-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mendikbud Geleng-geleng Kepala Lihat SDN Gentong yang Ambruk

Kamis, 07 November 2019 | 23.16 WIB Last Updated 2019-11-07T16:16:38Z


PASURUAN (DutaJatim.com) - Disparitas dunia pendidikan paling mencolok sejak dulu menyangkut soal infrastruktur, sarana, dan prasarana. Bila untuk menggenjot sektor ekonomi infrastruktur seperti jalan tol digeber habis-habisan, di tahun SDM unggul ini seharusnya juga menggeber infrastruktur pendidikan. Khususnya gedung sekolah beserta sarana belajar mengajar yang lain.

Tragedi ambruknya atap gedung SDN Gentong Kota Pasuruan  menjadi terasa pilu bukan hanya karena ada siswa dan guru yang meninggal dunia karena ketidakmampuan negara menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, tapi juga karena kita gencar bicara muluk- muluk revolusi industri 4.0 dan sejenisnya tapi masih ada daerah yang fasilitas pendidikannya justru mengancam jiwa peserta didik dan guru.

Lebih prihatin lagi sekolah yang ambruk itu ada di tengah kota Pasuruan. Bayangkan saja, bagaimana kondisi gedung dan sarana di sekolah yang ada di pelosok desa. Apalagi di pulau-pulau terpencil.

Karena itu banyak pihak berharap Mendikbud Nadiem Makarim bisa memetakan masalah dunia pendidikan dengan tepat termasuk soal sarana dan prasarana pendidikan itu. Mendikbud sendiri sudah  mengecek kondisi gedung SDN Gentong yang ambruk di Kota Pasuruan itu Kamis 7 November 2019. Terlihat Nadiem geleng-geleng kepala saat melihat langsung kondisi bangunannya.

Nadiem dan rombongan yang tiba pukul 13.25 WIB, Kamis (7/11/2019), langsung masuk ke sekolah. Setelah menerima penjelasan dari pejabat terkait, dia langsung mengecek ruang-ruang kelas yang atapnya porak-poranda setelah ambruk pada Selasa (5/11/2019) lalu.

Dia mengamati kondisi kelas yang porak-poranda dan melihat seluruh sudut ruangan yang sesak oleh material berupa genting, bata, galvalum dan barang  lain. Menyusuri teras Nadiem mengamati satu per satu ruangan yang berantakan dipenuhi reruntuhan.

Di tengah ramainya suasana, Nadiem terus mengamati berbagai sudut gedung. Terlihat
Mendikbud Geleng-geleng Kepala Lihat SDN Gentong yang Ambruk itu.

"Bagi saya ini suatu hari yang luar biasa sedihnya. Saya melihat ada empat ruang kelas yang ambruk. Ada dua korban, satu guru, satu murid (meninggal dunia). Saya ucapkan belasungkawa saya. Saya turut berduka cita sama keluarga korban dan lainnya. saya akan mengunjungi keluarga korban," kata Nadiem.

"Saya melihat ini adalah suatu hal yang tidak bisa saya diterima. Harusnya kita melakukan hal yang lebih baik lagi dari semua pihak. Baik dari pusat, pemerintah daerah harus bersama-sama gotong royong untuk memastikan hal ini tak terjadi lagi," katanya.

Menurutnya, keamanan murid, guru dan orang tua harus dinomorsatukan. Murid dan guru berhak atas suasana sekolah yang aman dan nyaman.

"Saya sudah mengirim tim dari inspektorat jenderal untuk melakukan investigasi. Kita harus menghindari ini tidak terjadi lagi," katanya.

Berdasarkan penglihatan kasat mata, kualitas konstruksi atap galvalum yang ambruk sangat buruk. Jenis galvalum dan rangkaiannya terlihat tak sesuai rancangan. Tembok penyangga rangka atap juga terlihat gembur.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut konstruksi yang diduga tak layak menjadi penyebab ambruknya atap gedung sekolah itu.

DPRD Kota Pasuruan juga memberikan catatan keras terkait renovasi atap yang ambruk. Pengerjaan atap gedung disebut menyalahi ketentuan.

Seperti diberitakan DutaJatim.com,
atap gedung SDN Gentong ambruk di Kota Pasuruan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (5/11/2019) ini menyebabkan dua meninggal. Selain itu, 11 siswa lainnya luka-luka.

Gedung yang ambruk berada di bagian depan. Terdiri atas empat kelas, yakni kelas II-A dan II-B serta kelas V-A dan V-B. Rata-rata tiap kelas ada 30 siswa. Sebagian dari para siswa itu mengalami trauma sehingga mereka diberi terapi. (nas/det)

×
Berita Terbaru Update