RajaBackLink.com

PROMOSI PRODUK




Hosting Unlimited Indonesia

Hati-hati, Sengkan Mayit Banyuwangi Dijuluki Tikungan Maut

On Sunday, February 23, 2020


BANYUWANGI (DutaJatim.com) - Jalur menuju Kawah Ijen memiliki tantangan berat di Sengkan Mayit, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Jalan ini disebut jalur maut sebab banyak kecelakaan terjadi di lokasi ini yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Terakhir  Isuzu ELF nopol M 7315 A  yang membawa mahasiswa asal Madura juga terguling di jalur black spot atau jalur rawan kecelakaan menuju TWA Kawah Ijen itu. 

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin saat dikonfirmasi Minggu (23/2/2020) membenarkan Tikungan Sengkan mayit memang masuk jalur black supot untuk menuju wisata Kawah Ijen.


Menurut Arman, lokasi itu perlu diprioritaskan untuk pengamanan. Nantinya, akan ada petugas yang akan mengawasi wilayah tersebut. Perlu adanya koordinasi antara pengendara kendaraan dengan petugas yang menjaga saat melintasi jalur itu.

"Harus ada petugas dari Lantas ataupun dari Polsek yang melakukan penjagaan di sana. Atau minimal ada petugas polisi yang ada di pintu masuk dan di Ijen," tambahnya.

Kapolresta meminta para pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang sudah terpasang di black spot tersebut.

"Harus juga ada kesadaran dari pengguna jalan untuk mematuhi aturan yang ada. Selain itu juga harus menghargai sesama pengguna jalan," kata Arman.

Yang terpenting, kata Arman, adalah selalu mengecek kendaraan yang digunakan untuk melalui jalur TWA Kawah Ijen. Kecelakaan akibat rem blong sering terjadi di wilayah tersebut. Batas maksimal penumpang bagi kendaraan wajib dipatuhi mengingat jalur menuju TWA Kawah Ijen sangat curam dan berbahaya.

"Waspada dan selalu cek kesehatan kendaraan. Beberapa kali terjadi kecelakaan karena rem blong di lokasi itu," katanya.

Satu Meninggal Dunia

Enam belas mahasiswa Universitas Islam Madura sudah merasakan suasana horor di Sengkan Mayit. Mereka pun tidak menyangka liburan kampus di Kawah Ijen Banyuwangi bakal berakhir pilu. Mereka harus kehilangan salah satu rekannya, Kholid Firdausi,  yang meninggal dunia akibat kecelakaan maut di jalur Ijen.


Luka mendalam pun, terlihat dari raut wajah mereka. Para mahasiswa yang rata-rata berusia 21 – 23 tahun tersebut mengalami trauma dan sebagian dari mereka juga mengalami luka-luka.

“Kita berangkat dari Madura kemarin jam 12 siang. Nyampek ke Ijen (Paltuding) sekitar jam 1.30 dini hari,” ungkapnya Minggu.

Rombongan mahasiswa Fakultas Pertanian UIM tersebut langsung melanjutkan pendakian untuk menikmati keindahan Kawah Ijen. Setelah puas menikmati panorama Ijen, mereka langsung turun ke Paltuding untuk melanjutkan perjalanan.

“Turun dari atas nyampek Paltuding jam delapanan. Kita istirahat sejenak, kemudian naik mobil lagi menuju ke Pantai Boom,” imbuhnya.

Kelelahan usai mendaki Gunung Ijen, Rahman mengaku ketiduran di mobil hingga akhirnya terbangun saat ELF yang ditumpanginya terguling dan terperosok dari badan jalan.

“Saya tidur mas. Bangun saat mobil terguling dan teman-teman sudah banyak yang tergeletak. Termasuk almarhum Firdaus. Kebetulan dia duduk pas di depan saya,” ceritanya.

Rahman mengaku tidak mengalami luka serius di tubuhnya, hanya rasa pegal akibat terpental saat mobil terguling.

“Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, saya masih diberi keselamatan,” syukurnya.

Korban lainnya, Azam Riyadi mengaku dalam kondisi sadar saat terjadinya kecelakaan nahas tersebut. Namun diakuinya tidak terlalu fokus ke jalan karena kelelahan usai mendaki Gunung Ijen.

“Saya kaget saat terjadi benturan dengan mobil pickup. Hingga akhirnya oleng dan masuk ke jurang,” jelasnya.

Azam mengalami luka di bagian pipi sebelah kiri dan harus dibalut oleh perban.

“Luka ringan mas. Cuma kelihatannya saja parah, karena memang diperban. Saya sudah telpon ke orang tua agar tidak khawatir. Lebih baik dengar dari saya sendiri, dari pada dengar dari orang lain,” ujarnya.

Rombongan mahasiswa yang selamat tersebut belum tahu kapan akan pulang ke madura. Sebab, sebagian dari mahasiswa semester 6 ini masih harus menjalani perawatan akibat luka yang dialami.

“Masih nunggu teman yang dirawat. Karena ada juga yang dirujuk ke rumah sakit, yakni Fahrurrozi. Kita juga masih menunggu informasi dari kepolisian terkait transportasi yang bawa kita pulang ke madura,” katanya.

Terkait pemulangan jenazah Kholid Firdausi, kata Azam, informasi dari keluarganya akan di bawa pulang ke Madura pada hari ini juga.

“Infonya keluarga almarhum sudah di Banyuwangi dan akan dibawa pulang hari ini juga ke Madura,” tutupnya. (ndc/det)



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »