-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BMKG Minta Hari Ini Dan Besok Warga Waspada Hujan Deras & Angin Kencang

Sabtu, 04 Januari 2020 | 09.06 WIB Last Updated 2020-01-04T02:06:00Z



SIDOARJO (DutaJatim.com) - Masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Sabtu 4 Januari 2020 hari ini dan Minggu besok.  

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, mengeluarkan peringatan dini bahwa di sebagian wilayah di Jawa Timur berpotensi terjadi angin kencang disertai dengan hujan deras saat akhir pekan ini.  

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, saat ditemui di kantornya di Sidoarjo, mengatakan pada akhir pekan ini terjadi potensi angin kencang disertai dengan hujan deras, terutama pada sore dan malam hari. Dia mengatakan, Jumat kemarin angin kencang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Malang, Probolinggo, Jember, Bondowoso dan juga Banyuwangi. Selanjutnya pada Sabtu (4/1/2020) hari ini diperkirakan terjadi wilayah Mojokerto, Pulau Bawean, Jombang, Magetan, Blitar, Kediri, Malang, Bangkalan dan juga Sumenep.

"Selanjutnya pada Minggu (5/1) di wilayah Jawa Timur lainnya yang berpotensi angin kencang di antaranya adalah Lamongan, Magetan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan juga Situbondo. Kami berharap kepada masyarakat supaya lebih waspada dan berhati-hati jika sudah memasuki musim hujan ini. Termasuk juga dengan segala kemungkinan tentang potensi bencana yang bisa ditimbulkan," ujarnya.

Dia mengatakan, BMKG Juanda juga mengeluarkan peringatan dini tentang kondisi penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya supaya pilot bisa menentukan apakah melanjutkan perjalanan atau tidak. "Kami juga menyalurkan informasi seputar cuaca melalui berbagai kanal yang ada seperti grup whatsapp," katanya.


Pasuruan Waspada Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sudah mengantisipasi banjir di wilayah Desa Prodo, Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon, Kecamatan Grati Pasuruan saat musim hujan.  Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati, di Pasuruan, mengatakan wilayah tersebut sempat terjadi banjir pada pekan ini.

"Kami terus melakukan pemantauan dan mengantisipasi banjir lagi di wilayah itu," katanya.

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi banjir susulan, pihaknya bersama dengan anggota relawan lainnya melakukan pembersihan terutama yang ada di Jembatan Magersari di Kedawung Kulon.

"Kami melakukan pembersihan sampah, material ranting-tentang kayu, pohon dan juga bambu yang menyumbat," ujarnya.

Disinggung wilayah lain yang berpotensi terjadi banjir dirinya mengaku saat ini masih belum ada laporan yang masuk.

"Untuk Sungai Welang yang menjadi langganan banjir di wilayah Kraton debit airnya belum ada kenaikan yang signifikan," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Juanda di Sidoarjo sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini jika di sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk di Pasuruan berpotensi terjadi angin kencang sesaat.

"Selain itu juga disertai dengan hujan deras saat, sehingga masyarakat diharapkan bisa lebih berhati-hati saat awal musim hujan seperti saat ini," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto di Sidoarjo.


Posko Banjir

Sementara itu  Kepolisian Daerah Jawa Timur mendirikan sebanyak 16 posko siaga banjir yang ditempatkan di sejumlah titik di daerah rawan bencana sekaligus upaya mengantisipasinya.

"Untuk siaga bencana, masing-masing Polres sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun posko, terutama daerah rawan banjir," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda di Surabaya, Jumat.

Kapolda mengatakan posko itu nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat yang berteduh saat hujan, terlebih adanya ancaman banjir. 

Di dalam posko berbentuk tenda, kata dia, telah dilengkapi dapur umum beserta makanannya, layanan kesehatan dan peralatan untuk mengantisipasi ancaman banjir.

Sementara itu, jenderal polisi bintang dua itu juga menyebut terdapat beberapa daerah rawan banjir yang perlu diwaspadai, antara lain Bondowoso, Lamongan, Tuban, Ngawi dan lainnya.

"Juga ada daerah yang rawan longsor, seperti di kawasan 'mataraman', seperti Trenggalek, kemudian di Kabupaten Malang dan beberapa daerah lainnya," ucapnya.


Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan alat-alat berat yang telah ditempatkan di daerah-daerah rawan tanah longsor.

"Kami siapkan, termasuk alat-alat berat yang didekatkan ke daerah-daerah pegunungan. Apabila jalan sekitar gunung terjadi longsor maka alat berat itu bisa melakukan evakuasi," tuturnya. (nas/ndc/ant)

×
Berita Terbaru Update