-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Puncak HSN 2019, PWNU Jatim Emoh Ngundang Menag Fachrul Razi

Sabtu, 26 Oktober 2019 | 12.07 WIB Last Updated 2019-10-26T05:07:10Z

KH Abdusalam Sokhib

SURABAYA (DutaJatim.com)  - Jajaran Nahdlatul Ulama (NU) struktural semakin menunjukkan sikapnya terhadap keputusan Presiden Jokowi melantik Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag). Sebelumnya PBNU menilai Fachrul Razi kurang pas menjadi menag sebab kompetensinya tidak di bidang keagamaan mengingat yang bersangkutan seorang militer. Kali ini PWNU juga menunjukkan sikap yang sama. 

Biasanya dalam acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), jajaran struktur NU mengundang menteri agama, tapi tampaknya untuk peringatan HSN tahun 2019 ini berbeda. Setidaknya Panitia Hari Santri Nasional 2019 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur tidak akan mengundang Menag Fachrul Razi.

Ketua Panitia HSN PWNU Jatim, Abdussalam Shohib, mengatakan, pihaknya sengaja tidak mengundang Menteri Agama Fahcrul Razi ke puncak peringatan HSN pada Minggu malam, 27 Oktober 2019 besok, sebab tidak ada relevansinya. Menurut Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu, Fachrul tidak ada kaitannya dengan Hari Santri. "Tidak relevan," kata Abdussalam saat ditemui pada Jumat malam, 25 Oktober 2019.


Sehari sebelumnya Abdussalam telah menyatakan bahwa panitia tidak mengundang Fachrul ke kegiatan yang akan dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin itu dengan alasan kesantriannya diragukan. Pada Hari Santri yang diundang adalah kader-kader santri. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah diundang karena keduanya seorang santri.

“Saya belum pernah tahu Beliau (Menag) pakai sarung. Saya khawatir undangannya tidak sampai," kata Abdussalam.



Dia juga mengatakan Fachrul bukan kader NU karena tak pernah jadi anggota Ansor, IPNU, ISNU, IPPNU, maupun Muslimat, misalnya. Lantaran tidak punya kualifikasi itu, Menteri Agama tidak diundang. “Kalau ngaku warga (NU) ya monggo, kami tak bisa mencegah kalau (mengaku) warga (NU)," ujarnya.

Fachrul Razi tidak diundang karena dua alasan. Namun, Abdussalam tak merinci soal pengangkatan Fachrul sebagai menag yang kurang disetujui NU itu. "Tahun ini tidak (diundang) dulu, mungkin tahun depan," katanya.


Puncak peringatan Hari Santri Nasional NU Jawa Timur dilaksanakan di depan kantor PWNU di Surabaya. Selain sambutan Wapres Kiai Ma'ruf, kegiatan juga diisi dengan drum band Akademi Angkatan Laut, seni barongsai dari Masjid Chengho Surabaya serta kirab tongkat asli milik pendiri NU KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu juga ada penampilan seni reog dari PCNU Ponorogo, tari gandrung dari PCNU Banyuwangi, dan seni UI-daul dari PCNU Sumenep.

Acara diakhiri dengan makan bersama khas pondok pesantren oleh 10 ribu santri, bersama Kiai Ma'ruf Amin, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan para kepala daerah yang pernah nyantri. "Ini simbol kesederhanaan dan kebersamaan kaum santri," kata pengasuh Pesantren Mambaul Maarif Jombang tersebut. (ria)

×
Berita Terbaru Update