-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

112 Guru dan Kepala SD di Pamekasan Ikuti Workshop Pengembangan Literasi

Senin, 25 November 2019 | 15.54 WIB Last Updated 2019-11-26T02:37:30Z

Pembukaan Workshop Literasi Guru dan Kepala SD.

PAMEKASAN (DutaJatim.com)  - Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Senin (25/11/19) hari ini menggelar Workshop Pengembangan Literasi Sekolah Dasar. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan Kepala Sekolah Dasar negeri dan swasta se Pamekasan. Acara ini digelar di ruang pertemuan Hotel Cahaya Berlian Jalan Trunojoyo dan diikuti oleh sekitar 112 orang peserta. Peserta guru 56 orang dan kepala SD juga 56 orang.


Plt Kepala Disdik Pamekasan Drs Pramajaya MPd saat membuka kegiatan ini  mengungkapkan, kegiatan kali ini merupakan lanjutan kegiatan gerakan literasi yang jadi komitmen Disdik Pamekasan. Sebelumnya Disdik telah melakukan FGD menyusun format budaya literasi menyambut Pamekasan Kabupaten literasi 2022 dan Lomba Menulis Bagi Anak SD yang diikuti oleh 500 orang.

“Maksud dan tujuan workshop kali ini adalah untuk memberikan bekal keterampilan kemampuan menulis bagi guru kelas, jadi diharapkan nanti setelah ini guru bisa menulis untuk bahan ajar  dari guru oleh guru untuk murid. Jadi nanti bahan ajar tidak harus membeli, tapi bisa karya guru. Dan memang harus guru yang mengembangkan bahan ajar,” terangnya. 

Kalau selama ini ada buku panduan bahan ajar, kata Pramaja,  itu hanya materi minimal yang diberikan dan hanya berfungsi semacam rambu rambu saja. Yang diharapkan pengembangannya dilakukan guru. Guru yang bertugas mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi lingkungan,  termasuk kearifan local. 

Materi yang akan diberikan dalam Workshop kali ini, kata Pramajaya, lebih banyak kepada praktek kepenulisan, bukan hanya teori, untuk kepentingan bahan ajar kelas rendah. Karena literasi itu dimulai dari membaca dan menulis, maka untuk bisa menulis harus banyak membaca. Dengan workshop ini diharapkan produk tulisan guru bisa dibaca oleh siswa menjadi bahan ajar. 

Mestinya, lanjut Pramajaya, workshop ini harus dilakukan untuk bimbingan teknis pada 400 orang tiap kabupaten di 2019. Namun karena APBD tahun 2019 ini baru bisa menjangkau  melatih 56 orang guru dan 56 kepala sekolah, maka kekurangannya dia akan berupaya mencari kreasi, misalnya bisa getok tular nanti ke masing-masing guru dan hasilnya bisa jadi bukan hanya 400 orang guru namun bisa pada jumlah yang lebih banyak lagi. 

Pramaja menambahkan, workshop ini bukan hanya guru, tapi yang penting juga Kepala Sekolah. Penekannya bagi Kepala Sekolah adalah bagaimana mereka memiliki pemahaman menajemen literasi. 

“Jadi di sekolah bukan hanya keterampilan menulis,  tapi juga bagaimana memanage sekolah sehingga di situ tercipta iklim literasi yang komprehensif, termasuk kegiatan ini mendorong dan mendukung memberikan ruang kepala sekolah selaku pengendali manajamen sekolah,” jelasnya. 

Workshop kali ini akan berlangsung selama lima hari. Senin Selasa  Rabu (25-27/11/19) untuk guru dan Kamis hingga Jumat (28-29/11/19) workshop untuk para kepala sekolah. Pemateri yang dihadirkan adalah tim khusus yang berasal dari tim inovasi Propinsi Jawa Timur sebanyak lima orang. (mas)
×
Berita Terbaru Update