-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bos Garuda Marah Dituduh Germo, Erick Lindungi Pegawai Wanita BUMN dari Pelecehan Seksual

Rabu, 11 Desember 2019 | 23.57 WIB Last Updated 2019-12-11T17:12:40Z

JAKARTA (DutaJatim.com) - Petinggi Garuda Indonesia terus menjadi sorotan publik pasca-skandal dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang membuat sang dirut, I Gusti Ngurah Askhara, dipecat. Kini "dosa-dosa" bos Garuda pun dibeber ke publik. Bos Garuda Marah Dituduh Germo, Erick Lindungi Pegawai Wanita BUMN dari Pelecehan Seksual

Bukan hanya sang dirut, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Human Capital Heri Akhyar, serta Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, juga dicopot dari jabatannya. Dengan demikian, saat ini hanya tersisa dua direksi, yaitu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal dan Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah. Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sendiri sudah menetapkan Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas direktur utama perseroan. Selanjutnya nama definitif dirut baru akan diumumkan pada 22 Januari 2020 mendatang.

Masalahnya toh belum mereda dengan mencopot lima jajaran direksi tersebut. Masyarakat masih marah kepada bos Garuda. Mereka pun mengumbar hujatan. Bahkan menuduh petinggi maskapai ini sebagai germo. Tuduhan inilah yang kemudian berlanjut laporan ke polisi.

Vice President (VP) Awak Kabin PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Roni Eka Mirsa, marah dituding sebagai germo. Dia lalu melaporkan akun @digeeembok karena menyebut dirinya germo tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Alexander Yurikho, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Ya, laporannya ada," kata AKP Alex Rabu (11/12/2019).

Laporan itu disebut Alex dibuat dengan pasal pencemaran nama baik. "Pelapor merasa dicemarkan nama baiknya," kata Alex.

Akun @digeeembok diketahui menyebut Roni Eka sebagai germo. Selain Roni Eka, akun itu menyeret nama-nama bos Garuda lain dalam cuitannya.

"Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Mirsa aka 'PROVIDER' paham banget manfaatin celah Pramugari untuk jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat," tulis akun @digeeembok.

"Germo Jahat bernama: Roni Eka Mirsa," tulis @digeeembok di cuitan lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus juga menyebut Polres Bandara Soekarno-Hatta sudah menerima laporan itu. Pihak Polres Bandara disebutnya sedang menyelidiki laporan tersebut.

"Memang betul sudah ada laporan tapi masih didalami dan akan dilidik oleh Reskrim Polres Bandara," kata Kombes Yusri saat dikonfirmasi  Rabu (11/12/2019).

Menteri BUMN Erick Thohir juga buka suara menanggapi kasus itu. Namun Erick mengatakan masalah tersebut bukan domain Kementerian BUMN. Dirinya mengatakan itu menjadi wewenang aparat hukum.

"Gini-lah, kalau soal amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya bukan di saya. Tapi itu nanti mungkin hukum yang lain ya, itu mungkin di kepolisian. Kalau saya kan lebih korporasi," kata dia saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Bos Garuda Marah Dituduh Germo, Erick Lindungi Pegawai Wanita BUMN dari Pelecehan Seksual

Erick menambahkan akan mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap perempuan di tubuh BUMN. "Tentu kita ke depan ya, saya rasa nanti akhir tahun kita juga akan memastikan (pencegahan) sexual harassment kepada pegawai-pegawai perempuan yang ada di BUMN itu harus benar-benar kita tingkatkan," ujarnya.

Wanita Simpanan Ari

Bukan hanya akun @digeeembok saja. Akun anonim lain di twitter juga membeberkan secara rinci mengenai kabar 'wanita simpanan' Ari Askhara yang menghebohkan publik. 'Wanita simpanan' itu diketahui bernama PR dan tingkah lakunya kerap merugikan awak kabin Garuda Indonesia lainnya.

Meski belum jelas mengenai kabar tersebut, namun adanya 'wanita simpanan' itu dibenarkan oleh salah seorang pramugari Garuda. Pramugari bernama Jacqualine yang tergabung bersama Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) membenarkan adanya sang 'wanita simpanan' dari Dirut Ari Askhara dan kerap bertingkah semena-mena kepada awak kabin lain.  Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber di program Inews TV, yang dilansir dari Youtubenya, Senin (9/12/2019).

"Pernah mbak ini pengalaman ya, bukan terjadi pada saya, jadi ketika kami sedang rapat pengurus IKAGI, tiba-tiba Mas Zaenal bilang dua hari ia ditugaskan ke Jepang dengan 'oknum' tersebut," tuturnya.

Jacqualine pun menceritakan jika sang oknum 'wanita simpanan' Ari itu pernah menghilangkan jadwal terbang dari Zaenal Muttaqin, Ketua IKAGI.  "Kemudian tiba-tiba, salah satu dari atasan kami, Chief, mengatakan oknum itu tidak suka pada Zaenal karena ada satu masalah ketika Zaenal mengkritik tindakan dia," katanya.

Benar saja Zaenal dihapus schedule terbang hanya karena perasaan pribadi.  "Dia tidak suka dan saat itu juga chief mengatakan bahwa jangan terbang bersama, nanti schedule Zaenal akan dihapus. Dan ternyata memang schedulenya mas Zaenal dihapus," ujar Jacqueline.

