-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Demonstran Tolak Eks-ISIS di Lamongan

Saturday, February 22, 2020 | 12:18 AM WIB Last Updated 2020-02-21T17:18:08Z


LAMONGAN (DutaJatim.com) - Sejumlah elemen masyarakat Lamongan menggelar aksi demonstrasi menolak keras  rencana memulangkan kombatan ISIS di Suriah  ke Indonesia Jumat 21 Februari 2020. Massa berasal dari unsur  PMII, Pemuda Pancasila, Ansor Banser, Pospera, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU IPPNU, yang tergabung dalam FORMAL 212 (Forum Organisasi Kemasyarakatan)  Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Makrus Ali, koordinator aksi (Korlap) Formal 212, dalam kesempatan itu, mengatakan, pihaknya keberatan bila pemerintah  memulangkan kombatan ISIS ke Indonesia, termasuk yang berasal dari Lamongan. Jumlah simpatisan ISIS asal Lamongan  ada kurang lebih 50 orang. Hal inilah alasan massa FORMAL melakukan aksi turun jalan pada Jumat (21/02) dengan start depan kantor PLN menuju ke kantor Kemenag Kabupaten Lamongan.


Dijelaskan oleh Makrus Ali, mereka para kombatan ingin pulang karena kalah perang di mana  ISIS terus digempur pasukan negara negara Timur Tengah. Sehingga mereka terjebak dalam penderitaan yang panjang di Suriah. 

"Kami khawatir bibit bibit terorisme tidak bisa musnah di Republik ini," katanya.

Hal senada  dikatakan oleh Andre Ketua Pemuda Pancasila Lamongan. "Wacana memulangkan kombatan ISIS bila benar maka pemerintah telah membuat keputusan yang fatal. Apa tidak ada lagi program program buat masyarakat yang lebih membangun dari pada buang buang anggaran untuk memulangkan para kombatan tersebut", kata Andre.

Bila benar  eks ISIS dipulangkan, maka pihaknya bersama elemen pemuda Pancasila, Ansor Banser, dan para mahasiswa akan jadi garda terdepan menghalau mereka.


" Bersihkan semua oknum oknum ASN yang sudah terpapar faham radikal, agar tidak jadi benalu dalam pemerintah Republik Indonesia. Kenapa mereka patut disebut benalu, karena mereka sudah tidak punya rasa malu dengan tetap mengais rejeki lewat negeri ini, namun negara kita Indonesia, Bendera kita Merah Putih disebutnya dengan sebutan "Thogut".

"Kami mendesak untuk segera mereshuffle kabinet, yaitu menteri agama Fachrul Razi yang telah banyak bermanuver dan menjadikan polemik di tingkatan bawah masyarakat", tambah Masyhur ketua PC Ansor Lamongan.


Sementara, H. Sholeh kepala Kemenag Kabupaten Lamongan saat menemui para massa aksi di depan kantornya, menyampaikan sepakat dengan aspirasi para massa aksi bahwa kemenag Lamongan tegas menolak kedatangan eks ISIS Indonesia dalam hal ini yang asal Lamongan.

 "Dan juga kami berjanji membersihkan oknum oknum PNS di kemenag Lamongan, bila ditemukan mereka sudah terpapar faham radikalis atau ISIS. Massa kemudian 
membubarkan diri dengan tertib dan aman. (ful)

×
Berita Terbaru Update