-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Atlet Senam SEA Games asal Jatim Dipulangkan karena Tak Perawan? Ini Klarifikasi Menpora

Jumat, 29 November 2019 | 14.38 WIB Last Updated 2019-11-29T08:15:28Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Tim SEA Games Indonesia asal Jatim sedang dirundung masalah. Salah satu atlet senam asal Jawa Timur batal ikut berlaga di ajang SEA Games 2019 Manila, Filipina, karena dinilai tidak perawan. Atlet asal Kediri itu, Shalfa Avrila Siani, harus pulang ke Kediri sebelum berangkat ke SEA Games yang dibuka pada Sabtu 30 November 2019 besok. 

Keluarga Siani di Kediri pun terkejut saat mendapat kabar itu via telepon. Begitu pula ketika dia  menjemput Shalfa di lokasi pelatnas di Gresik. Apalagi orang tuanya mendengar kabar dari teman-teman Shalfa bahwa sang putri didegradasi karena disebut-sebut tidak lagi perawan.

Bukan hanya orang tua Siani, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali pun turun tangan. Menteri asal Partai Golkar ini juga langsung mengecek kabar itu. Zainudin menghubungi pelatih cabang olahraga tersebut untuk mencari tahu kebenarannya sebab beritanya sudah heboh di Tanah Air.

"Kami langsung call Bu Ita dari Persani. Dan infonya, tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih Persani," kata Zainudin dalam siaran pers yang diterima wartawan di Surabaya, Jumat (29/11/2019).

Zainudin mengatakan pelatih tersebut mengaku atletnya kurang disiplin. Siani juga dinilai kurang fokus dalam berlatih, sehingga harus dilakukan pergantian dengan atlet lain.

"Kabar yang benar, kata Pak Indra (pelatih di Jatim) bahwa atlet tersebut indisiplin dan kurang fokus. Ini berdampak pada prestasinya menurun, sehingga diputuskan oleh pelatih tidak disertakan di SEA Games. Dia digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi," kata Zainudin.

Zainudin mengatakan, pihaknya prihatin dengan isu yang berkembang tersebut. Dia pun menegaskan, kasus ini tidak berhubungannya dengan isu keperawanan.

"Kemenpora prihatin dengan kejadian tersebut. Kami langsung komunikasi dengan Persani. Yang benar katanya terkait prestasinya. Jadi tidak ada hubungannya dengan masalah--mohon maaf--cek keperawanan," papar Zainudin.

Namun Zainudin tak menutup mata jika benar ditemui adanya indikasi pemulangan karena isu tersebut. Pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada pelatih. Karena isu keperawanan merupakan hal pribadi dan tidak memiliki hubungan dengan prestasi atlet.

Sesuai dengan Perpres 95 Tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabang olahraga, bukan di Kemenpora maupun KONI. Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, kami akan tindak tegas. Karena ini masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga tidak ada hubungannya dengan prestasi," katanya.

Manajer senam Indonesia, Dian Arifin, juga terkejut dengan isu itu. Dia pun segera mengecek kebenarannya kepada Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani).

Dian mengatakan pemilihan atlet multievent olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara sudah sesuai aturan yang adil. Pemilihan berdasarkan prestasi tlet. Promosi dan degradasi atlet berdasarkan event terakhir di Kejuaraan Nasional Senam dan hasil Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). 

"Karena, ada atlet-atlet muda dan sesuai arahan Menpora terdahulu (persentase atlet muda 60:40) tapi tetap prestasi. Selain itu, kami juga melihat kesiapan atlet yang kami nilai (potensi) tampil di SEA Games," katanya.

Kontingen senam Indonesia sendiri sudah berada di Filipina. Mereka terbang sejak 27 November lalu. Mereka dijadwalkan bertanding mulai 1 sampai 4 Desember. Shalfa Avrila Siani (17) merupakan atlet senam artistik asal Kota Kediri.(wis/det)

×
Berita Terbaru Update