-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Keluarga Mahasiswa Asal Wuhan Juga Takut Dibully Warga

Sunday, February 16, 2020 | 6:21 AM WIB Last Updated 2020-02-15T23:21:28Z


SIDOARJO (DutaJatim.com)  - Empat mahasiswa asal Sidoarjo yang kuliah di Wuhan, China, akhirnya berkumpul kembali dengan  keluarganya setelah menjalani masa karantina di Natuna selama 14 hari. Mereka terlihat bahagia sebab bisa pulang ke kampung halaman dengan selamat setelah mengalami teror virus Corona yang kini bernama COVID-
19.

Sebuah nama yang diambil dari CO  sesuai jenis virus itu yaitu corona. VI, merupakan makna dari virus. D, merupakan singkatan dari desease atau Penyakit. 19, merupakan tahun ketika ditemukan dan mulai terjadinya wabah virus ini di Wuhan China.


Namun, seperti dialami mahasiswa yang kuliah di China, yang kembali pulang ke Banyuwangi, keluarga mahasiswa di Wuhan asal Sidoarjo ini juga cemas akan bullying warga sekitarnya. 

Seperti diketahui, mahasiswa Banyuwangi yang kuliah di China dibully oleh warga karena dianggap kena COVID-19. Padahal mereka sudah dinyatakan sehat.

Kini kekhawatiran yang sama dialami oleh Aprillia dari Wonoayu, Natania dari Cemengkalang, Fa'iz dari Taman dan Ayu dari Waru Kabupaten Sidoarjo. Sabtu tadi malam  mereka tiba di Bandara Juanda pukul 22.10 WIB. Mereka tiba bersama 58 warga asal Jatim lainnya.



"Jumlah total ada 65 mahasiswa. Namun ada dua mahasiswa turun di Jakarta dan satu mahasiswa meneruskan perjalanan ke Banyuwangi," kata Budi Hidayat, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas I Surabaya, Sabtu (15/2/2020).

Saat ditemui di bandara,  ayah Aprillia, Trisuto mengaku senang putrinya kembali dengan selamat. Namun ia khawatir dengan sikap masyarakat terhadap putrinya.

"Saya takut ada pihak-pihak tertentu yang mempermasalahkan kedatangan anak saya dari tempat observasi. Kami khawatir kalau anak saya disebut datang dari tempat yang membawa penyakit," kata Trisuto.

Meskipun anaknya memiliki surat keterangan sehat dari Kemenkes, menurutnya, di desa tidak mudah menerima hal tersebut. Ia berharap Pemkab Sidoarjo memberikan pemahaman terkait Virus Corona pada warga.

Hal itu sangat penting sebab sudah terjadi warga menolak mereka yang dari China. Selain kasus Banyuwangi, juga kejadian di Natuna di mana terjadi penolakan bahkan sampai timbul demo besar-besaran. Untuk itu dia  sudah bekerja sama dengan pihak Polresta Sidoarjo apabila ada kejadian seperti di Natuna.

"Memang ada rencana dipindahkan sementara ke luar kota, jika memang kondisinya tidak memungkinkan. Anak saya akan saya bawa ke Malang dan tempat lain seperti Tuban. Tapi sampai saat ini di Wonoayu tidak ada gejolak apapun," katanya. (det/nas)


Foto: Trisuto bersama putrinya yang baru pulang dari karantina di Natuna.


×
Berita Terbaru Update