Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Calon Ketum PBNU, Gus Kikin Siapkan Program untuk Memajukan NU

Thursday, July 23, 2026 | 07:10 WIB Last Updated 2026-07-23T00:10:21Z


SURABAYA (DutaJatim.com)  - Kandidat calon  Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU 27-31 Agustus 2026 mendatang di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang bertambah. Hal itu setelah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) secara resmi mengajukan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai calon Ketum PBNU.


Hingga Rabu (22/7/2026) sudah empat kandidat calon yang resmi mengumumkan maju sebagai Ketua Umum PBNU, masing-masing petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya),   Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dan Gus Kikin--Ketua PWNU Jatim yang juga pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang--, dan Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa.


Sementara nama lain yang muncul akan maju sebagai calon Ketum PBNU antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif. Selain itu  mantan Wakil Ketua PWNU Jatim yang juga pengasuh Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) dan KH Imam Jazuli  (Kiai Imjaz) pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia di Cirebon, Jawa Barat, dikabarkan juga maju sebagai calon ketum.


Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU, Prof Moh. Mukri, menilai, munculnya banyak nama menjelang muktamar merupakan hal yang wajar. Menurut dia, dinamika tersebut mencerminkan sehatnya proses demokrasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.


Sedang soal majunya Gus Kikin, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, mengatakan, bahwa keputusan itu diambil setelah PBNU dan PWNU Jatim menggelar rapat persiapan Muktamar ke-35 NU di Surabaya pada Selasa (21/7/2026). PWNU Jatim menugaskan Gus Kikin untuk menjadi kandidat calon ketum PBNU.


"Murni PWNU Jatim menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk menjadi kandidat ketua umum pada Muktamar ke-35,” kata Abdul Matin. 


Dia menjelaskan bahwa penugasan Gus Kikin merupakan keputusan bersama dari PWNU Jatim dan PCNU daerah selama beberapa kali proses rapat harian. Artinya, kata dia, hal ini bukan keinginan atau kehendak Gus Kikin.


"Kita tanya Beliau siap atau tidak? Katanya siap. Murni pendapat PCNU, umpama tidak sepakat dan sebagainya, alhamdulillah seluruh PCNU bersama PWNU satu garis mengusung Kiai (Gus Kikin),” ujarnya. 


Dihubungi terpisah, Gus Kikin mengatakan bahwa dirinya siap mengemban tugas tersebut. Dia menyebut ada beberapa program yang akan diusung dalam pencalonannya nanti. 


“Dampak yang diharapkan NU akan semakin baik, kita akan mempersiapkan diri supaya ketika memasuki acara Muktamar, kita bisa mengusulkan pikiran-pikiran yang baik demi kinerja yang baik juga,” katanya. 


Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU 2026, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat ditemui di PWNU Jatim, menjelaskan, bahwa calon Ketua Umum PBNU umumnya harus memeroleh dukungan minimal 99 suara. Tapi, Gus Ipul mengatakan, jumlah dukungan minimal bagi calon Ketua Umum PBNU belum ditetapkan secara final karena akan dibahas dulu dalam penyusunan tata tertib Muktamar ke-35 NU. 


Meski demikian, Gus Ipul menyebut, bahwa angka 99 suara selama ini menjadi acuan yang lazim digunakan dalam proses pencalonan. Seperti diketahui PBNU menetapkan Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27–31 Agustus 2026. 

Menjelang pelaksanaan Muktamar, PBNU masih melakukan verifikasi terhadap peserta yang memiliki hak suara dalam forum tertinggi organisasi tersebut. Selain memilih kepengurusan baru, Muktamar NU ke-35 juga akan membahas roadmap organisasi untuk 25 tahun ke depan, penguatan nilai-nilai keulamaan, sistem kaderisasi, transformasi digital, serta pengembangan ekonomi warga Nahdliyin. (nas)


No comments:

Post a Comment

Bisnis

Bisnis
×
Berita Terbaru Update