-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jokowi dan Ahok 'Reuni' di Tuban

Sunday, December 22, 2019 | 7:15 AM WIB Last Updated 2019-12-22T00:19:37Z

TUBAN (DutaJatim.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) "reuni" dengan bekas wakilnya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Sabtu 21 Desember 2019.

Ahok yang saat itu menjabat wagub DKI sekarang  menjabat Komisaris Utama PT Pertamina.

Momen "reuni" Jokowi dan Ahok itu menarik perhatian masyarakat sebab ini pertama kali keduanya bertemu di depan publik pasca Ahok resmi menjabat sebagai Komut Pertamina. Ahok menempati posisi itu sempat disebut-sebut karena kedekatannya dengan Jokowi.

Momen reuni keduanya dibagikan oleh Ahok melalui akun Instagramnya. Seperti dilihat Minggu 22 Desember 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunggah sejumlah foto kala dirinya mendampingi Jokowi di lokasi kilang Tuban tersebut.

Ahok tampak memakai kemeja putih celana hitam yang dipadukan dengan jaket khas Pertamina. Sementara, Jokowi tampak memakai kemeja putih dan celana hitam. Keduanya tampak berdialog di lokasi tersebut.


Ahok mengatakan dalam pertemuan itu, ada pesan yang disampaikan Jokowi kepadanya. Pesan itu adalah untuk menuntaskan pengembangan kawasan TPPI menjadi industri petrokimia nasional.

"Pesan Bapak Presiden Jokowi sangat jelas, segera menuntaskan pengembangan Kawasan TPPI menjadi industri petrokimia nasional yang nanti akan menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengembangan ini dapat membantu mengurangi impor bahan baku agar negara tidak mengalami defisit kembali," tulis Ahok.

"Selain itu, saya menghimbau untuk semua pihak agar tidak menyalahgunakan subsidi bahan bakar yang diberikan. Mari bantu kami untuk menjaga uang negara demi kesejahteraan negara," kata Ahok.

Dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jokowi memang meminta Ahok hingga Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera menyelesaikan kilang tersebut. Terlebih, Presiden mengatakan, dirinya telah cukup lama menunggu penyelesaian kilang tersebut.

"Oleh sebab itu, tadi saya sampaikan kepada Menteri BUMN, Dirut Pertamina, dan Komut Pertamina agar tidak lebih dari 3 tahun, harus rampung semuanya. Mintanya tadi 4 tahun, 3 tahun harus rampung semuanya. Entah itu dengan kerja sama, entah itu dengan kekuatan sendiri. Saya kira ada pilihan-pilihan yang bisa diputuskan segera. Tapi saya minta nanti di bulan Januari sudah ada kejelasan mengenai ini karena ini saya tunggu sudah 5 tahun," kata Jokowi.

Jokowi saat meninjau kilang TPPI antara lain, didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Selain itu hadir pula Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Presiden Direktur PT TPPI Yulian Dekrie dan Direktur Utama PT Tuban Petro Sukriyanto.


Presiden Jokowi dalam kesempatan itu menegaskan jika saham kilang minyak TPPI saat ini sudah 98 persen dikuasai pemerintah. Sisanya 2 persen yang saat ini dikuasai swasta ditargetkan pada bulan januari 2020 akan segera dimiliki pemerintah.

"Sudah saya sampaikan. Januari harus rampung." Ucap Presiden Jokowi di TPPI Tuban. Sabtu ( 21/12/2019).

Kilang TPPI di Tuban kata Presiden  bisa menghasilkan produk aromatik, baik paracilin, bensin, dan juga produk BBM yakni premium,pertamax, LPG, solar.

"Ini bisa untuk semuanya, sehingga tadi sudah saya sampaikan ke menteri BUMN, Dirut Pertamina, Komut Pertamina, tidak lebih dari tiga tahun ini harus rampung semuanya.Kalau tadi mintanya empat tahun, tapi tiga tahun harus rampung semuanya," katanya. (hud/det)
×
Berita Terbaru Update