-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Santri Zaman Old Jadi Wapres, Santri Zaman Now Harus Jadi Presiden

Senin, 28 Oktober 2019 | 11.18 WIB Last Updated 2019-10-28T16:50:46Z



SURABAYA (DutaJatim.com) - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin membuka acara Santri Culture Night Carnival peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Surabaya Minggu 27 Oktober 2019 malam.  Saat menyampaikan sambutannya, Kiai Ma'ruf Akin meminta santri milenial  mempunyai semangat tinggi dan membekali ilmu yang cukup untuk tantangan di masa depan.

"Santri milenial  zaman now. Kalau saya ini santri zaman old," kata Kiai Ma'ruf Amin dalam sambutannya di acara yang dihelar di halaman Kantor PWNU Jatim di Surabaya.

Santri zaman now, kata Wapres, selain mempunyai semangat tinggi harus pula membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang cukup sesuai dengan tantangan yang dihadapi.

Selain itu, santri milenial juga harus siap menjadi apa pun dan ditempatkan di mana pun. Karena itu saat ini banyak santri mampu menjadi menteri. Bahkan  santri zaman old menjadi wakil presiden.

Untuk itu, dia berharap pada masa mendatang tidak hanya wakil presiden tetapi ada santri yang mampu menjadi presiden.

"Alhamdulillah,  banyak santri menjadi menteri, bahkan juga jadi wakil presiden.
Ke depan saya harap ada santri jadi presiden Republik Indonesia," kata suami dari Wury Estu Handayani itu. Harapan Kiai Ma'ruf ini sebenarnya sudah terwujud sebab santri asal Jombang, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur),  sudah lebih dulu menjadi Presiden RI. Selanjutnya santri harus jadi presiden dan wapres. Untuk wapres, selain Kiai Ma'ruf, Jusuf Kalla juga warga NU dan santri.

Dalam acara Santri Culture Night Carnival sendiri, beberapa menteri dan wakil menteri dari Kabinet Indonesia Maju berlatar belakang santri turut hadir. Tampak beberapa Menteri yang hadir yakni Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan wakil menteri agama Zainut Tauhid. Seperti diberitakan sebelumnya PWNU Jatim tidak mengundang menteri agama Fachrul Razi karena dianggap bukan santri.

Dalam sambutannya Kiai Ma'ruf juga bersyukur santri saat ini bisa berguna bagi Indonesia. Sebab itu dia berharap di hari santri kali ini para santri bisa lebih unggul.

Sebagai santri, Kiai Ma'ruf juga berharap lulusan pesantren masa depan bisa memimpin Indonesia. Kiai Ma'ruf juga mengajak para santri mewarisi semangat pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Santri juga harus meneladani perjuangan sang kiai saat melawan penjajah atau musuh negara.

"Karena itu sejak awal santri diajarkan dalam mars subanul wathon, dikatakan Indonesia negeriku, siapa yang datang mengacau akan binasa karena akan berhadapan oleh santri-santri NU," kata Kiai Ma'ruf. (ria)


×
Berita Terbaru Update