Sebuah organisasi memiliki nama sangar, Yakuza Maneges, viral di media sosial setelah dideklarasikan pada 9 Mei 2026 di Hotel Bukit Daun, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Organisasi ini diprakarsai Gus Thuba Topo Broto Maneges, cucu ulama kharismatik KH Hamim Thohari Djazuli (Gus Miek).
NAMA organisasi ini mirip nama "super geng" di Jepang. Organisasi kejahatan paling ditakuti di Jepang dan kemudian menyebar ke sejumlah negara. Karena itu pula kemunculan 'Yakuza' versi Gus Thuba ini pun viral di media sosial.
Sebagian menilai, kemunculan organisasi ini menjadi ruang baru bagi mereka yang ingin keluar dari lingkaran kekerasan, premanisme, atau kehidupan jalanan. Namun, ada juga yang berpandangan bahwa istilah Yakuza itu terlalu dekat dengan simbol kriminalitas sehingga berpotensi menimbulkan stigma negatif.
Pro-kontra itu wajar. Bahkan, bisa menjadi strategi marketing yang jitu untuk sosialisasi nama organisasi ini di masyarakat. Apalagi bila targetnya kalangan muda.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai, dakwah Islam harus mampu merangkul seluruh kalangan, termasuk anak-anak muda. Itu mencakup mereka yang selama ini mungkin jauh dari lingkungan pesantren maupun kegiatan keagamaan Islam.
Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, komunitas seperti Yakuza Maneges perlu diarahkan agar benar-benar menjadi wadah pembinaan yang positif bagi generasi muda.
“PBNU memandang dakwah harus mampu merangkul semua golongan, termasuk anak-anak muda yang selama ini mungkin jauh dari lingkungan pesantren dan keagamaan,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Fahrur itu dikutip dari Republika, Senin (18/5/2026).
Menurut dia, siapa pun yang memiliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik harus diberikan ruang dan pendampingan. Pendekatan dakwah, kata dia, semestinya dilakukan dengan kasih sayang, bukan dengan stigma atau penghakiman terhadap masa lalu seseorang.
“Siapa pun yang ingin berubah menjadi lebih baik harus diberi ruang, dibimbing, dan dirangkul dengan pendekatan kasih sayang, bukan stigma,” katanya.
Gus Fahrur berharap organisasi Yakuza Maneegs dapat menjadi sarana pembinaan akhlak sekaligus memperkuat persaudaraan antargenerasi muda. Ia juga menekankan pentingnya mengajak anak muda kembali mendekat kepada nilai-nilai agama dengan cara yang bijak dan damai.
“Kami berharap komunitas seperti ini benar-benar menjadi wadah positif untuk membina akhlak, memperkuat persaudaraan, dan mengajak generasi muda kembali ke jalan Allah dengan cara yang bijak, damai, dan penuh keteladanan,” ucapnya.
Ia menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) sejak dahulu hadir sebagai rumah besar bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang masa lalu seseorang. Menurutnya, dakwah tidak bertujuan menghakimi, melainkan membimbing agar seseorang memiliki masa depan yang lebih baik.
“NU sejak dahulu adalah rumah besar bagi semua kalangan. Dakwah bukan menghakimi masa lalu seseorang, tetapi membimbing masa depannya agar lebih baik dan lebih dekat kepada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” jelas Gus Fahrur. (rpk)

No comments:
Post a Comment