-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kompetisi Desain Produk & Kriya 3D Printing: Gubernur Khofifah Ajak Anak Muda Jadikan Jatim Provinsi Terdepan Bidang Ekonomi Kreatif

Wednesday, January 22, 2020 | 5:14 PM WIB Last Updated 2020-01-22T10:14:37Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Kompetisi Desain Produk dan Kriya 3D Printing by Dekranasda Jawa Timur di GeekOut / CoWork/ScaleUp (GECO) AJBS Surabaya, Selasa (21/1/2020) malam. 

Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim bersama Pemprov Jatim ini diikuti sebanyak 100 orang peserta baik pelajar, mahasiswa, pemula, maupun profesional dari berbagai provinsi. 

Melihat antusiasme peserta yang ikut dalam kompetisi, Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim, mengajak anak muda untuk menjadikan Jatim sebagai provinsi terdepan di bidang ekonomi kreatif (ekotif) di  Indonesia. Apalagi jika  ibukota Indonesia akan pindah ke Kalimantan Timur maka Jawa Timur harus siap menjadi center dari pembangunan ekotif di Indonesia.

“Saya ingin mengajak semua anak muda yang memiliki energi luar biasa, tentu dengan produktivitas dan inovasi  yang luar biasa pula. Bagaimana Jawa Timur menjadi yang terdepan termasuk adanya inisiasi-inisasi , kreasi dan inovasi yang tidak pernah berhenti,” ajak orang nomor satu di Jatim.

Di era industri 4.0 ini, lanjutnya, bagi anak muda yang memiliki pikiran, inovasi dan kreatifitas bisa menciptakan masa depan yang cemerlang dan memberikan manfaatkan bagi lingkungannya.

“Selamat memasuki dunia yang memang kompetisi diantara seluruh inovasi dan kreatifitas menjadi sangat menentukan. Kita bisa maju dan bisa terdepan jika kita bekerja dengan inovasi dan kreatifitas yang tinggi serta kerja cepat,” ujar Mantan Mensos di era Presiden Jokowi.

Menurutnya, kreatifitas dan  inovasi itu percepatan perubahannya luar biasa. Apalagi dunia digital luar biasa percepatan perubahannya. 

Karena itu, jika ekosistemnya terbangun, Dekranasda Jatim bisa mengajak beberapa perguruan tinggi yang berseiring dengan kegiatan ini. Sehingga bisa mengadakan kompetisi semacam ini enam bulan sekali. 

“Datanglah ke Jatim. Enam bulan sekali kita akan bersama-sama melihat bagaimana inovasi-inovasi terbaru yang bisa dilahirkan oleh anak-anak muda di negeri ini. Bukan hanya  berasal dari Jatim,” pungkasnya sambil mengapresiasi Dekranasda Jatim yang berpikiran out of the box menyelenggarakan kompetisi ini.
(gas/hms)


×
Berita Terbaru Update