-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dua Istri Wabup Blitar Dilantik Jadi Kades, Bersaing Memajukan Desa?

Senin, 16 Desember 2019 | 15.31 WIB Last Updated 2019-12-16T08:31:24Z


BLITAR (DutaJatim.com) - Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo, mungkin semakin bangga mempunyai istri dua. Pasalnya, dua istrinya itu secara bersama-sama dilantik sebagai kepala desa di Kecamatan Talun.

Dua istri Wabup Blitar itu adalah Halla Unariyanti (48).  Istri pertama Wabup ini terpilih kembali menjadi Kepala Desa Bendosewu. Sedangkan istri kedua, Fendriana Anitasari (33), terpilih menjadi kepala desa di Desa Wonorejo.

Saat dihubungi Fendriana mengatakan dia berhasil meraup 2.275 suara dari 3.539 daftar pemilih tetap, dengan jumlah kehadiran 2.789 warga dalam pilkades beberapa waktu lalu. Untuk itu dia akan melanjutkan visi misi yang belum terealisasi pada periode sebelumnya. 

"Ada empat pengembangan ekonomi rakyat, yakni mengembangkan simpan pinjam syariah di BumDes, mengangkat produk unggulan genteng dan UKM serta membuat desa wisata," kata Fendriana Senin (16/12/2019).

Sama dengan madunya, Halla  juga unggul dalam perolehan suara saat pilkades serentak Oktober 2019 lalu. Lalu apakah dua perempuan kades ini bersaing jadi terbaik memajukan desanya masing-masing? Ternyata mereka justru bekerja sama.

Fendriana mengaku sangat kompak dengan Halla. Kedua wanita pendamping Wabup Blitar ini sering berkoordinasi dan saling bersinergi untuk memajukan desa mereka. Secara lokasi, Desa Wonorejo berada di sebelah utara rumah pribadi wabup, yang berada di Desa Bendosewu.

"Yang jelas kami bekerjasama agar dua desa jadi tolak ukur di Kecamatan Talun dan Kabupaten Blitar. Kebetulan dua desa ini sebagai sentra genting di Kabupaten Blitar," katanya.


Fendriana mengaku bersyukur selama menjadi Kades Wonorejo tidak mengalami kendala berarti. Semakin tingginya kesadaran sosial masyarakat menurutnya memudahkan upaya kemajuan bersama.

Bagi Fendri, kendala yang dihadapi sekarang justru pada sistem birokrasi dan regulasi pelaporan penggunaan anggaran yang rumit. Sementara, perangkat desa belum mendapatkan pelatihan sampai betul-betul mumpuni mengolah data menjadi bentuk laporan Sistem Keuangan Desa (siskeudes)

"Saya sangat mendukung Bapak Presiden tidak memperumit birokrasi. Pelaporan penggunaan uang negara itu penting dan sangat saya dukung. Saya berharap ada pelatihan terus menerus pada perangkat desa, supaya mereka bisa bekerja maksimal, sama-sama enaknya," katanya. (det/hen)
×
Berita Terbaru Update