Tingkah laku dari 'wanita simpanan' sang Dirut menurut Jacqueline jelas melanggar aturan perusahaan.  "Kalau tadi dibilang melanggar aturan perusahaan, jelas, bayangkan saja schedule Osaka 4 hari punya mas Zaenal dihapus hanya karena 'oknum' itu tidak suka pada Zaenal. Hanya karena oknum tersebut tidak suka, itu kan jelas pelanggaran bisa menghilangkan jadwal terbang yang bagi awak kabin itu sangat penting," tuturnya.

Zaenal Muttaqin yang juga menjadi narasumber yang sama membenarkan hal tersebut. "Iya benar, saat itu saya ingin mempermasalahkan namun karena saya ingin membina hubungan baik dengan Ari Askhara jadi tidak apa-apa yang penting menjadi pelajaran juga bagi saya kedepannya," tutur Zaenal.

Triple Seven

Namun keluhan juga datang dari dalam Garuda sendiri. Salah satunya soal perlakuan para bos maskapai ini kepada para pramugari yang dinilai banyak kejanggalan. Misalnya Pramugari Senior Maskapai Garuda Indonesia, Yosephine Ecclesia.

Dia menceritakan terkait kejanggalan dari tindakan I Gusti Ngurah Askhara saat masih menjabat sebagai Direktur Utama. Yoshepine mengaku heran, sekelas Dirut, Ari kerap turun mengurus urusan yang sekadar pelatihan para awak kabin.

Bahkan, menurut Yoshepine, Ari Askhara kerap berlaku diskriminasi terhadap awak kabin seperti bertanya kepada sejumlah Pramugari terkait sudah masuk kelas 777 (triple seven) atau belum. Apa itu kelas 777?  

Sekadar info, kelas 777 ini diperuntukkan bagi para pramugari dan pramugara agar siap melayani pesawat first class, yakni Boeing 777-300ER yang merupakan pesawat terbaik di kelasnya.

Selain itu, Ari Askhara juga kerap meminta nomor telepon para Pramugari. "Sekelas direksi yang sudah dicopot itu bisa keliling-keliling ke Garuda Indonesia Training Center untuk masuk ke kelas-kelas pramugari dan menanyakan, 'kamu sudah karyawan belum?' Kamu sudah sekolah triple seven belum, kamu sudah bisnis kelas belum, abis itu diminta nomor teleponnya," kata Yoshepine di Dalam acara Indonesia Lawyres Club tvOne dengan tema Ketika Garuda 'Diserempet' Moge, Selasa 10 Desember 2019 malam.
Dari hal itu, kada Yoshepine, dapat memunculkan oknum-oknum awak kabin melakukan cara yang tak baik untuk membuat kariernya semakin baik. Bahkan oknum tersebut bisa sampai membuat kelompok sendiri.

"Ini memunculkan adanya oknum-oknum ini yang bisa tambah timer rating, Triple Seven, terbang ke Eropa. Terus mereka bisa membuat geng, kelompok-kelompok sampai membuka kelas khusus sekolah Triple Seven, khusus kelas-kelasnya dia aja, itu jadinya yang tercetak," ujarnya.

Selain itu, Yoshepine juga bercerita mengenai Garuda Indonesia kerap mempekerjakan awak kabinnya secara berlebihan. Bahkan Yoshepine merasa kerja seperti robot yang kerja dengan sedikit waktu istirahat.

"Seperti sudah publik tahu bahwa Garuda melakukan memberikan jam kerja kepada awak kabin yaitu seperti robot. Penerbangan Melbourne PP, di mana yang dilakukan itu adalah saat malam hari dan kita harus kembali lagi ke Jakarta tanpa istirahat malam," kata Yoshepin.

Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) sebelumnya juga sudah mendatangi Kantor  Kementerian BUMN untuk mengadukan “dosa-dosa” mantan Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara selama memimpin maskapai pelat merah tersebut.
Sekertaris IKAGI Jacqueline Tuwanakotta mengatakan, para awak kabin Garuda bahagia setelah mendengar Ari Akshara dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

“Saat ini karyawan sudah merasa senang ketika yang terjadi Ari Askhara diturunkan, dicopot, banyak karyawan yang bersyukur, bahagia, karena selama beliau memimpin banyak sekali kerusakan di PT Garuda Indonesia,” ujar Jacqueline di Kementerian BUMN, Jakarta.

Jacqueline menjelaskan, di masa kepemimpinan Ari, awak kabin Garuda merasa bekerja dalam tekanan. Sebab, jika melakukan kesalahan sedikit saja, manajemen Garuda langsung memindah tugaskan para awak kabin tersebut. “Mereka (awak kabin) takut ada yang terancam, contoh, lakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba di-grounded, tidak boleh terbang,” kata dia. 

Selain itu, lanjut dia, di era Ari Ashkara jam kerja para awak kabin di luar batas. Misalnya, saat bertugas melayani penerbangan Jakarta-Sydney.
“Contoh schedule Sydney-Jakarta-Sydney, itu harusnya tiga hari, tapi jadi PP (pulang pergi). Itu beri dampak tidak bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang diopname,” ucap dia. 

Atas dasar itu, dirinya bersama anggota IKAGI lainnya ingin bertemu dengan pihak Kementerian BUMN. “Kami akan bicara soal kondisi awak kabin yang ada di Garuda Indonesia, kondisi general, dan perusahaan,” katanya.  (det/vvn)

×
Berita Terbaru Update