-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mertua Sekda Lamongan Dibunuh Perampok, Polisi Janji Tiga Hari Tangkap Pelaku

Sabtu, 04 Januari 2020 | 12.24 WIB Last Updated 2020-01-04T05:24:05Z

Polisi Olah TKP di rumah korban.

LAMONGAN (DutaJatim.com) - Mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Yuhronur Efendi yang bernama  Hj Rowaini (68) ditemukan meninggal dunia di rumahnya Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (3/1/2020) malam. Dugaan sementara, ibu mertua Sekda Lamongan tersebut merupakan korban perampokan.

"Kami duga korban pencurian dengan kekerasan," kata Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat kepada awak media di lokasi kejadian. 

Wahyu belum menjelaskan kronologi perampokan yang dialami Rowaini.  Dia hanya mengatakan, ada beberapa luka di bagian tubuh korban seperti bekas penganiayaan. "Setelah kita lakukan identifikasi, korban ada luka di leher sama di tangan. Sementara masih kita lakukan otopsi dan visum luar di Rumah Sakit Muhammadiyah," katanya. 

Polisi optimistis dapat segera mengungkap kasus ini. "Berikan kami waktu untuk kerja. Saya target tiga hari ini sudah terungkap, pelakunya tertangkap," kata Wahyu.  

Hingga Sabtu 4 Januari 2020 siang ini aparat Kepolisian Resor Kabupaten Lamongan  masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan ibu mertua Sekda Lamongan Yuhronur Efendi tersebut. Polisi masih mengejar pelaku.

"Kami belum bisa memberikan kesimpulan, karena proses penyelidikan masih berlangsung. Diduga ada beberapa barang milik korban yang hilang," kata Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat dikonfirmasi dari Lamongan, Sabtu siang ini.

Salah satu saksi dari warga, melihat korban tewas masih mengenakan mukena, dan tergeletak dengan kondisi darah berceceran di musala rumah.

Kholis, salah satu tetangga korban mengaku awalnya mengetahui peristiwa yang menimpa tetangganya tersebut sekitar pukul 19.30 WIB dan diberitahu Salekan, salah seorang warga setempat yang menjadi penjaga rumah Rowaini.

"Awalnya orang yang menjaga rumahnya mengetok pintu dan bilang kalau Bu Haji Rowaini meninggal. Jadi, kejadian persisnya tidak tahu, cuma korban meninggal dibunuh, di pungguknya terdapat luka bacok," katanya.

Menurut Kholis, korban selama ini memang tinggal di rumah sendirian, dan baru sekitar tiga hari lalu ada orang yang kost di rumah korban.

Namun, informasinya pada saat peristiwa terjadi penghuni kost sedang tidak berada di rumah.

"Kalau yang penjaga rumahnya Bu Hj Rowaini biasanya kalau datang setiap harinya itu sehabis sholat Isya baru datang," tuturnya.

Kholis membenarkan jika nenek Rohani yang menjadi korban pembunuhan tersebut merupakan mertua dari Sekda Kabupaten Lamongan, Yuhronur Effendi.

"Iya benar, korbannya itu mertuanya Pak Yuhronur, Sekda Lamongan," ucapnya.  (kcm/ara)

×
Berita Terbaru Update