-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pelaku Persekusi Banser Ditangkap Lalu Minta Maaf ke NU

Jumat, 13 Desember 2019 | 05.23 WIB Last Updated 2019-12-12T22:23:51Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Akhirnya  Polisi menangkap HA (30).  Pelaku dugaan persekusi dua anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan  menuduh Banser itu 'kafir'. Kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama, pelaku mengaku kesal lantaran dipepet.

Versi HA, saat itu dia dari arah Lebak Bulus bersamaan dengan korban. Kemudian dia merasa dipepet dan bersenggolan, sehingga pelaku kesal.

"Tersinggung. Pelaku mengejar korban. Sampai Pondok Pinang, pelaku menghentikan korban, kemudian terjadilah persekusi tersebut," kata Bastoni di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (12/12/2019).

Bastoni mengatakan,  pelaku ditangkap di Padepokan Mojoagung di Pasar Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/12), sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ditangkap HA tengah bersembunyi untuk menenangkan diri pasca melakukan perbuatan yang bikin heboh masyarakat itu. HA diduga melakukan aksinya sendirian. Termasuk merekam sendiri aksi persekusi tersebut.

Video itu  sempat di-share ke grupnya sendiri. Selanjutnya  pelaku ditegur anggota WA grup itu. "Dari WA grup tersebut lalu viral di medsos," katanya.

Atas perbuatannya, dia dikenai Pasal 310, 311, dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Kini HA harus meringkuk di sel bui. Dia mengaku khilaf, menyesal, dan meminta maaf.

"Saya menyesal. Khilaf. Saya dalam keadaan emosi," kata HA di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (12/12/2019).

Dia mengaku sembunyi di Padepokan untuk bertobat. Dia meminta maaf kepada korban, warga Nahdlatul Ulama, dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Permintaan maaf saya, terutama kepada masyarakat, dan terutama NU, para ulama, dengan saudara se-Muslim kita, Banser, dan GP Ansor," katanya.


Ketua PC GP Ansor Jaksel Muhammad Anwar berharap kejadian serupa tak terulang lagi. Dia mengapresiasi kerja kepolisian yang bertindak cepat merespons laporan persekusi terhadap anggotanya.

"Kami berharap kejadian ini pelajaran untuk kita semua dan alhamdulillah teman-teman Ansor, teman-teman Banser tetap sabar dan tetap melakukan tindakan sesuai koridor hukum. Tidak melakukan tindakan reaktif seperti yang dilakukan pelaku. Hanya karena alasannya bersenggolan.  Tapi berdasarkan pengakuan korban kemarin, tidak ada senggolan motor. Makanya saya juga baru dengar dari pelaku, dan semoga ini menjadi pelajaran bersama," kata Anwar. (det/wis)


×
Berita Terbaru Update