMNU Itu Seperti Vaksin Penangkal "Virus Dehumanisasi"

Saturday, May 9, 2026 | 09:52 WIB Last Updated 2026-05-09T02:52:17Z
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)


SURABAYA (DutaJatim.com) - Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) hadir untuk mengimbangi tren disrupsi digital yang juga melanda keluarga Nahdliyyin. Fenomena perubahan fundamental akibat inovasi teknologi digital sekarang ini, di satu sisi berdampak positif lantaran mengubah perilaku konvensional dalam keluarga menjadi serba digital, serba cepat dan efisien, tapi di sisi lain transformasi digital itu juga bagai virus yang mengikis sisi kemanusiaan umat.  Warga Nahdliyyin pun tak luput dari wabah dehumanisasi tersebut. 

Maka, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), berharap program GKMNU bisa menjadi vaksin bagi pergaulan antar-umat yang semakin sarat "virus" dehumanisasi itu. "Virus" bawaan teknologi digital ini mengakibatkan penyakit psikologis yang cenderung merendahkan martabat kemanusiaan.  

"Ada sisi lain yang diharapkan dari GKMNU yaitu dapat menjadi serum atau vaksin dari tren perkembangan pergaulan yang kita lihat dewasa ini, yang secara intens dipenetrasi oleh berbagai macam teknologi digital dan komunikasi," kata  Gus Yahya.

Gus Yahya mengatakan, program-program dalam GKMNU bisa menuntaskan tantangan kemudahan yang ditawarkan platform teknologi. Hal ini sekaligus menjaga interaksi sosial antar-individu, khususnya dalam keluarga warga NU.

"Tapi jangan sampai (kemudahan teknologi) melenakan hubungan kesejatian manusia," kata Gus Yahya.

GKMNU hadir sebagai komitmen NU untuk menjaga kemanusiaan melalui lembaga terkecil, yaitu keluarga. Di sisi lain, gerakan ini sebagai upaya untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia.

"Ini semua adalah ikhtiar dari NU untuk menjadikan kehadirannya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat. Semakin nyata dirasakan oleh warga, oleh bangsa dan oleh kemanusiaan," katanya.

Karena itu pula, kehadiran GKMNU disambut positif bukan hanya oleh masyarakat umum tapi juga oleh Pemerintah. Melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, Pemerintah  menyambut gembira adanya program GKMNU. Dia memuji selama ini dalam praktik di lapangan program GKMNU sudah sangat bagus. Apa yang menjadi prioritas program PBNU, khususnya program GKMNU ini, kata Pratikno, sangat sesuai dengan program Pemerintah. 

Apalagi Pemerintah tidak mungkin bisa menyelesaikan semua masalah-masalah sosial ekonomi di masyarakat bawah. Dia memberi contoh, mulai dari masalah stunting, masalah kemiskinan, perundungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kemudian mencegah radikalisme dan meneguhkan jati diri bangsa dan lain-lain. Semua itu tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah tanpa dukungan dari organisasi-organisasi sosial masyarakat. "Apalagi organisasi sosial besar seperti PBNU ini," kata Pratikno.

Karena itu, kata Pratikno, pemerintah khususnya Kemenko PMK dan kementerian-kementerian di dalamnya, bahkan juga kementerian-kementerian yang lain, sangat terbantu dengan adanya GKMNU yang merupakan program unggulan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.  

"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran PBNU dan juga pengurus GKMNU atas program yang dilakukan ini," kata Pratikno.

Program yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ini akan terus dikembangkan untuk menjaga Nahdliyyin dari penetrasi disrupsi teknologi digital yang berlebihan. Apalagi dampak disrupsi digital tidak hanya soal psikis tapi juga menggerus ekonomi umat bila salah dalam menerapkannya. Misalnya, terkait kemudahan belanja online yang semakin menggejala di keluarga NU.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update